@umesh__gadkade: एक टकले को देखा तो ऐसा लगा😂😂😁#viral #foryour #foryoupage #lifebuoykarona #amittomer02 #amittomre02 @s1yuvraj555 @amittomer02 @vicky_raghuvanshi

umesh__ gadkade_
umesh__ gadkade_
Open In TikTok:
Region: IN
Monday 18 May 2020 15:06:31 GMT
1112
52
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @umesh__gadkade, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Laporan Jurnalistik Misteri Arak-Arakan Hantu Dadong (Nenek) di Gerbang Candi Kuno Bali. Bali — Di sebuah desa terpencil yang dikelilingi hutan lebat dan rawa berkabut, beredar sebuah kisah yang tidak tercatat dalam legenda maupun cerita rakyat Bali yang dikenal luas. Kisah tersebut hanya dituturkan secara turun-temurun oleh sebagian warga setempat dan dikenal dengan sebutan Arak-Arakan Hantu Dadong. Menurut penuturan warga, fenomena itu hanya muncul pada malam-malam tertentu ketika kabut turun sangat tebal hingga menyelimuti seluruh kawasan hutan. Menjelang tengah malam, puluhan sosok perempuan lanjut usia perlahan keluar dari balik pepohonan. Mereka mengenakan kebaya Bali lusuh yang dipenuhi lumpur. Rambut putih disanggul rapi. Kulit mereka pucat keabu-abuan menyerupai mayat dengan keriput yang sangat dalam. Wajah mereka menampilkan ekspresi datar dan dingin tanpa sedikit pun emosi. Bola mata berwarna krem pucat tanpa pupil menatap lurus ke depan tanpa pernah berkedip. Tidak ada yang berbicara. Tidak ada yang saling menoleh. Seluruh rombongan hanya berjalan perlahan dalam keheningan. ⸻ Tim dokumentasi yang melakukan observasi di kawasan tersebut melaporkan bahwa arak-arakan itu selalu bergerak menuju sebuah rawa tua yang airnya mencapai pinggang orang dewasa. Langkah mereka serempak. Pelan. Teratur. Kabut semakin tebal ketika mereka mendekati sebuah gerbang candi kuno yang dipenuhi lumut dan akar pepohonan. Tanpa berhenti, satu per satu mereka melintasi gerbang batu tersebut. Sesaat kemudian, tubuh mereka perlahan menghilang ditelan kabut. ⸻ Rekaman video yang diperoleh tim dokumentasi memperlihatkan kejanggalan yang tidak tampak oleh mata secara langsung. Melalui layar kamera, jumlah sosok yang terlihat jauh lebih banyak dibandingkan pengamatan di lokasi. Barisan itu membentang memenuhi rawa hingga menghilang di balik kabut, membentuk arak-arakan panjang yang seolah tidak memiliki ujung. Seluruh sosok memiliki penampilan yang hampir seragam. Wajah pucat menyerupai mayat. Kulit keriput. Ekspresi datar tanpa emosi. Bola mata krem tanpa pupil. Tidak satu pun menoleh ke arah kamera. ⸻ Beberapa saat setelah rombongan terakhir melewati gerbang candi, seluruh kawasan kembali sunyi. Kabut perlahan menutup jalan menuju candi. Tak terdengar lagi suara langkah kaki. Tak terlihat lagi satu pun sosok. Rawa kembali tenang seolah tidak pernah dilalui siapa pun. ⸻ Menurut penuturan sejumlah praktisi spiritual, fenomena tersebut kerap ditafsirkan sebagai kemunculan arwah manusia yang diyakini masih berada di alam dunia karena berbagai alasan. Dalam sejumlah kepercayaan spiritual, arwah-arwah tersebut dipercaya belum melanjutkan perjalanannya karena masih memiliki keterikatan, penyesalan, atau tujuan tertentu yang belum terselesaikan. Meski demikian, pandangan tersebut merupakan bagian dari keyakinan spiritual dan belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Hingga kini belum terdapat bukti empiris yang dapat menjelaskan fenomena sebagaimana diceritakan dalam laporan ini. Keberadaan Arak-Arakan Hantu Dadong masih berada dalam ranah cerita tutur, pengalaman pribadi, dan kepercayaan masyarakat yang berkembang di lingkungan setempat. ⸻ Catatan Redaksi: Tulisan ini merupakan karya fiksi horor bergaya dokumenter jurnalistik. “Arak-Arakan Hantu Dadong” adalah cerita fiksi yang terinspirasi oleh suasana mistis Bali dan tidak merujuk pada legenda, mitos, maupun kepercayaan resmi masyarakat Bali. Penggunaan istilah Dadong dalam cerita ini semata-mata sebagai unsur naratif dan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan budaya atau tradisi Bali sebagai fakta supranatural.
Laporan Jurnalistik Misteri Arak-Arakan Hantu Dadong (Nenek) di Gerbang Candi Kuno Bali. Bali — Di sebuah desa terpencil yang dikelilingi hutan lebat dan rawa berkabut, beredar sebuah kisah yang tidak tercatat dalam legenda maupun cerita rakyat Bali yang dikenal luas. Kisah tersebut hanya dituturkan secara turun-temurun oleh sebagian warga setempat dan dikenal dengan sebutan Arak-Arakan Hantu Dadong. Menurut penuturan warga, fenomena itu hanya muncul pada malam-malam tertentu ketika kabut turun sangat tebal hingga menyelimuti seluruh kawasan hutan. Menjelang tengah malam, puluhan sosok perempuan lanjut usia perlahan keluar dari balik pepohonan. Mereka mengenakan kebaya Bali lusuh yang dipenuhi lumpur. Rambut putih disanggul rapi. Kulit mereka pucat keabu-abuan menyerupai mayat dengan keriput yang sangat dalam. Wajah mereka menampilkan ekspresi datar dan dingin tanpa sedikit pun emosi. Bola mata berwarna krem pucat tanpa pupil menatap lurus ke depan tanpa pernah berkedip. Tidak ada yang berbicara. Tidak ada yang saling menoleh. Seluruh rombongan hanya berjalan perlahan dalam keheningan. ⸻ Tim dokumentasi yang melakukan observasi di kawasan tersebut melaporkan bahwa arak-arakan itu selalu bergerak menuju sebuah rawa tua yang airnya mencapai pinggang orang dewasa. Langkah mereka serempak. Pelan. Teratur. Kabut semakin tebal ketika mereka mendekati sebuah gerbang candi kuno yang dipenuhi lumut dan akar pepohonan. Tanpa berhenti, satu per satu mereka melintasi gerbang batu tersebut. Sesaat kemudian, tubuh mereka perlahan menghilang ditelan kabut. ⸻ Rekaman video yang diperoleh tim dokumentasi memperlihatkan kejanggalan yang tidak tampak oleh mata secara langsung. Melalui layar kamera, jumlah sosok yang terlihat jauh lebih banyak dibandingkan pengamatan di lokasi. Barisan itu membentang memenuhi rawa hingga menghilang di balik kabut, membentuk arak-arakan panjang yang seolah tidak memiliki ujung. Seluruh sosok memiliki penampilan yang hampir seragam. Wajah pucat menyerupai mayat. Kulit keriput. Ekspresi datar tanpa emosi. Bola mata krem tanpa pupil. Tidak satu pun menoleh ke arah kamera. ⸻ Beberapa saat setelah rombongan terakhir melewati gerbang candi, seluruh kawasan kembali sunyi. Kabut perlahan menutup jalan menuju candi. Tak terdengar lagi suara langkah kaki. Tak terlihat lagi satu pun sosok. Rawa kembali tenang seolah tidak pernah dilalui siapa pun. ⸻ Menurut penuturan sejumlah praktisi spiritual, fenomena tersebut kerap ditafsirkan sebagai kemunculan arwah manusia yang diyakini masih berada di alam dunia karena berbagai alasan. Dalam sejumlah kepercayaan spiritual, arwah-arwah tersebut dipercaya belum melanjutkan perjalanannya karena masih memiliki keterikatan, penyesalan, atau tujuan tertentu yang belum terselesaikan. Meski demikian, pandangan tersebut merupakan bagian dari keyakinan spiritual dan belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Hingga kini belum terdapat bukti empiris yang dapat menjelaskan fenomena sebagaimana diceritakan dalam laporan ini. Keberadaan Arak-Arakan Hantu Dadong masih berada dalam ranah cerita tutur, pengalaman pribadi, dan kepercayaan masyarakat yang berkembang di lingkungan setempat. ⸻ Catatan Redaksi: Tulisan ini merupakan karya fiksi horor bergaya dokumenter jurnalistik. “Arak-Arakan Hantu Dadong” adalah cerita fiksi yang terinspirasi oleh suasana mistis Bali dan tidak merujuk pada legenda, mitos, maupun kepercayaan resmi masyarakat Bali. Penggunaan istilah Dadong dalam cerita ini semata-mata sebagai unsur naratif dan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan budaya atau tradisi Bali sebagai fakta supranatural.

About