Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@iamkhushi_03: #tikrok_india @classyboy @potti_bhanu
iamakash 03
Open In TikTok:
Region: IN
Thursday 07 May 2020 01:30:47 GMT
202
18
0
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.32MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.32MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @iamkhushi_03, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Kadang kita ini gampang banget dibikin panas dan marah sebelum benar-benar paham duduk perkaranya, kan? Begitu muncul judul berita provokatif: "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN", linimasa langsung meledak. Banyak yang nyinyir dan menuduh seolah-olah Presiden memakai uang rakyat demi ibadah pribadinya. Tahan dulu emosinya, mari kita pakai akal sehat. Konteksnya sama sekali BUKAN begitu! Kita harus mulai cerdas membedakan posisi: Ada Prabowo sebagai pribadi, dan ada beliau sebagai Kepala Negara. Sebagai pribadi, beliau tentu berkurban secara personal. Tapi, 1.098 sapi ini masuk dalam Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Namanya saja sudah jelas: bantuan untuk masyarakat! Kenapa pakai APBN? Ya karena ini memang program resmi bantuan masyarakat yang dimandatkan melalui jabatan Presiden, bukan program amal pribadi. Sapi-sapi ini disalurkan merata ke daerah-daerah pelosok, pesantren, ormas Islam, tokoh agama, dan masyarakat luas. Bantuan ini tidak masuk ke Istana, tidak untuk keluarga Presiden, dan apalagi untuk pesta para pejabat! Sebagai masyarakat, kita memang berhak dan wajib mengawasi. Silakan awasi penyalurannya! Apakah tepat sasaran? Apakah sampai ke masyarakat yang membutuhkan? Apakah transparan? Itu baru namanya kritik yang objektif dan sehat. Tapi, kalau dari awal narasinya sengaja dipelintir seolah-olah "Prabowo beramal pakai uang rakyat", itu bukan kritik. Itu adalah penggiringan opini yang licik. Kita bebas berbeda pilihan politik. Kita boleh tidak suka pada tokoh tertentu. Tapi, jangan sampai kebencian buta bikin kita ikut-ikutan menyebar fitnah dan menolak bantuan yang manfaatnya 100% kembali ke perut rakyat. Jadilah masyarakat yang cerdas, jangan mau diadu domba! 🇮🇩🐄🔥 #FaktaBicara #BanmasPresiden #SapiKurban #PrabowoSubianto #AkalSehat #LawanHoax #BantuanRakyat #NetizenCerdas #SikatMafia #IndonesiaMaju
#senegalaise_tik_tok🇸🇳 #viralvideos #pourtoi #percersurtiktok @💫ibzøõ prø★♠︎🔵🔴 @Ꮇ𝔸𐐛Ɩ𐊢𝗞 𝗕Ս Ⲣ𝞔DᏒƖ≈Ꮇ𝗕Ⲣ★ @𖣘🇸🇳𝑩𝑴𝑪💙❤️✪
@deepstorycast @sourafamiranda | Novas atitudes! #reflexão #ambiente #deepstory #deepstoryclipfy #clipfyleague
I haven’t gotten a chance to pull up to @Legendarycyphers‘s weekly summer cypher in union sq yet but randomly bumped into a bunch of its freestyle regulars last stream in SoHo, these dudes took the energy to another PLANET @T-BLAZE @Nate the Great @Yung J (and miky_hustles & eliblackmusic on insta)
Imagine buying a house and finding a locked safe inside… The owner died, no one knew the code — and now we’re about to see what he left behind.
#fypシ゚ #jamespov #pov #cortis " width="135" height="240">
Bagian 2 | POV: Makan malam selesai lebih cepat dari biasanya. Ayahmu menerima telepon kerja. Ibumu masuk dapur. Ruang makan mendadak sepi. Tersisa kamu… dan dia. James berdiri lebih dulu, merapikan lengan bajunya. “Lu selalu kek gitu ya?” Kamu mengernyit. “Apanya?” “Diam doang kalau dibandingin.” Nada suaranya datar. Kamu menyandarkan punggung ke kursi. “Ngelawan juga percuma.” “Enggak.” Kamu mendengus kecil. “Lu enak ngomong kek gitu karena lu yang selalu jadi standar perbandingan.” Hening sebentar. "Jadi standar perbandingan juga gak enak (Yn)." Suara nya berubah menjadi serius. "Mereka ngebandingin lu karena mereka gabisa capai ekspektasi mereka sendiri." James pergi meninggalkanmu diam di kursi dengan pikiran yang berantakan. Kalimat yang baru saja ia lontarkan terngiang di pikiran mu. Itu bukan kalimat yang seharusnya keluar dari mulutnya. Harusnya dia sombong. Santai. Tidak peduli. Tapi dia justru– Aneh. ——— Kamu akhirnya berdiri meninggalkan dapur. Saat melewati kamar orang tuamu, kamu mendengar perbincangan mereka. "Menurutku ini waktu yang tepat buat jodohkan (Yn) dan James" Suara ibumu. Deg. Mendengar ucapan ibumu terasa disambar petir di siang bolong. Dijodohkan? dan calon nya itu James?. Suara ayahmu menyusul pelan, "Kamu yakin James bakal mau?" Kamu menahan napas. Ibumu lanjut bicara, nada suaranya seperti orang yang sedang merencanakan sesuatu besar. “Aku yakin. Kalau mereka dijodohin, hubungan keluarga kita dan Narottama makin erat," Ibumu melanjutkan, "Masa depan (Yn) juga pasti aman. James anaknya jelas. Pintar, bertanggung jawab, dan masa depan nya juga udah terjamin.” Sunyi sebentar. Lalu— “Daripada (Yn) nyusahin keluarga kita doang, mending nikahin aja tuh anak.” Kalimat itu terasa seperti tusukan kecil. Ayahmu menghela nafas. "(Yn) tuh keras kepala, dia denger rencana kita ini aja pasti dia bakal berontak." "Makanya jangan bilang ke mereka dulu," Jawab ibumu cepat. "(Yn) kurang dekat ama James, biarin mereka makin dekat dulu" Langit-langit terasa mendadak rendah. Udara terasa berat. Kaki mu melemas. Kamu berdiri di depan kamar ibumu dengan tangan mengepal hingga jari-jarimu memutih. Kamu mundur perlahan dengan pikiran yang masih kacau menjadi lebih kacau. 𝘒𝘳𝘪𝘦𝘦𝘵𝘵 Kamu tak sadar menabrak meja kecil dibelakangmu, memicu suara deritan kecil. Percakapan orang tua mu langsung berhenti. Kamu refleks mundur dan pergi. Panik langsung menjalar di dadamu. Kamu berlari menaiki tangga hendak pergi ke kamar. Pandanganmu tidak fokus kedepan sehingga kamu menabrak seseorang. Tangan yang cukup besar menangkup pinggangmu supaya kamu tak jatuh. James. Posisi yang sangat dekat. Mata kalian terkunci satu sama lain. "Buru buru amat" Kesadaranmu kembali karena James memecah suasana. Kamu langsung sedikit menjauh dari James. "Bukan urusan lo." Jawabmu ketus. James tersenyum tipis melihat respon ketusmu, tidak pernah berubah. Tak lama ibumu meneriaki James dari lantai bawah, yang hanya beda beberapa anak tangga "James! mau pulang atau nginep dulu?" James menatapmu dan mengambil posisi mengikis jarak antara kalian berdua dengan tangannya berada di saku celana. "Menurut lu?— nginep gak?" Kamu menelan ludah. "Gak." James tersenyum. "Iya tante James nginep." Kamu menatap James dengan tatapan tajam. Orang bilang gak dia malah iya. "Bagus!" Seru ibumu. "Kamarnya udah disiapin." "Iya tante makasih" Jawab James, lalu menatap (Yn) sumringah sebelum pergi ke kamarnya. "Good night, cantik." James pun pergi meninggalkanmu yang melihatnya dengan tatapan malas dan geli melihat tingkah anehnya itu. ——— Lanjut di komen> #fypシ゚ #jamespov #pov #cortis
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy