@nbcsnl: Middle-Aged. Mutant. Ninja. Turtles.

Saturday Night Live
Saturday Night Live
Open In TikTok:
Region: US
Monday 13 April 2020 19:01:08 GMT
784796
77527
250
5287

Music

Download

Comments

realwitch456
realwitch456 :
my only question is why are the kids just FULL turtle? wouldn’t they be an even weirder mutant?? this is very important knowledge we need to know
2020-04-13 19:29:56
1005
henrywatercott
Henry Watercott :
This was the best scetch at first I had no idea what was happening
2020-04-13 19:15:05
514
notnormalpsycho
sum1 :
“All of them are sober now”
2020-05-14 03:39:43
260
itsthegoodmeow
The GOOD Meow :
THEY BRING THEIR OWN BAGS!!!
2020-04-14 00:59:06
433
dulcedelrey22
Carla 🖤 :
Can we take a minute to appreciate the fact that it’s obviously John Mulaney singing the intro??
2020-10-11 07:34:33
19
blizzmuzic
Mikael :
I loved this and the zoom sketch so much
2020-04-13 23:22:44
3
sophiabrousard
SophiaBrooks :
This should become a spin-off show! 🤣😂
2020-09-07 04:10:31
7
porter215
Porter215 :
Story of my life!!
2020-04-13 20:25:44
3
dominic.teran
dominic :
haha i watched this
2020-04-13 19:10:28
4
xitskandas
xitsKandas | Twitch Streamer ✨ :
they do be middle-aged tho 😳
2020-04-14 01:14:56
51
close_the_door_brendon2
user3 :
Idk why but the first thing that came into my mind was Pete
2021-02-22 05:03:41
7
lowthian_can
Trinity :
ICONIC
2020-04-13 19:10:36
6
accmbccp
baddest bleachers :
No ones going to mention the Bestiality 😅
2020-10-11 11:40:42
6
julia.dougherty
julia :
this was honestly so ICONIC
2020-04-13 19:49:45
7
itslindsaykburton
Lindsay Burton :
Love this sketch so much
2020-04-15 01:23:43
12
georgiaggordon
ga :
i’m scared
2020-04-13 19:06:48
6
themarriedlife
themarriedlife :
This needs to become a real show, like yesterday... #ty
2020-04-13 19:48:48
65
seangoodman6
sean goodman :
Weres donnie😳
2020-12-24 19:40:04
6
ccarolinekent
Caroline :
EARLYYY
2020-04-13 19:07:33
4
amanda_fabreeze
Amanda F-G :
Oh please tell me you’re doing this again next week
2020-04-14 03:13:35
3
ajlandry69
AJ :
OMG THIS EPISODE WAS SO GOOD
2020-04-14 01:04:37
2
miriah576
Miriah :
Hi
2020-04-13 19:07:08
3
nvermqnd_07
Ari :
I LOVE THAT SKETCH IT WAS AWSOME
2020-04-13 19:47:46
2
canadian.bred
Kennedy Hannah :
I saw this on last night and my family and I loved it it was hilarious 😂
2020-04-13 19:28:49
1
kari_harris29
kari :
why are they dating human women and why is the kid just a friggin turtle not like a human with a shell
2020-04-14 02:23:51
1
To see more videos from user @nbcsnl, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Seandainya engkau tahu, Betapa cepatnya manusia melupakanmu setelah kematianmu. Mungkin hari ini engkau tidak akan terlalu sibuk mengejar tepuk tangan mereka. Tidak akan terlalu lelah menjaga citra. Tidak akan terlalu takut terhadap penilaian. Dan tidak akan terlalu sedih ketika tidak dihargai. Karena sesungguhnya, manusia memiliki ingatan yang pendek terhadap dunia. Hari ini namamu memenuhi percakapan. Besok mereka mulai sibuk dengan urusannya sendiri. Hari ini mereka memujimu. Besok mereka memuji orang lain. Hari ini mereka membencimu. Besok mereka menemukan orang baru untuk dibenci. Begitulah dunia. Ia tidak pernah berhenti bergerak. Filsafat kehidupan mengajarkan bahwa manusia sering mengorbankan ketenangan jiwanya demi mendapatkan sesuatu yang bahkan tidak bertahan lama: pengakuan. Kita rela mengubah diri agar disukai. Rela menyembunyikan kebenaran agar diterima. Rela memikul beban yang bukan milik kita hanya agar tidak mengecewakan manusia. Padahal orang-orang yang hari ini ingin kita bahagiakan dengan segala cara, suatu hari nanti akan kembali menjalani hidup mereka masing-masing. Sedangkan kita… Akan berdiri sendiri di hadapan Tuhan. Dan mungkin inilah tamparan halus yang paling perlu direnungkan: Saat engkau meninggal nanti, sebagian besar manusia hanya akan mengingatmu beberapa hari. Tetapi amalmu akan menemanimu selamanya. Rumahmu akan ditempati orang lain. Pekerjaanmu akan diteruskan orang lain. Jabatanmu akan digantikan orang lain. Nomormu akan dihapus dari ponsel. Percakapan tentangmu akan semakin jarang. Foto-fotomu akan semakin sedikit dibuka. Dan perlahan, dunia akan kembali berjalan seperti biasa. Bukan karena manusia tidak memiliki hati. Tetapi karena begitulah kehidupan diciptakan. Tidak ada seorang pun yang menjadi pusat dunia ini selamanya. Maka mengapa kita menghabiskan begitu banyak usia untuk mengejar penilaian yang sementara? Mengapa kita rela kehilangan kejujuran hanya agar dipuji? Mengapa kita takut dibenci manusia, tetapi tidak takut kehilangan kedekatan dengan Rabb yang menciptakan kita? Di masa depan, dunia akan semakin haus akan pengakuan. Manusia berlomba mencari perhatian. Mengukur nilai dirinya dari pujian. Menghitung harga dirinya dari banyaknya orang yang menyukai dirinya. Padahal semua itu berubah secepat arah angin. Hari ini dielu-elukan. Besok dilupakan. Hari ini dipuji. Besok dicela. Jika hidupmu bergantung pada penilaian manusia, maka ketenanganmu akan selalu ikut berubah bersama pendapat mereka. Kesadaran spiritual lahir ketika seseorang menyadari bahwa hidup ini bukan panggung untuk mencari tepuk tangan. Melainkan perjalanan untuk mencari ridha Allah. Karena hanya Allah yang mengenal air mata yang tidak pernah dilihat siapa pun. Hanya Allah yang mengetahui niat yang tersembunyi di balik setiap amal. Hanya Allah yang tetap mengingatmu ketika seluruh dunia telah melupakanmu. Maka jangan takut jika engkau tidak terkenal. Jangan sedih jika kebaikanmu tidak dipuji. Jangan kecewa jika pengorbananmu tidak dihargai. Sebab yang paling penting bukan siapa yang mengingat namamu di bumi. Tetapi apakah namamu disebut dengan kasih sayang di langit. Hiduplah dengan jujur. Berbuat baiklah meski tidak ada yang melihat. Menolonglah meski tidak ada yang berterima kasih. Beribadahlah meski tidak ada yang memuji. Karena semua yang dilakukan untuk manusia akan berhenti ketika manusia berpaling. Namun semua yang dilakukan karena Allah akan tetap hidup, bahkan setelah jasadmu kembali menjadi tanah. Dan ketika suatu hari nanti seluruh dunia benar-benar melupakanmu… Semoga ada satu tempat yang tetap mengingatmu. Bukan di dalam ingatan manusia. Tetapi di sisi Rabbmu. Karena pada akhirnya, bukan seberapa banyak manusia mengenal namamu yang akan menyelamatkanmu. Melainkan seberapa dekat engkau hidup dengan Tuhanmu. Maka jangan habiskan hidupmu untuk menjadi penting di mata manusia. Habiskanlah hidupmu untuk menjadi hamba yang dicintai oleh Rabb semesta alam. ~ @The Feri Purwo  #fyp #feripurwo #selfreminder #muhasabahdiri #jumatberkah
Seandainya engkau tahu, Betapa cepatnya manusia melupakanmu setelah kematianmu. Mungkin hari ini engkau tidak akan terlalu sibuk mengejar tepuk tangan mereka. Tidak akan terlalu lelah menjaga citra. Tidak akan terlalu takut terhadap penilaian. Dan tidak akan terlalu sedih ketika tidak dihargai. Karena sesungguhnya, manusia memiliki ingatan yang pendek terhadap dunia. Hari ini namamu memenuhi percakapan. Besok mereka mulai sibuk dengan urusannya sendiri. Hari ini mereka memujimu. Besok mereka memuji orang lain. Hari ini mereka membencimu. Besok mereka menemukan orang baru untuk dibenci. Begitulah dunia. Ia tidak pernah berhenti bergerak. Filsafat kehidupan mengajarkan bahwa manusia sering mengorbankan ketenangan jiwanya demi mendapatkan sesuatu yang bahkan tidak bertahan lama: pengakuan. Kita rela mengubah diri agar disukai. Rela menyembunyikan kebenaran agar diterima. Rela memikul beban yang bukan milik kita hanya agar tidak mengecewakan manusia. Padahal orang-orang yang hari ini ingin kita bahagiakan dengan segala cara, suatu hari nanti akan kembali menjalani hidup mereka masing-masing. Sedangkan kita… Akan berdiri sendiri di hadapan Tuhan. Dan mungkin inilah tamparan halus yang paling perlu direnungkan: Saat engkau meninggal nanti, sebagian besar manusia hanya akan mengingatmu beberapa hari. Tetapi amalmu akan menemanimu selamanya. Rumahmu akan ditempati orang lain. Pekerjaanmu akan diteruskan orang lain. Jabatanmu akan digantikan orang lain. Nomormu akan dihapus dari ponsel. Percakapan tentangmu akan semakin jarang. Foto-fotomu akan semakin sedikit dibuka. Dan perlahan, dunia akan kembali berjalan seperti biasa. Bukan karena manusia tidak memiliki hati. Tetapi karena begitulah kehidupan diciptakan. Tidak ada seorang pun yang menjadi pusat dunia ini selamanya. Maka mengapa kita menghabiskan begitu banyak usia untuk mengejar penilaian yang sementara? Mengapa kita rela kehilangan kejujuran hanya agar dipuji? Mengapa kita takut dibenci manusia, tetapi tidak takut kehilangan kedekatan dengan Rabb yang menciptakan kita? Di masa depan, dunia akan semakin haus akan pengakuan. Manusia berlomba mencari perhatian. Mengukur nilai dirinya dari pujian. Menghitung harga dirinya dari banyaknya orang yang menyukai dirinya. Padahal semua itu berubah secepat arah angin. Hari ini dielu-elukan. Besok dilupakan. Hari ini dipuji. Besok dicela. Jika hidupmu bergantung pada penilaian manusia, maka ketenanganmu akan selalu ikut berubah bersama pendapat mereka. Kesadaran spiritual lahir ketika seseorang menyadari bahwa hidup ini bukan panggung untuk mencari tepuk tangan. Melainkan perjalanan untuk mencari ridha Allah. Karena hanya Allah yang mengenal air mata yang tidak pernah dilihat siapa pun. Hanya Allah yang mengetahui niat yang tersembunyi di balik setiap amal. Hanya Allah yang tetap mengingatmu ketika seluruh dunia telah melupakanmu. Maka jangan takut jika engkau tidak terkenal. Jangan sedih jika kebaikanmu tidak dipuji. Jangan kecewa jika pengorbananmu tidak dihargai. Sebab yang paling penting bukan siapa yang mengingat namamu di bumi. Tetapi apakah namamu disebut dengan kasih sayang di langit. Hiduplah dengan jujur. Berbuat baiklah meski tidak ada yang melihat. Menolonglah meski tidak ada yang berterima kasih. Beribadahlah meski tidak ada yang memuji. Karena semua yang dilakukan untuk manusia akan berhenti ketika manusia berpaling. Namun semua yang dilakukan karena Allah akan tetap hidup, bahkan setelah jasadmu kembali menjadi tanah. Dan ketika suatu hari nanti seluruh dunia benar-benar melupakanmu… Semoga ada satu tempat yang tetap mengingatmu. Bukan di dalam ingatan manusia. Tetapi di sisi Rabbmu. Karena pada akhirnya, bukan seberapa banyak manusia mengenal namamu yang akan menyelamatkanmu. Melainkan seberapa dekat engkau hidup dengan Tuhanmu. Maka jangan habiskan hidupmu untuk menjadi penting di mata manusia. Habiskanlah hidupmu untuk menjadi hamba yang dicintai oleh Rabb semesta alam. ~ @The Feri Purwo #fyp #feripurwo #selfreminder #muhasabahdiri #jumatberkah

About