@paulkmac: duetting everyday until I can do the hand thing #dance #duet #foryou #chain @uwumi #handthing

Paul
Paul
Open In TikTok:
Region: GB
Monday 29 July 2019 18:22:09 GMT
5422
718
6
4

Music

Download

Comments

alexis.hartman04
Alexis :
ur getting better at it
2019-07-29 18:25:17
6
frankie_is.my_forever
Libby :
Early hiii and how uso good at dancing??? 🤔😮
2019-07-29 18:23:23
3
myspamtok
Spam‼️ :
Did you do it!?
2019-07-29 18:37:43
1
_minxsuga_
marsh<3 :
I love your woah 😂❤
2019-07-29 19:28:46
1
peachylatte_
peachylatte_ :
you remind me so much of one of english teachers it’s scary
2019-07-29 19:27:13
0
To see more videos from user @paulkmac, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kemarau panjang di Indonesia, termasuk wilayah Banyuwangi. Terpantau suhu cuaca mencapai 31-32 derajat celcius pada Selasa (20/10/2026) siang. Prakirawan BMKG Kelas III Banyuwangi, Cahyo Listiantono, menjelaskan fenomena tersebut berkaitan dengan peningkatan anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik. Kondisi ini memengaruhi pergerakan massa uap air sehingga berpotensi mengurangi pembentukan hujan di wilayah Indonesia. “Ini dipengaruhi terutama pertama adalah adanya El Niño kuat. El Niño kuat itu ditandai dengan peningkatan anomali suhu muka laut yang cukup tinggi di wilayah Samudra Pasifik,” ujar Cahyo, Selasa (20/10/2026). Menurut dia, kondisi tersebut menyebabkan massa uap air cenderung bergerak ke arah timur, menuju Samudra Pasifik. Dampaknya lebih terasa di wilayah Indonesia bagian timur dan selatan, termasuk Pulau Jawa. “Sehingga tadi massa uap air itu akan bergerak ke arah timur, ke arah Samudra Pasifik dari Indonesia. Yang memang paling terpengaruh itu adalah wilayah timur Indonesia dan juga wilayah selatan, terutama termasuk di wilayah Pulau Jawa,” katanya. BMKG memperkirakan kondisi kemarau di Banyuwangi masih berpotensi berlangsung hingga awal sampai pertengahan November 2026. Sementara itu, awal musim hujan di wilayah Kabupaten Banyuwangi diprediksi terjadi pada dasarian III November atau sekitar akhir November 2026. Prediksi tersebut menunjukkan masyarakat Banyuwangi masih perlu mewaspadai terbatasnya curah hujan selama beberapa pekan ke depan. Berdasarkan Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian I Oktober 2026, indeks ENSO tiga bulanan untuk periode Agustus–Oktober tercatat sebesar +3,08. Sementara itu, anomali suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 pada Dasarian I Oktober mencapai +3,33. Kedua indikator tersebut menunjukkan kondisi El Niño dengan intensitas sangat kuat. Dalam peringatan dini kekeringan meteorologis untuk Dasarian II Oktober 2026, sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur juga masuk dalam klasifikasi awas.  Namun, data tersebut tidak serta-merta menunjukkan seluruh wilayah Jawa Timur, termasuk Banyuwangi, berada pada tingkat risiko yang sama. Dengan kondisi tersebut, perkembangan musim hujan di Banyuwangi masih perlu dipantau melalui pembaruan prakiraan BMKG. Masyarakat juga diimbau menyesuaikan penggunaan air dengan kebutuhan dan memperhatikan informasi cuaca serta peringatan dini yang dikeluarkan BMKG. #bwi24jam #bwi24jamokt26 #banyuwangi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kemarau panjang di Indonesia, termasuk wilayah Banyuwangi. Terpantau suhu cuaca mencapai 31-32 derajat celcius pada Selasa (20/10/2026) siang. Prakirawan BMKG Kelas III Banyuwangi, Cahyo Listiantono, menjelaskan fenomena tersebut berkaitan dengan peningkatan anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik. Kondisi ini memengaruhi pergerakan massa uap air sehingga berpotensi mengurangi pembentukan hujan di wilayah Indonesia. “Ini dipengaruhi terutama pertama adalah adanya El Niño kuat. El Niño kuat itu ditandai dengan peningkatan anomali suhu muka laut yang cukup tinggi di wilayah Samudra Pasifik,” ujar Cahyo, Selasa (20/10/2026). Menurut dia, kondisi tersebut menyebabkan massa uap air cenderung bergerak ke arah timur, menuju Samudra Pasifik. Dampaknya lebih terasa di wilayah Indonesia bagian timur dan selatan, termasuk Pulau Jawa. “Sehingga tadi massa uap air itu akan bergerak ke arah timur, ke arah Samudra Pasifik dari Indonesia. Yang memang paling terpengaruh itu adalah wilayah timur Indonesia dan juga wilayah selatan, terutama termasuk di wilayah Pulau Jawa,” katanya. BMKG memperkirakan kondisi kemarau di Banyuwangi masih berpotensi berlangsung hingga awal sampai pertengahan November 2026. Sementara itu, awal musim hujan di wilayah Kabupaten Banyuwangi diprediksi terjadi pada dasarian III November atau sekitar akhir November 2026. Prediksi tersebut menunjukkan masyarakat Banyuwangi masih perlu mewaspadai terbatasnya curah hujan selama beberapa pekan ke depan. Berdasarkan Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian I Oktober 2026, indeks ENSO tiga bulanan untuk periode Agustus–Oktober tercatat sebesar +3,08. Sementara itu, anomali suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 pada Dasarian I Oktober mencapai +3,33. Kedua indikator tersebut menunjukkan kondisi El Niño dengan intensitas sangat kuat. Dalam peringatan dini kekeringan meteorologis untuk Dasarian II Oktober 2026, sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur juga masuk dalam klasifikasi awas. Namun, data tersebut tidak serta-merta menunjukkan seluruh wilayah Jawa Timur, termasuk Banyuwangi, berada pada tingkat risiko yang sama. Dengan kondisi tersebut, perkembangan musim hujan di Banyuwangi masih perlu dipantau melalui pembaruan prakiraan BMKG. Masyarakat juga diimbau menyesuaikan penggunaan air dengan kebutuhan dan memperhatikan informasi cuaca serta peringatan dini yang dikeluarkan BMKG. #bwi24jam #bwi24jamokt26 #banyuwangi

About