@harsh__bharwad: #imnotamodel ❤️❤️❤️wait till the end

harsh__bharwad
harsh__bharwad
Open In TikTok:
Region: IN
Wednesday 10 June 2020 09:16:28 GMT
20217
2208
26
0

Music

Download

Comments

gopal_shepherd815
Gopal_Bharwad_🦁 :
Ha Bhai ha
2020-06-10 17:16:27
6
user037618561
anjali ahir :
jay dwarkadhis🙏
2020-06-11 02:58:36
5
sanajy35
♠️Raja thakar vaIa👑 :
હા મોજ
2020-06-10 10:56:36
3
sateen.saraiya2823
SateeN. SaraiyA..1 :
ha kaleja
2020-06-12 01:23:47
3
tejal.ahir
tejal.ahir :
nice 👌
2020-06-11 08:37:50
3
user96694976
Bhavesh Bharwad :
હા હાવજ હા 🦁🦁
2020-06-11 06:50:07
3
jayram_rabari_
જયરામ રબારી રંજ્યા :
Jay Dwarkadhish BhAi
2020-06-11 02:37:01
3
vanrajbharavad
Vanraj Bharavad :
જય મુરલીધર
2020-06-10 16:56:17
3
user856870471093894
Bharvad :
ha ha bhai
2020-06-10 15:42:54
3
miss_bharvadhn
miss ભરવાડણ :
moj moj 😄
2020-06-10 12:58:28
3
toralprajapati26.4
t.prjpt :
super clicked 👌👌✌️
2020-06-10 12:48:09
3
user57146235
user8539378277986 :
jay thakar
2020-06-10 15:55:00
2
bharvadakashbharv
Bharvadakash Bharvad :
Jay thakar
2020-06-13 07:07:36
2
manveer_rajput1
veer :
Areeee_Wahhhhh...
2020-06-12 05:55:38
2
jigneshsaraiya2242
@JIGNESH ..BHARVAD :
ha harsh bhai
2020-06-10 10:32:27
2
himmatbharwad664
Himmat.bharwad... :
ha moj haa
2020-06-10 11:48:57
2
gopalmundhvagopal
Gopal mundhva Gopal :
ha mojj haa
2020-06-11 07:44:36
2
user96694976
Bhavesh Bharwad :
ભાઈ ભાઈ
2020-06-11 06:50:16
2
gautamsaraiya5
Gautam Saraiya :
ha bhai
2020-06-10 12:34:15
2
gaupalmaldhari
GOPAL BHARWAD :
Jay thakar
2020-06-11 04:40:30
2
bakul1412
Bakul Parmar :
superb video harshbhai
2020-06-10 17:49:23
2
jagmal5556
Jagmal 5556 :
ha bro ha. aaaaaaaa Jay dvarkadhish
2020-06-10 14:09:08
2
natkhat_gamara_7777
નટખટ_ગમારા_7777 :
Jay thakar bro
2020-06-10 14:24:31
2
manishvala1
Manish Vala :
nice bhai
2020-06-11 04:35:20
1
mojilibharvadan
s.. bharvad :
👌🔥🔥
2020-06-15 15:06:08
1
To see more videos from user @harsh__bharwad, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Saat Dwarapala Terbangun di Pura Luhur Tanah Lot‼️ Kabut laut turun perlahan menyelimuti pelataran Pura Luhur Tanah Lot. Ombak menghantam karang dengan irama berat, seolah menjadi genderang alam yang mengiringi malam. Air sedang pasang. Jalur batu menuju pura telah tertutup laut. Tak ada manusia tersisa—hanya pelita yang berkelip diterpa angin asin. Di gerbang candi bentar, arca penjaga berdiri kokoh. Wajahnya menyeramkan, mata melotot, taring mencuat, tubuh kekar menggenggam gada besar. Ia adalah Dwarapala—penjaga gerbang suci. Namun malam itu, ia perlahan membuka mata. Aura pura bergetar. Dari arah laut terdengar suara cekikikan lirih, bercampur desir ombak. Kabut menebal, berputar membentuk pusaran. Dari dalamnya muncul sosok melayang—rambut panjang terurai, wajahnya berubah-ubah. Kadang wanita renta, kadang jelita, kadang tengkorak menyeringai. Leak. Ia melayang mendekati gerbang, mencoba menembus batas tak kasat mata yang melindungi pura. Udara mendadak berat. Api pelita memanjang seperti hendak padam. Batu pada tubuh Dwarapala retak oleh cahaya merah yang menyala dari dalam. Ia melangkah turun dari posisinya. Setiap pijakannya membuat tanah karang bergetar. “Ini wilayah suci. Mundur,” suaranya menggema di antara debur ombak. Leak tertawa melengking. Rambutnya memanjang seperti tentakel hitam, mencoba meraih pelataran. Angin laut berputar kencang. Dwarapala mengangkat gadanya tinggi-tinggi. LETAK! Gada dihantamkan ke batu karang. Gelombang cahaya keemasan menyebar, membentuk lingkaran energi yang membentur sosok melayang itu. Leak terhempas, namun belum menyerah. Ia berubah menjadi asap hitam, menyelinap di sela-sela kabut, mencoba masuk dari sisi lain. Langit di atas Tanah Lot menggelap. Dwarapala melompat ke depan, menghentakkan gadanya sekali lagi. BRAK! Benturan itu tak menyentuh tubuh, melainkan menghantam pusaran energi gelap yang menjadi sumber kekuatannya. Ombak mendadak naik tinggi, seakan turut membantu menjaga kesucian pura. Leak menjerit panjang. Wujudnya terpecah—antara cantik dan mengerikan—sebelum akhirnya terbakar cahaya suci. Asap hitamnya tercerai-berai, tersapu angin laut menjauh dari batas pura. Sekejap, semuanya hening. Ombak kembali berirama biasa. Pelita menyala stabil. Kabut menipis. Dwarapala berdiri di ambang gerbang. Cahaya dalam tubuhnya meredup. Retakan di kulit batunya menutup kembali. Ia kembali ke posisinya, membeku menjadi arca. Namun sebelum matanya sepenuhnya menjadi batu, terdengar bisikan yang menyatu dengan desir ombak: “Selama doa masih terucap dan niat tetap suci, tak ada kegelapan yang mampu menembus gerbang ini.” Dan ketika para wisatawan datang keesokan harinya, tak seorang pun menyadari—bahwa semalam, di tengah pasang laut Tanah Lot, pertempuran antara cahaya dan kegelapan baru saja terjadi. #ceritahoror #horrormedia #dwarapala #bali #tanahlot
Saat Dwarapala Terbangun di Pura Luhur Tanah Lot‼️ Kabut laut turun perlahan menyelimuti pelataran Pura Luhur Tanah Lot. Ombak menghantam karang dengan irama berat, seolah menjadi genderang alam yang mengiringi malam. Air sedang pasang. Jalur batu menuju pura telah tertutup laut. Tak ada manusia tersisa—hanya pelita yang berkelip diterpa angin asin. Di gerbang candi bentar, arca penjaga berdiri kokoh. Wajahnya menyeramkan, mata melotot, taring mencuat, tubuh kekar menggenggam gada besar. Ia adalah Dwarapala—penjaga gerbang suci. Namun malam itu, ia perlahan membuka mata. Aura pura bergetar. Dari arah laut terdengar suara cekikikan lirih, bercampur desir ombak. Kabut menebal, berputar membentuk pusaran. Dari dalamnya muncul sosok melayang—rambut panjang terurai, wajahnya berubah-ubah. Kadang wanita renta, kadang jelita, kadang tengkorak menyeringai. Leak. Ia melayang mendekati gerbang, mencoba menembus batas tak kasat mata yang melindungi pura. Udara mendadak berat. Api pelita memanjang seperti hendak padam. Batu pada tubuh Dwarapala retak oleh cahaya merah yang menyala dari dalam. Ia melangkah turun dari posisinya. Setiap pijakannya membuat tanah karang bergetar. “Ini wilayah suci. Mundur,” suaranya menggema di antara debur ombak. Leak tertawa melengking. Rambutnya memanjang seperti tentakel hitam, mencoba meraih pelataran. Angin laut berputar kencang. Dwarapala mengangkat gadanya tinggi-tinggi. LETAK! Gada dihantamkan ke batu karang. Gelombang cahaya keemasan menyebar, membentuk lingkaran energi yang membentur sosok melayang itu. Leak terhempas, namun belum menyerah. Ia berubah menjadi asap hitam, menyelinap di sela-sela kabut, mencoba masuk dari sisi lain. Langit di atas Tanah Lot menggelap. Dwarapala melompat ke depan, menghentakkan gadanya sekali lagi. BRAK! Benturan itu tak menyentuh tubuh, melainkan menghantam pusaran energi gelap yang menjadi sumber kekuatannya. Ombak mendadak naik tinggi, seakan turut membantu menjaga kesucian pura. Leak menjerit panjang. Wujudnya terpecah—antara cantik dan mengerikan—sebelum akhirnya terbakar cahaya suci. Asap hitamnya tercerai-berai, tersapu angin laut menjauh dari batas pura. Sekejap, semuanya hening. Ombak kembali berirama biasa. Pelita menyala stabil. Kabut menipis. Dwarapala berdiri di ambang gerbang. Cahaya dalam tubuhnya meredup. Retakan di kulit batunya menutup kembali. Ia kembali ke posisinya, membeku menjadi arca. Namun sebelum matanya sepenuhnya menjadi batu, terdengar bisikan yang menyatu dengan desir ombak: “Selama doa masih terucap dan niat tetap suci, tak ada kegelapan yang mampu menembus gerbang ini.” Dan ketika para wisatawan datang keesokan harinya, tak seorang pun menyadari—bahwa semalam, di tengah pasang laut Tanah Lot, pertempuran antara cahaya dan kegelapan baru saja terjadi. #ceritahoror #horrormedia #dwarapala #bali #tanahlot

About