@ledragonfps: ma chaine twitch ledragonfps #fortniteclips #twitchtok7 #foryou#youngohm#foryoupage #ledragonfps#ninjawarrior#abonné#michou_yt #youtbe#chaine #fortnit

Twitch.tv/ledragonfps
Twitch.tv/ledragonfps
Open In TikTok:
Region: FR
Tuesday 09 March 2021 13:35:02 GMT
2830
94
7
2

Music

Download

Comments

waazzaa_oceane.16.09.16
💍elyes_océane💍 :
@oceane_off2_ tel oncle tel neveu
2021-10-08 17:07:21
2
jet_geeks
Joris Mironneau :
gg pour le kill . dragonfps je peux te rejoindre moi ta squad ?
2021-03-09 16:15:47
1
ledragonfps
Twitch.tv/ledragonfps :
salut les poto petit morceau de twitch pour vous faire plaisir si vous voulet jouer avec moi en live venais nombres ma chaine twitch ledragonfps bis
2021-03-09 13:36:25
0
To see more videos from user @ledragonfps, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di Umur 50+, kita mulai mengerti satu hal yang dulu sulit diterima Ada masa dalam hidup ketika kita terus berharap. Berharap orang yang pergi akan kembali peduli. Berharap luka lama bisa diperbaiki. Berharap hidup akhirnya berjalan seperti yang dulu kita bayangkan. Tapi semakin bertambah usia, hati mulai lelah menggenggam sesuatu yang memang tidak ditakdirkan tinggal. Di usia 50+, kita mulai mengerti satu hal yang dulu sulit diterima. Tidak semua kehilangan harus diperjuangkan sampai kembali. Karena ada hal hal yang memang datang hanya untuk memberi pelajaran, bukan menetap selamanya. Yang paling berat ternyata bukan kehilangan itu sendiri. Tapi menerima bahwa beberapa orang berubah. Beberapa hubungan memudar. Dan beberapa harapan memang harus selesai. Awalnya terasa menyakitkan. Namun perlahan, kita sadar bahwa hidup bukan tentang mempertahankan semuanya. Melainkan tentang belajar tenang meski kenyataan tidak sesuai keinginan. Mengikhlaskan bukan berarti melupakan. Bukan juga tanda bahwa kita lemah. Kadang itu adalah bentuk paling dewasa dari mencintai diri sendiri. Karena terus berharap pada sesuatu yang tidak lagi hidup, hanya akan membuat hati semakin lelah. Di usia ini, damai terasa jauh lebih berharga daripada sekadar menang perasaan. Kita mulai memilih tidur yang tenang dibanding memikirkan orang yang tidak pernah benar benar memikirkan kita. Dan ternyata, bahagia sederhana itu nyata. Duduk menikmati pagi. Minum teh hangat. Mendengar suara hujan. Atau sekadar menerima bahwa hidup memang tidak harus sempurna untuk tetap disyukuri. Mungkin sekarang hidup belum sepenuhnya mudah. Tapi setidaknya hati sudah tidak lagi sibuk mengejar yang pergi. Dan itu... sudah sangat menenangkan.
Di Umur 50+, kita mulai mengerti satu hal yang dulu sulit diterima Ada masa dalam hidup ketika kita terus berharap. Berharap orang yang pergi akan kembali peduli. Berharap luka lama bisa diperbaiki. Berharap hidup akhirnya berjalan seperti yang dulu kita bayangkan. Tapi semakin bertambah usia, hati mulai lelah menggenggam sesuatu yang memang tidak ditakdirkan tinggal. Di usia 50+, kita mulai mengerti satu hal yang dulu sulit diterima. Tidak semua kehilangan harus diperjuangkan sampai kembali. Karena ada hal hal yang memang datang hanya untuk memberi pelajaran, bukan menetap selamanya. Yang paling berat ternyata bukan kehilangan itu sendiri. Tapi menerima bahwa beberapa orang berubah. Beberapa hubungan memudar. Dan beberapa harapan memang harus selesai. Awalnya terasa menyakitkan. Namun perlahan, kita sadar bahwa hidup bukan tentang mempertahankan semuanya. Melainkan tentang belajar tenang meski kenyataan tidak sesuai keinginan. Mengikhlaskan bukan berarti melupakan. Bukan juga tanda bahwa kita lemah. Kadang itu adalah bentuk paling dewasa dari mencintai diri sendiri. Karena terus berharap pada sesuatu yang tidak lagi hidup, hanya akan membuat hati semakin lelah. Di usia ini, damai terasa jauh lebih berharga daripada sekadar menang perasaan. Kita mulai memilih tidur yang tenang dibanding memikirkan orang yang tidak pernah benar benar memikirkan kita. Dan ternyata, bahagia sederhana itu nyata. Duduk menikmati pagi. Minum teh hangat. Mendengar suara hujan. Atau sekadar menerima bahwa hidup memang tidak harus sempurna untuk tetap disyukuri. Mungkin sekarang hidup belum sepenuhnya mudah. Tapi setidaknya hati sudah tidak lagi sibuk mengejar yang pergi. Dan itu... sudah sangat menenangkan.

About