@judahlopkin: Who Do You Love? by @thechainsmokers and @5sos 🔥 (repost) #drums #cover #music #ChoresInThisHouse #GoSkate

judahlopkin
judahlopkin
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 23 August 2020 00:43:09 GMT
1181
84
12
8

Music

Download

Comments

mekapark_
meka :
ashton would be proud 🥰
2020-09-14 18:18:39
5
harrists1
Harris T S :
This is solid man 👌
2020-08-24 01:27:52
2
2012samsungsmartfridge
:
your so underated
2020-08-23 00:54:21
1
favelameals
Favela Meals :
who do I love? uhhh you 🥰
2020-08-23 01:13:51
1
q50smosh
q50smosh :
I hope you remember me in the future i was here so early
2020-08-23 01:32:46
1
To see more videos from user @judahlopkin, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

1. Masa Kecil dan Gejolak Batin • Lahir di Sungai Batang, Maninjau, Sumatra Barat pada 17 Februari 1908. •Dibesarkan dalam tradisi Minangkabau yang saat itu mengalami gejolak batin akibat pertentangan keras antara kaum adat dan kaum agama (kaum muda). •Sempat mengenyam pendidikan sekolah desa selama tiga tahun, kemudian dimasukkan ayahnya ke Sumatra Thawalib di Padang Panjang untuk mendalami kitab-kitab klasik, nahwu, dan sharaf, serta belajar di surau-surau kepada ulama terkenal seperti Syekh Ibrahim Musa. 2. Hubungan Penuh Konflik dengan Sang Ayah • Tumbuh di bawah bayang-bayang nama besar ayahnya, Dr. H. Abdul Karim Amrullah (Inyiak Rasul), seorang ulama pembaru yang tegas. • Hubungan ayah dan anak ini diwarnai ketegangan; Hamka remaja kerap merasa terkekang hingga memilih drop out dari pendidikannya dan nekat melakukan perjalanan merantau sendirian ke Jawa Tengah pada usia 16 tahun. •Konflik ini sempat memuncak dan menjadi pelajaran batin yang membentuk kemandirian Hamka, sampai akhirnya ia kembali untuk meredakan ketegangan dan membantu mengurus gerakan Islam. 3. Perjuangan Mencari Ilmu ke Makkah • Pernah ditolak mengajar di sekolah Muhammadiyah karena dianggap tidak memiliki ijazah formal dan mendapat kritik mengenai penguasaan bahasa Arabnya. •Penolakan tersebut justru menjadi pelecut semangat bagi Hamka untuk berhijrah dan pergi ke Makkah •Di Tanah Suci, ia mendalami sejarah Islam, memperdalam bahasa Arab, serta bekerja dan menimba pengalaman spiritual yang kelak menjadi fondasi kuat dalam membangun dan memajukan dakwah Islam di Indonesia. 4. Transformasi Menjadi Ulama, Sastrawan, dan Pahlawan Nasional • Sekembalinya ke tanah air, ia aktif menulis dan berdakwah—melalui karya monumental seperti Di Bawah Lindungan Ka'bah, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, dan Merantau ke Deli—yang memadukan nilai-nilai Islam dengan keindahan sastra Melayu. • Aktif di kancah pergerakan kemerdekaan, memimpin redaksi media dakwah, serta mengabdi sebagai ulama besar dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama. • Atas seluruh jasa dan perjuangannya, negara menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional. “Nonton AWAL MULA HAMKA 19 November 2026 di Bioskop” #awalmulahamka #buyahamka #kontenfchamka
1. Masa Kecil dan Gejolak Batin • Lahir di Sungai Batang, Maninjau, Sumatra Barat pada 17 Februari 1908. •Dibesarkan dalam tradisi Minangkabau yang saat itu mengalami gejolak batin akibat pertentangan keras antara kaum adat dan kaum agama (kaum muda). •Sempat mengenyam pendidikan sekolah desa selama tiga tahun, kemudian dimasukkan ayahnya ke Sumatra Thawalib di Padang Panjang untuk mendalami kitab-kitab klasik, nahwu, dan sharaf, serta belajar di surau-surau kepada ulama terkenal seperti Syekh Ibrahim Musa. 2. Hubungan Penuh Konflik dengan Sang Ayah • Tumbuh di bawah bayang-bayang nama besar ayahnya, Dr. H. Abdul Karim Amrullah (Inyiak Rasul), seorang ulama pembaru yang tegas. • Hubungan ayah dan anak ini diwarnai ketegangan; Hamka remaja kerap merasa terkekang hingga memilih drop out dari pendidikannya dan nekat melakukan perjalanan merantau sendirian ke Jawa Tengah pada usia 16 tahun. •Konflik ini sempat memuncak dan menjadi pelajaran batin yang membentuk kemandirian Hamka, sampai akhirnya ia kembali untuk meredakan ketegangan dan membantu mengurus gerakan Islam. 3. Perjuangan Mencari Ilmu ke Makkah • Pernah ditolak mengajar di sekolah Muhammadiyah karena dianggap tidak memiliki ijazah formal dan mendapat kritik mengenai penguasaan bahasa Arabnya. •Penolakan tersebut justru menjadi pelecut semangat bagi Hamka untuk berhijrah dan pergi ke Makkah •Di Tanah Suci, ia mendalami sejarah Islam, memperdalam bahasa Arab, serta bekerja dan menimba pengalaman spiritual yang kelak menjadi fondasi kuat dalam membangun dan memajukan dakwah Islam di Indonesia. 4. Transformasi Menjadi Ulama, Sastrawan, dan Pahlawan Nasional • Sekembalinya ke tanah air, ia aktif menulis dan berdakwah—melalui karya monumental seperti Di Bawah Lindungan Ka'bah, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, dan Merantau ke Deli—yang memadukan nilai-nilai Islam dengan keindahan sastra Melayu. • Aktif di kancah pergerakan kemerdekaan, memimpin redaksi media dakwah, serta mengabdi sebagai ulama besar dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama. • Atas seluruh jasa dan perjuangannya, negara menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional. “Nonton AWAL MULA HAMKA 19 November 2026 di Bioskop” #awalmulahamka #buyahamka #kontenfchamka

About