@pablochay: Buenos días!

pablochay
pablochay
Open In TikTok:
Region: ES
Tuesday 21 July 2020 09:13:59 GMT
5565
457
17
5

Music

Download

Comments

lanbuska
Lourdes :
Buenos dias!! Ay q bueno 😉👍 la cancion preciosa 😉
2020-07-21 09:50:56
1
carol19703
carol19703 :
Buenos días!! Guapo 😍😍😘😘
2020-07-21 11:18:24
0
noeliacora4
Noelia Corachan :
buen día🥰 que buen tema🥰 hermoso
2020-07-21 15:47:08
0
mariwel_13
MARIBEL :
buenas guapo que buena vibración transmites 😍😍
2020-07-21 13:25:26
1
lolaaisa
LOLA :
ya era hora de volverte a ver chikillo q alegras la vista y el día 🥰🥰
2020-07-21 20:22:45
0
elmorenazo49
Isidro torres García :
♥️♥️♥️♥️
2024-09-29 16:30:41
0
ildefonsocuesstai
Ildefonso Cuessta Ib :
Te quiero a mi lado ❤❤❤
2020-10-15 05:27:53
0
ildefonsocuesstai
Ildefonso Cuessta Ib :
❤❤❤❤❤❤
2020-10-15 05:26:16
0
matikot1985
user7998480997804 :
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
2020-08-11 05:13:35
0
victhorw
🇪🇦Victhor🇨🇱 :
Buen vidio guapo saludo 👍👍👏👏💪🤝
2020-07-28 23:08:22
0
roxii75
roxii 🌺 :
lindo 😍😍😍🥰🥰🥰❤
2020-07-28 18:58:58
0
carlybsb
Carli Amoresano Pini :
👏
2020-07-28 05:33:21
0
gloriaparracabezas
Gloria Parra Cabezas :
lindo que bueno verte de nuevo
2020-07-23 21:46:41
0
roxycastilloe
Roxana Castillo :
Buenos días 💜🎶
2020-07-21 14:53:21
0
carmen_cpps
Carmen Pilar 🦄 :
buenas tardes simpático 🤗😘
2020-07-21 13:08:44
0
franco.suarez
Tomás_Suárez..17..13 :
😂😂😂😂😜😜😜
2020-07-21 11:59:47
0
valeria..._valeria
🧿Valeria🍀🌵 :
Buenos días 😙😙😙
2020-07-21 11:04:34
0
To see more videos from user @pablochay, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV : James, dengan rambut pirang mencolok yang selalu ditata acak-acakan, adalah definisi pusat perhatian di sepanjang koridor Fakultas Teknik. Karakter pribadinya yang usil, tengil, dan tidak peduli pada batasan senioritas membuatnya disukai banyak orang. Ditambah lagi dengan pembawaannya yang ramah, James dengan mudah berbaul dengan siapa saja, menjadikannya teman nongkrong yang menyenangkan bagi banyak mahasiswi.  Namun, di antara riuhnya perhatian dan tawa yang selalu mengekor di belakang langkah James, fokus matamu justru selalu teralihkan oleh sosok lain yang hampir selalu berjalan di sebelahnya: Juhoon. Di saat gadis-gadis lain terpesona oleh pesona James yang blak-blakan, kamu mungkin menjadi wanita pertama yang pandangannya justru sibuk mencari-cari keberadaan Juhoon. Pria itu memiliki aura yang jauh berbeda—sebuah daya tarik yang tenang namun menghanyutkan. Juhoon sangat lembut, dewasa, dan selalu menyambut siapa pun dengan tangan terbuka. Ketertarikanmu tidak tumbuh dalam semalam, melainkan terpupuk perlahan melalui momen-momen sederhana yang berkesan di dalam laboratorium dan koridor gedung Teknik Sipil.  Setiap kali kamu kesulitan memahami materi kuliah yang rumit, seperti mekanika bahan yang memusingkan atau analisis struktur yang penuh rumus panjang, Juhoon dengan senang hati bersedia meluangkan waktu luangnya. Dia akan duduk di sebelahmu, menggeser kertas kalkulusnya, lalu mengajarimu dengan intonasi suara yang tenang sampai kamu benar-benar paham. Sifatnya yang sangat membimbing dan penuh kesabaran inilah yang perlahan menumbuhkan benih-benih perasaan khusus di hatimu. Lama-kelamaan, rasa kagum itu berubah menjadi riak cinta yang membuatmu nekat. Demi bisa mencuri waktu berlama-lama dengannya, kamu mulai sering sengaja berpura-pura bingung saat membaca gambar maket atau menyelesaikan tugas kalkulus teknik. Itu adalah trik kecilmu untuk menarik perhatiannya agar bisa terus duduk bersebelahan. Dan Juhoon, dengan kebaikan hatinya yang tulus, selalu merespons kebingunganmu dengan senyuman hangat yang sanggup membuat jantungmu berdegup gila-gilaan. Merasa sangat yakin karena Juhoon selalu bersikap manis dan menyambut kehadiranmu dengan tangan terbuka selama ini, kamu akhirnya mengumpulkan keberanian yang tersisa. Kamu membulatkan tekad untuk menyatakan perasaan yang sudah lama terpendam. Malam sebelum hari yang ditentukan, kamu menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyiapkan sebuah surat pernyataan cinta yang ditulis rapi dengan tangan, lengkap dengan sebuah pembatas buku rajutan manis yang kamu buat sendiri dengan sisa-sisa benang dan penuh kesabaran.  Ada rasa percaya diri yang membumbung tinggi di dalam dadamu saat itu, kamu merasa sinyal-sinyal kebaikan yang diberikan Juhoon selama ini adalah lampu hijau bahwa perasaanmu tidak akan bertepuk sebelah tangan. Namun, ekspektasi indah yang kamu bangun tinggi-tinggi seketika runtuh dan hancur lebur oleh kenyataan pahit. Tepat di hari kamu ingin menyerahkan surat tersebut, langkah kakimu terhenti di sudut area parkir belakang laboratorium Sipil yang sepi. Di sana, di antara bayangan deretan kendaraan, kamu melihat Juhoon tidak sendiri. Pria itu sedang bersama Ella—seorang model muda yang wajahnya cukup populer dan dikenal luas di media sosial.  Di depan Ella, kamu menyaksikan pemandangan yang seketika mematahkan hatimu hingga berkeping-keping. Ella terlihat sangat manja, melingkarkan lengannya erat-erat ke tubuh Juhoon, sementara Juhoon membalas pelukan itu dengan tatapan penuh kasih sayang yang begitu dalam—sisi lembut dan intim yang belum pernah kamu lihat sebelumnya. Dari kedekatan dan cara mereka berbisik, barulah kamu menyadari kenyataan yang sebenarnya... keduanya selama ini menjalin hubungan asmara secara diam-diam. Surat cinta dan pembatas buku rajutan yang rapi di genggamanmu mendadak terasa begitu berat dan tak berarti. Benda-benda itu seolah menjadi saksi bisu dari sebuah harapan besar yang ternyata salah kamu artikan sejak awal. (💬)+ #coer #JAMES #cortis #fy
POV : James, dengan rambut pirang mencolok yang selalu ditata acak-acakan, adalah definisi pusat perhatian di sepanjang koridor Fakultas Teknik. Karakter pribadinya yang usil, tengil, dan tidak peduli pada batasan senioritas membuatnya disukai banyak orang. Ditambah lagi dengan pembawaannya yang ramah, James dengan mudah berbaul dengan siapa saja, menjadikannya teman nongkrong yang menyenangkan bagi banyak mahasiswi. Namun, di antara riuhnya perhatian dan tawa yang selalu mengekor di belakang langkah James, fokus matamu justru selalu teralihkan oleh sosok lain yang hampir selalu berjalan di sebelahnya: Juhoon. Di saat gadis-gadis lain terpesona oleh pesona James yang blak-blakan, kamu mungkin menjadi wanita pertama yang pandangannya justru sibuk mencari-cari keberadaan Juhoon. Pria itu memiliki aura yang jauh berbeda—sebuah daya tarik yang tenang namun menghanyutkan. Juhoon sangat lembut, dewasa, dan selalu menyambut siapa pun dengan tangan terbuka. Ketertarikanmu tidak tumbuh dalam semalam, melainkan terpupuk perlahan melalui momen-momen sederhana yang berkesan di dalam laboratorium dan koridor gedung Teknik Sipil. Setiap kali kamu kesulitan memahami materi kuliah yang rumit, seperti mekanika bahan yang memusingkan atau analisis struktur yang penuh rumus panjang, Juhoon dengan senang hati bersedia meluangkan waktu luangnya. Dia akan duduk di sebelahmu, menggeser kertas kalkulusnya, lalu mengajarimu dengan intonasi suara yang tenang sampai kamu benar-benar paham. Sifatnya yang sangat membimbing dan penuh kesabaran inilah yang perlahan menumbuhkan benih-benih perasaan khusus di hatimu. Lama-kelamaan, rasa kagum itu berubah menjadi riak cinta yang membuatmu nekat. Demi bisa mencuri waktu berlama-lama dengannya, kamu mulai sering sengaja berpura-pura bingung saat membaca gambar maket atau menyelesaikan tugas kalkulus teknik. Itu adalah trik kecilmu untuk menarik perhatiannya agar bisa terus duduk bersebelahan. Dan Juhoon, dengan kebaikan hatinya yang tulus, selalu merespons kebingunganmu dengan senyuman hangat yang sanggup membuat jantungmu berdegup gila-gilaan. Merasa sangat yakin karena Juhoon selalu bersikap manis dan menyambut kehadiranmu dengan tangan terbuka selama ini, kamu akhirnya mengumpulkan keberanian yang tersisa. Kamu membulatkan tekad untuk menyatakan perasaan yang sudah lama terpendam. Malam sebelum hari yang ditentukan, kamu menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyiapkan sebuah surat pernyataan cinta yang ditulis rapi dengan tangan, lengkap dengan sebuah pembatas buku rajutan manis yang kamu buat sendiri dengan sisa-sisa benang dan penuh kesabaran. Ada rasa percaya diri yang membumbung tinggi di dalam dadamu saat itu, kamu merasa sinyal-sinyal kebaikan yang diberikan Juhoon selama ini adalah lampu hijau bahwa perasaanmu tidak akan bertepuk sebelah tangan. Namun, ekspektasi indah yang kamu bangun tinggi-tinggi seketika runtuh dan hancur lebur oleh kenyataan pahit. Tepat di hari kamu ingin menyerahkan surat tersebut, langkah kakimu terhenti di sudut area parkir belakang laboratorium Sipil yang sepi. Di sana, di antara bayangan deretan kendaraan, kamu melihat Juhoon tidak sendiri. Pria itu sedang bersama Ella—seorang model muda yang wajahnya cukup populer dan dikenal luas di media sosial. Di depan Ella, kamu menyaksikan pemandangan yang seketika mematahkan hatimu hingga berkeping-keping. Ella terlihat sangat manja, melingkarkan lengannya erat-erat ke tubuh Juhoon, sementara Juhoon membalas pelukan itu dengan tatapan penuh kasih sayang yang begitu dalam—sisi lembut dan intim yang belum pernah kamu lihat sebelumnya. Dari kedekatan dan cara mereka berbisik, barulah kamu menyadari kenyataan yang sebenarnya... keduanya selama ini menjalin hubungan asmara secara diam-diam. Surat cinta dan pembatas buku rajutan yang rapi di genggamanmu mendadak terasa begitu berat dan tak berarti. Benda-benda itu seolah menjadi saksi bisu dari sebuah harapan besar yang ternyata salah kamu artikan sejak awal. (💬)+ #coer #JAMES #cortis #fy

About