@rockstar.manoj: #tiktokodish #foryoupage #callforodia #pragya #pragyancomedy #tiktokodisha #odia #bhadrak #balasore #bbsr #tiktokodia #HainTaiyaarHum

manoj kumar
manoj kumar
Open In TikTok:
Region: IN
Wednesday 10 June 2020 13:16:21 GMT
914
100
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @rockstar.manoj, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Lampu LED biru dahulu dianggap sangat sulit dibuat karena para ilmuwan mengalami kesulitan menemukan bahan semikonduktor yang dapat menghasilkan cahaya biru secara terang, efisien, dan tahan lama. LED merupakan singkatan dari Light Emitting Diode, yaitu komponen elektronik yang dapat menghasilkan cahaya ketika dialiri listrik. Cahaya LED dihasilkan ketika elektron dan lubang elektron bergabung kembali dan melepaskan energi dalam bentuk foton. Cahaya biru membutuhkan energi foton yang lebih besar daripada cahaya merah, sehingga diperlukan bahan semikonduktor dengan celah pita energi yang sesuai. Salah satu bahan yang cocok untuk membuat LED biru adalah galium nitrida (GaN). Namun, pada awalnya para ilmuwan kesulitan membuat kristal GaN berkualitas tinggi dan menghasilkan lapisan semikonduktor tipe-p yang diperlukan agar LED dapat bekerja dengan baik. Bagaimana Shuji Nakamura Membuat LED Biru? Shuji Nakamura adalah ilmuwan Jepang yang berhasil mengembangkan LED biru terang pada awal 1990-an. Ia bekerja di perusahaan Nichia dan melakukan berbagai penelitian untuk mengatasi masalah yang dihadapi para ilmuwan sebelumnya. Pertama, Nakamura menggunakan galium nitrida (GaN) sebagai bahan utama karena memiliki sifat yang sesuai untuk menghasilkan cahaya biru. Ia mengembangkan teknik pertumbuhan kristal menggunakan metode MOCVD, yaitu metode untuk menumbuhkan lapisan semikonduktor tipis melalui reaksi kimia dalam fase gas. Kedua, ia mengembangkan lapisan penyangga yang membantu pertumbuhan kristal GaN menjadi lebih baik. Hal ini penting karena kristal yang memiliki terlalu banyak cacat dapat mengurangi kinerja LED. Ketiga, Nakamura berhasil mengembangkan cara membuat GaN tipe-p dengan memanaskan bahan GaN yang telah diberi magnesium. Pemanasan tersebut membantu menghilangkan hidrogen yang menghambat fungsi magnesium, sehingga bahan dapat menghantarkan muatan positif secara efektif. Penemuan ini menjadi salah satu terobosan penting dalam pembuatan LED biru. Keempat, Nakamura mengembangkan struktur semikonduktor yang lebih efektif dan menggunakan indium galium nitrida (InGaN) pada bagian aktif LED. Struktur ini membantu elektron dan lubang elektron bergabung kembali sehingga menghasilkan cahaya biru yang lebih terang dan efisien. Pada tahun 1993, perusahaan Nichia mengumumkan LED biru terang hasil pengembangan tersebut. Penemuan ini menjadi terobosan besar dalam teknologi pencahayaan. Mengapa Penemuan LED Biru Penting? Penemuan LED biru memungkinkan pembuatan lampu LED putih yang hemat energi. Caranya adalah dengan menggabungkan cahaya biru dengan bahan fosfor yang mengubah sebagian cahaya menjadi warna lain sehingga menghasilkan cahaya putih. Berkat penemuan LED biru yang efisien, teknologi lampu LED modern dapat berkembang dan digunakan secara luas di rumah, sekolah, layar elektronik, serta berbagai perangkat lainnya. Pada tahun 2014, Shuji Nakamura bersama Isamu Akasaki dan Hiroshi Amano menerima Hadiah Nobel Fisika atas penemuan LED biru efisien yang memungkinkan sumber cahaya putih yang terang dan hemat energi. Kesimpulan Lampu LED biru dahulu sangat sulit dibuat karena membutuhkan bahan semikonduktor dengan celah pita energi yang besar, kristal berkualitas tinggi, dan lapisan tipe-p yang dapat bekerja dengan baik. Shuji Nakamura berhasil mengatasi beberapa masalah tersebut melalui penelitian tentang pertumbuhan kristal GaN, pemanasan GaN yang diberi magnesium, serta pengembangan struktur LED menggunakan InGaN. Penemuannya membantu menghasilkan LED biru yang terang dan efisien serta memungkinkan perkembangan lampu LED putih hemat energi yang digunakan hingga sekarang. #LED#blue#fyp#shujinakamura#GaN
Lampu LED biru dahulu dianggap sangat sulit dibuat karena para ilmuwan mengalami kesulitan menemukan bahan semikonduktor yang dapat menghasilkan cahaya biru secara terang, efisien, dan tahan lama. LED merupakan singkatan dari Light Emitting Diode, yaitu komponen elektronik yang dapat menghasilkan cahaya ketika dialiri listrik. Cahaya LED dihasilkan ketika elektron dan lubang elektron bergabung kembali dan melepaskan energi dalam bentuk foton. Cahaya biru membutuhkan energi foton yang lebih besar daripada cahaya merah, sehingga diperlukan bahan semikonduktor dengan celah pita energi yang sesuai. Salah satu bahan yang cocok untuk membuat LED biru adalah galium nitrida (GaN). Namun, pada awalnya para ilmuwan kesulitan membuat kristal GaN berkualitas tinggi dan menghasilkan lapisan semikonduktor tipe-p yang diperlukan agar LED dapat bekerja dengan baik. Bagaimana Shuji Nakamura Membuat LED Biru? Shuji Nakamura adalah ilmuwan Jepang yang berhasil mengembangkan LED biru terang pada awal 1990-an. Ia bekerja di perusahaan Nichia dan melakukan berbagai penelitian untuk mengatasi masalah yang dihadapi para ilmuwan sebelumnya. Pertama, Nakamura menggunakan galium nitrida (GaN) sebagai bahan utama karena memiliki sifat yang sesuai untuk menghasilkan cahaya biru. Ia mengembangkan teknik pertumbuhan kristal menggunakan metode MOCVD, yaitu metode untuk menumbuhkan lapisan semikonduktor tipis melalui reaksi kimia dalam fase gas. Kedua, ia mengembangkan lapisan penyangga yang membantu pertumbuhan kristal GaN menjadi lebih baik. Hal ini penting karena kristal yang memiliki terlalu banyak cacat dapat mengurangi kinerja LED. Ketiga, Nakamura berhasil mengembangkan cara membuat GaN tipe-p dengan memanaskan bahan GaN yang telah diberi magnesium. Pemanasan tersebut membantu menghilangkan hidrogen yang menghambat fungsi magnesium, sehingga bahan dapat menghantarkan muatan positif secara efektif. Penemuan ini menjadi salah satu terobosan penting dalam pembuatan LED biru. Keempat, Nakamura mengembangkan struktur semikonduktor yang lebih efektif dan menggunakan indium galium nitrida (InGaN) pada bagian aktif LED. Struktur ini membantu elektron dan lubang elektron bergabung kembali sehingga menghasilkan cahaya biru yang lebih terang dan efisien. Pada tahun 1993, perusahaan Nichia mengumumkan LED biru terang hasil pengembangan tersebut. Penemuan ini menjadi terobosan besar dalam teknologi pencahayaan. Mengapa Penemuan LED Biru Penting? Penemuan LED biru memungkinkan pembuatan lampu LED putih yang hemat energi. Caranya adalah dengan menggabungkan cahaya biru dengan bahan fosfor yang mengubah sebagian cahaya menjadi warna lain sehingga menghasilkan cahaya putih. Berkat penemuan LED biru yang efisien, teknologi lampu LED modern dapat berkembang dan digunakan secara luas di rumah, sekolah, layar elektronik, serta berbagai perangkat lainnya. Pada tahun 2014, Shuji Nakamura bersama Isamu Akasaki dan Hiroshi Amano menerima Hadiah Nobel Fisika atas penemuan LED biru efisien yang memungkinkan sumber cahaya putih yang terang dan hemat energi. Kesimpulan Lampu LED biru dahulu sangat sulit dibuat karena membutuhkan bahan semikonduktor dengan celah pita energi yang besar, kristal berkualitas tinggi, dan lapisan tipe-p yang dapat bekerja dengan baik. Shuji Nakamura berhasil mengatasi beberapa masalah tersebut melalui penelitian tentang pertumbuhan kristal GaN, pemanasan GaN yang diberi magnesium, serta pengembangan struktur LED menggunakan InGaN. Penemuannya membantu menghasilkan LED biru yang terang dan efisien serta memungkinkan perkembangan lampu LED putih hemat energi yang digunakan hingga sekarang. #LED#blue#fyp#shujinakamura#GaN

About