@dianaverry: SO many benefits of working in Germany! 🇩🇪✨ #germany #berlin #visitberlin #berlingirl #berliner #movingabroad #expatlife

Diana Verry
Diana Verry
Open In TikTok:
Region: DE
Saturday 27 March 2021 18:50:43 GMT
137001
3884
176
40

Music

Download

Comments

nader10002
N Al Sapti :
I went there last year and nobody can work with english language. and most of the citizens there didn't speake english
2021-03-27 23:16:14
30
windmild24
Pat :
Don’t move here
2021-03-27 23:32:42
45
mrcscv
mrcs :
Pay is in €. A weak currency with bad exchange rates. Switzerland 👍
2021-03-27 21:16:25
6
9107mausi
mausss ✨🧚🏻 :
Me wanting to move to Berlin as soon as possible and finding this in my fyp😳
2021-03-27 20:39:58
6
pawww123
Papp :
die alte will wirklich alle deutschen arbeitslos machen. das gleicht ja Terrorismus was die hier macht
2021-03-28 07:59:14
2
_qwerty360
_qwerty360 :
Border still closed. 😂😂😂
2021-03-27 22:37:04
3
when_why_how_life
Sam :
you forgot to mention the endless lockdowns too 😂
2021-03-27 20:57:25
12
josipgrbesic
🇭🇷🇭🇷.P.E.C.A.R.A.🇭🇷🇭🇷 :
nooo
2021-03-27 22:46:15
3
omar_amsterdam
Jose 🇬🇧 :
Germany its king 👑👑👑👑 many country’s are jealous of Germany
2021-03-27 20:57:52
4
dianaverry
Diana Verry :
✨ Youtube: DianaVerry for more on moving to Germany 🇩🇪
2021-03-27 20:57:36
8
coyi76
Andrew De Coster :
no thanks 🏴󠁧󠁢󠁥󠁮󠁧󠁿 rules
2021-03-27 21:09:49
2
persianpapi0
Persianpapi :
Not better than US tho
2021-03-27 21:32:39
4
nwamazi31
king David :
I will love to
2021-03-27 20:50:34
3
fiberstone
Fiber :
in germany girlfriend free ?
2021-03-27 20:19:27
2
samo33ktm
Lil-floppa :
Yes they take 40% of your salary Cool benefit
2021-03-31 21:35:12
7
peewee2328
Prinzmart :
Stimmt gar nicht!! Don’t believe her!
2021-03-31 19:54:16
40
joonakra
joona :
50% an Vater Staat 🙃
2021-04-26 23:06:57
2
marcosallas76_2
Marco :
🥰🥰🥰Frankfurt 🥰🥰🥰
2021-03-27 21:30:47
5
mr_smatton
smatton :
I don't speak German though 😕
2021-03-27 21:08:56
1
m.hi04
Mr kalyar .. 🥰🥰 :
Really.. I am in turkey nowadays... 😁
2021-03-27 19:24:05
1
diana.laluna
Diana 🫧🫶 :
Yess!
2021-03-27 18:53:31
1
freddie000s
lilmurdarr :
Covid covid covid covid 🤣🤣🤣😂😂😂😊
2021-03-28 04:04:57
1
babyspicy0000
민영 :
Yesssss I have to get my masters first and I’m tryna move lol
2021-03-27 20:45:03
2
valivaneta
Vali Vaneta :
Germany is not a very nice place to stay
2021-04-12 04:59:34
2
godzillas1992
Godzillas1992 :
Work in Germany and live a King in Poland.
2021-03-27 21:01:13
2
To see more videos from user @dianaverry, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Lima Juta yang Tak Tercatat di Slip Gaji” Namanya Pak Marno. Umur 47, OB di kantor percetakan kecil Purworejo. Gajinya UMR, 5 juta pas. Tapi kerjanya? 10 juta nilainya.  Jam 6 pagi dia sudah nyapu halaman. Jam 7 nyeduh kopi buat semua karyawan tanpa diminta. Printer macet, dia yang benerin. Anak bos nangis, dia yang gendong sambil tetap ngepel. Lembur sampai magrib, tapi di slip lembur nggak pernah ditulis. Teman-temannya bilang, “No, bodoh kamu. Ngapain kerja rodi dibayar segitu?” Pak Marno cuma ketawa. “Rejeki nggak cuma gaji, Mas.” Dan bener. 5 juta yang “hilang” dari slip gajinya itu, Tuhan bayar dengan cara lain: 1. Bayaran pertama: Sehat   Anak semata wayangnya, Dinda, demam tinggi 3 hari. Tetangga yang anaknya dokter gaji 20 juta bolak-balik RS habis jutaan. Pak Marno cuma bawa Dinda ke puskesmas, dikasih obat gratis. Malamnya Dinda sembuh, minta tempe goreng buatan bapaknya. Kata dokter puskesmas, “Imun anak Bapak bagus. Mungkin karena hatinya tenang.” Tenang itu mahal, dan nggak ada di slip gaji. 2. Bayaran kedua: Harga Diri   Waktu banjir masuk percetakan, mesin cetak utama kerendem. Bos sudah pasrah rugi ratusan juta. Pak Marno yang tiap hari bersihin mesin, hafal luar dalam. Dia bongkar, keringin, rakit lagi 2 hari 2 malam nggak pulang. Mesin nyala. Bos nangis meluk dia, “No, mulai besok kamu jadi kepala produksi.” Gaji nggak langsung naik, tapi sejak hari itu, kalau Pak Marno lewat, semua karyawan berdiri. Hormat. Itu nggak bisa dibeli 5 juta. 3. Bayaran ketiga: Pulang yang Ditunggu   Lebaran kemarin, Dinda lulus SMA ranking 1. Dapat beasiswa penuh ke UGM. Pak Marno nggak punya uang buat ngekosin. Dia pasrah. Tiba-tiba bos manggil, “No, saya punya kontrakan kosong depan UGM. Pakai aja buat Dinda, gratis. Anggap THR yang telat 10 tahun.” Malamnya Pak Marno sujud lama. Ternyata 5 juta yang “nggak dibayar” kantor itu dicicil Tuhan lewat napas anaknya, lewat mesin yang selamat, lewat masa depan Dinda. Lalu ada kisah satunya. Di kantor yang sama ada Mas Dito, staff marketing. Kerjanya santai, dateng jam 10, pulang jam 3. Tapi karena keponakan bos, gajinya 10 juta. Kinerjanya? Mungkin cuma 5 juta. 5 juta “lebih” itu diambil Tuhan pelan-pelan: Motor barunya hilang di parkiran. Anaknya jatuh dari tangga, operasi habis 8 juta. Istrinya kena arisan bodong, uang tabungan ludes. Tiap bulan selalu ada aja “biaya tak terduga” persis 5 juta. Sampai Mas Dito bilang ke Pak Marno, “Pak, kok hidup saya tekor terus ya?” Pak Marno nepuk pundaknya. “Mungkin karena kita ngambil yang bukan hak kita, Den. Alam semesta itu pinter ngitung.” Perenungan: Timbangan yang Tak Pernah Salah Gambar ini ngomongin timbangan langit. Di dunia, yang ngitung gaji itu HRD. Bisa salah. Bisa nepotisme. Tapi di atas sana, ada “Akuntan” yang catatannya lebih detail dari BPJS.  1. Rejeki bukan cuma angka di ATM   Rejeki itu anak yang nggak rewel waktu kita nggak bisa beli susu mahal. Rejeki itu badan yang kuat pas tetangga langganan RS. Rejeki itu dimudahkan urusan, dijauhkan dari fitnah, tidur nyenyak tanpa ngutang. Kalau hari ini gajimu 5 juta tapi kerjamu 10 juta, tenang. 5 juta sisanya lagi muter. Mungkin jadi doa ibumu yang dikabulkan. Mungkin jadi ban mobilmu yang nggak bocor di jalan. 2. Ambil hak orang lain = ngutang ke semesta   Gaji 10 juta tapi kerja 5 juta itu enak di awal. Tapi semesta nagihnya sadis. Bisa lewat sakit, lewat kehilangan, lewat hati yang gelisah terus. Karena sejatinya kita lagi “ngutang” 5 juta setiap bulan. Dan nggak ada debt collector yang lebih disiplin dari takdir. 3. Ikhlas itu investasi dengan bunga paling tinggi   Pak Marno nggak pernah nuntut. Dia lakuin lebih karena percaya: “Yang saya tanam ke orang, saya panen dari Tuhan.” Dan Tuhan bayarnya nggak pakai transfer bank. Dia bayar pakai cerita. Cerita anak lulus, cerita badan sehat, cerita nama baik. Jadi kalau hari ini kamu ngerasa “tekor”, kerja rodi tapi gaji seuprit, coba deh ubah sudut pandangnya. Mungkin kamu lagi nabung. Dan tabungan di “Bank Langit” itu bunganya bukan 5% setahun.
Lima Juta yang Tak Tercatat di Slip Gaji” Namanya Pak Marno. Umur 47, OB di kantor percetakan kecil Purworejo. Gajinya UMR, 5 juta pas. Tapi kerjanya? 10 juta nilainya. Jam 6 pagi dia sudah nyapu halaman. Jam 7 nyeduh kopi buat semua karyawan tanpa diminta. Printer macet, dia yang benerin. Anak bos nangis, dia yang gendong sambil tetap ngepel. Lembur sampai magrib, tapi di slip lembur nggak pernah ditulis. Teman-temannya bilang, “No, bodoh kamu. Ngapain kerja rodi dibayar segitu?” Pak Marno cuma ketawa. “Rejeki nggak cuma gaji, Mas.” Dan bener. 5 juta yang “hilang” dari slip gajinya itu, Tuhan bayar dengan cara lain: 1. Bayaran pertama: Sehat Anak semata wayangnya, Dinda, demam tinggi 3 hari. Tetangga yang anaknya dokter gaji 20 juta bolak-balik RS habis jutaan. Pak Marno cuma bawa Dinda ke puskesmas, dikasih obat gratis. Malamnya Dinda sembuh, minta tempe goreng buatan bapaknya. Kata dokter puskesmas, “Imun anak Bapak bagus. Mungkin karena hatinya tenang.” Tenang itu mahal, dan nggak ada di slip gaji. 2. Bayaran kedua: Harga Diri Waktu banjir masuk percetakan, mesin cetak utama kerendem. Bos sudah pasrah rugi ratusan juta. Pak Marno yang tiap hari bersihin mesin, hafal luar dalam. Dia bongkar, keringin, rakit lagi 2 hari 2 malam nggak pulang. Mesin nyala. Bos nangis meluk dia, “No, mulai besok kamu jadi kepala produksi.” Gaji nggak langsung naik, tapi sejak hari itu, kalau Pak Marno lewat, semua karyawan berdiri. Hormat. Itu nggak bisa dibeli 5 juta. 3. Bayaran ketiga: Pulang yang Ditunggu Lebaran kemarin, Dinda lulus SMA ranking 1. Dapat beasiswa penuh ke UGM. Pak Marno nggak punya uang buat ngekosin. Dia pasrah. Tiba-tiba bos manggil, “No, saya punya kontrakan kosong depan UGM. Pakai aja buat Dinda, gratis. Anggap THR yang telat 10 tahun.” Malamnya Pak Marno sujud lama. Ternyata 5 juta yang “nggak dibayar” kantor itu dicicil Tuhan lewat napas anaknya, lewat mesin yang selamat, lewat masa depan Dinda. Lalu ada kisah satunya. Di kantor yang sama ada Mas Dito, staff marketing. Kerjanya santai, dateng jam 10, pulang jam 3. Tapi karena keponakan bos, gajinya 10 juta. Kinerjanya? Mungkin cuma 5 juta. 5 juta “lebih” itu diambil Tuhan pelan-pelan: Motor barunya hilang di parkiran. Anaknya jatuh dari tangga, operasi habis 8 juta. Istrinya kena arisan bodong, uang tabungan ludes. Tiap bulan selalu ada aja “biaya tak terduga” persis 5 juta. Sampai Mas Dito bilang ke Pak Marno, “Pak, kok hidup saya tekor terus ya?” Pak Marno nepuk pundaknya. “Mungkin karena kita ngambil yang bukan hak kita, Den. Alam semesta itu pinter ngitung.” Perenungan: Timbangan yang Tak Pernah Salah Gambar ini ngomongin timbangan langit. Di dunia, yang ngitung gaji itu HRD. Bisa salah. Bisa nepotisme. Tapi di atas sana, ada “Akuntan” yang catatannya lebih detail dari BPJS. 1. Rejeki bukan cuma angka di ATM Rejeki itu anak yang nggak rewel waktu kita nggak bisa beli susu mahal. Rejeki itu badan yang kuat pas tetangga langganan RS. Rejeki itu dimudahkan urusan, dijauhkan dari fitnah, tidur nyenyak tanpa ngutang. Kalau hari ini gajimu 5 juta tapi kerjamu 10 juta, tenang. 5 juta sisanya lagi muter. Mungkin jadi doa ibumu yang dikabulkan. Mungkin jadi ban mobilmu yang nggak bocor di jalan. 2. Ambil hak orang lain = ngutang ke semesta Gaji 10 juta tapi kerja 5 juta itu enak di awal. Tapi semesta nagihnya sadis. Bisa lewat sakit, lewat kehilangan, lewat hati yang gelisah terus. Karena sejatinya kita lagi “ngutang” 5 juta setiap bulan. Dan nggak ada debt collector yang lebih disiplin dari takdir. 3. Ikhlas itu investasi dengan bunga paling tinggi Pak Marno nggak pernah nuntut. Dia lakuin lebih karena percaya: “Yang saya tanam ke orang, saya panen dari Tuhan.” Dan Tuhan bayarnya nggak pakai transfer bank. Dia bayar pakai cerita. Cerita anak lulus, cerita badan sehat, cerita nama baik. Jadi kalau hari ini kamu ngerasa “tekor”, kerja rodi tapi gaji seuprit, coba deh ubah sudut pandangnya. Mungkin kamu lagi nabung. Dan tabungan di “Bank Langit” itu bunganya bukan 5% setahun.

About