@jaweriasaleemofficial:

Jaweria Saleem 🇺🇸
Jaweria Saleem 🇺🇸
Open In TikTok:
Region: CA
Thursday 28 May 2020 22:55:00 GMT
2580
185
1
5

Music

Download

Comments

queen.sanna.official2
queen.sanna.official2 :
Aslamualykum
2026-04-02 15:36:39
0
To see more videos from user @jaweriasaleemofficial, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Jembatan Ampera di Palembang, Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap di tengah peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu (14/10) sore. Salah satu warga Palembang, Suci Fitria, mengaku mengalami sesak napas, mata perih, pusing, hingga mual akibat paparan kabut asap. “Karena asap pastinya sesak nafas, mata perih. Jarak pandang saat berkendara juga berkurang karena asap tebal,” ujar Fitria kepada Tirto, Rabu (14/10). “Jadi kecapean karena kebanyakan hirup asap. Mata juga panas banget, pusing dan mual jadinya,” lanjutnya. Sementara itu, jumlah titik panas di Sumatra Selatan mulai menurun. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, terdapat 891 titik panas dalam pemantauan 24 jam hingga Rabu pukul 06.00 WIB, turun dari 1.324 titik pada Selasa (13/10). Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 625 titik. Untuk mengurangi debu dan residu kebakaran, petugas pemadam kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumatra Selatan melakukan penyemprotan air di sejumlah ruas jalan. Penyemprotan menggunakan metode *water mist* tersebut dilakukan dengan melintasi Jembatan Ampera. Sebanyak 10.000 liter air disemprotkan setiap hari sejak Minggu (11/10). Upaya tersebut dilakukan di tengah kualitas udara Palembang yang masih mengkhawatirkan. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) PM2.5 pada Rabu pukul 06.00 WIB, kualitas udara Palembang mencapai angka 492 atau masuk kategori berbahaya. Penulis/Editor: Hanun Hanifah Produser: Fadli Rizal #TirtoDaily #KabutAsap #KebakaranSumatra #Karhutla #JembatanAmpera #Palembang
Jembatan Ampera di Palembang, Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap di tengah peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu (14/10) sore. Salah satu warga Palembang, Suci Fitria, mengaku mengalami sesak napas, mata perih, pusing, hingga mual akibat paparan kabut asap. “Karena asap pastinya sesak nafas, mata perih. Jarak pandang saat berkendara juga berkurang karena asap tebal,” ujar Fitria kepada Tirto, Rabu (14/10). “Jadi kecapean karena kebanyakan hirup asap. Mata juga panas banget, pusing dan mual jadinya,” lanjutnya. Sementara itu, jumlah titik panas di Sumatra Selatan mulai menurun. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, terdapat 891 titik panas dalam pemantauan 24 jam hingga Rabu pukul 06.00 WIB, turun dari 1.324 titik pada Selasa (13/10). Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 625 titik. Untuk mengurangi debu dan residu kebakaran, petugas pemadam kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumatra Selatan melakukan penyemprotan air di sejumlah ruas jalan. Penyemprotan menggunakan metode *water mist* tersebut dilakukan dengan melintasi Jembatan Ampera. Sebanyak 10.000 liter air disemprotkan setiap hari sejak Minggu (11/10). Upaya tersebut dilakukan di tengah kualitas udara Palembang yang masih mengkhawatirkan. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) PM2.5 pada Rabu pukul 06.00 WIB, kualitas udara Palembang mencapai angka 492 atau masuk kategori berbahaya. Penulis/Editor: Hanun Hanifah Produser: Fadli Rizal #TirtoDaily #KabutAsap #KebakaranSumatra #Karhutla #JembatanAmpera #Palembang

About