Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@smilingchintu: new style 💕#odiamuser #callforodia #tiktokodisha #foryoupage #tiktokindia #tiktok_india #foryou #expression #trending @tiktok_india @tiktok
Tapan Ku Nayak Chint
Open In TikTok:
Region: IN
Monday 29 June 2020 15:05:36 GMT
1367
170
4
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.82MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.82MB
)
Watermark .mp4 (
2.1MB
)
Music .mp3
Comments
Nancy01 :
I Love You ji
2020-06-29 15:35:37
2
user3002038466064 :
nice
2020-06-29 15:09:41
1
MikunMahakul :
💗✉✉💗✉✉💗 💗✉✉💗✉✉✉ 💗💗💗💗✉✉💗 💗✉✉💗✉✉💗 💗✉✉💗✉✉💗
2020-06-29 16:50:18
1
M Kusum :
beautiful 😍😍
2020-06-29 17:13:27
0
To see more videos from user @smilingchintu, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
اللهم. احفظ هذا البلد وسائر بلاد المسلمين يارب العالمين
Ai học chung không? #xh
Malam baru saja turun setelah magrib. Angin dari sawah membawa bau tanah basah. Jalan setapak itu gelap, hanya diterangi cahaya obor yang dibawa Mbah sepulang dari kebun. Di tangan satunya, tongkat kayu tua menemani langkahnya yang pelan. “Lho kok sampai malam begini…” gumamnya lelah. Saat memasuki jalan setapak sempit, suasana mendadak berubah dingin. Daun pisang bergetar pelan, padahal angin hampir tak terasa. Sreet… sreet… Seperti ada yang mengikuti. Mbah berhenti. Pelan-pelan ia menoleh ke belakang. Di ujung jalan setapak, berdiri sosok perempuan berambut panjang menutupi wajah. Pakaiannya putih kusam. Kakinya… menggantung, tidak menyentuh tanah. Kuntilanak. Sosok itu bergerak mendekat sambil cekikikan pelan. “Weeh ono wong tuo…” (Weh, ada orang tua…) Biasanya orang akan lari terbirit-birit. Tapi tidak dengan Mbah. Ia malah mendengus kesal. “Lha kok ganggu wae sih… aku kesel iki!” (Kenapa sih ganggu terus… saya capek ini!) Kuntilanak makin dekat, rambutnya bergerak seperti hidup. “Hihihihi… Mbaaah…” (Hihihihi… Mbah…) Belum sempat menyentuh— PLAK! Mbah langsung mengayunkan obor dan ngepruk kepala kuntilanak (memukul keras). Kuntilanak langsung mundur sambil memegangi kepalanya. “Asu… ndasku mumet!” (Sial… kepalaku pusing!) Ia meringis kesakitan, sedikit terhuyung di udara. Tidak ada api, hanya rasa sakit dari pukulan itu. Namun bukannya pergi… kuntilanak itu malah semakin marah. Dengan suara melengking, ia kembali menerjang. “HIIIIH!!” (Teriakan menyeramkan) Mbah menghela napas, kesabarannya habis. “Isih wani?!” (Masih berani?!) BUUK! Pukulan kedua melayang. Obor menghantam lebih keras, dan percikan api dari ujung obor menyambar rambut panjang kuntilanak. Awalnya kecil… lalu tiba-tiba merambat. “Waduh… rambutku kobong… kobong!” (Aduh… rambutku terbakar… terbakar!) Api mulai membakar sebagian rambutnya. Asap mengepul, dan bau gosong memenuhi jalan setapak. Kuntilanak menjerit sambil berputar-putar di udara, panik. “Panas! Panas! Mandekno!” (Panas! Panas! Hentikan!) Mbah hanya berdiri santai, sedikit mengipas-ngipaskan obornya. “Makane… ojo ganggu wong kesel!” (Makanya… jangan ganggu orang capek!) Tak tahan dengan panas yang makin menjalar, kuntilanak itu akhirnya terbang tinggi ke langit malam, menjauh sambil terus menjerit. Suasana kembali sunyi. Jalan setapak hanya menyisakan suara jangkrik dan bau rambut terbakar. Mbah menghela napas, lalu melanjutkan langkahnya pulang seolah tidak terjadi apa-apa. “Untung nggawa obor… nek ora, repot aku.” (Untung bawa obor… kalau tidak, bisa repot saya.) Dan sejak malam itu… konon, ada satu kuntilanak yang kapok mengganggu orang— karena pernah dikepruk simbah (dipukul keras oleh Mbah)… #horrormedia #horrortiktok #horrorstory #horrorcomedy #kuntilanak
Double back @Bulky Girl #courtneysanderson #itscourtney #gymnast
#CapCut
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy