@mommyfarmer: Daily Moments on the Farm Part 6: Jewel loves getting her hair brushed, when she decides to #OneStepCloser #twinpinesfarm #horsetiktok #petstiktok

Mommy Farmer
Mommy Farmer
Open In TikTok:
Region: US
Monday 19 April 2021 13:23:43 GMT
85884
20143
268
130

Music

Download

Comments

harleyj5990
harleyj5990 :
Zoomies for Jewel! 😁🥰
2021-04-19 13:27:23
287
nickih27
Nicki🌈 :
Jewel woke up and chose drama!! 😂
2021-04-19 19:59:26
118
niclam3579
nic is slic :
Jewel says I fast as heck boy! I'm fast as heck! Come get some. 😂
2021-04-19 13:33:29
96
lj_nya
LJ 💜 :
Julie says "no I woke up like dis and I like it, mom!"
2021-04-19 13:48:27
78
anniepantscho
anniepantscho :
Jewel is my daughter 😂😂😂 she hears "brush" & thinks OBSTACLE COURSE!!
2021-04-19 13:32:45
28
catherine...with.a.c
Catherine🪴 :
❤️Gracie... just sitting there thinking, “ that girl is crazy.”
2021-04-19 14:14:59
22
explorergrl
Explorergrl :
Some days are truly a Monday. 😂 If it makes a difference, I would take a brushing over laps around the house 😂😂 Have a great day Mom! 😂🥰
2021-04-19 16:35:04
21
bonniewrld
Bonnie ♡ :
that grass seems BUSSINN 😏
2021-04-19 13:25:39
16
missarah1981
Just Sarah :
I wish I had some beautiful horses to watch in my front yard everyday but I don't so I just like watching yours! 🥰
2021-04-19 13:26:55
10
thesouloartist
🕊Heather :
She thinks you're just after her about her car's extended warranty! 😁😅😂
2021-04-19 16:24:28
9
stardustandstuff
Leah :
my grandma's famous line: "what are we gonna do with them? just love 'em, I guess."
2021-04-19 14:37:17
6
abbycatastrophe
AbbyCatastrophe :
“No brushing! 😩”
2021-04-19 13:28:23
5
suju.niji
suju.niji🇨🇦 :
i know you may not feel the same way about it rn, rebecca, but this is so adorable!
2021-04-19 14:00:27
5
capnduckie
CC :
horse zoomies!
2021-04-20 03:03:48
3
senrab2000us
Linn2000 :
Sooo pretty 🥰🥰🥰
2021-04-19 14:07:04
2
lisahbott
LisaAnn :
Do this in slo mo with the song “wild fire” in the background!😎😬💕💕💕Cuz you have nothing but spare time...😂
2021-04-19 14:50:43
2
jennyjennyprettyasapenny
Sunshine :
Jewel just wanted to change things up!!! Gracie was like “I have NO idea momma!” 😂
2021-04-19 19:59:12
2
solodolo_30
Solo Dolo :
It's too early to be making bad decisions girls
2021-04-19 13:27:07
2
mdknt1
Midknight :
Awww 🥰. My son runs from the brush too!! 🤭🤣😂🤣
2021-04-19 13:26:20
1
solpowtt
solpowtt :
You’re so nice to your animals!
2021-04-28 05:23:23
1
user659876644bambam
BammBamm1983 :
poor Gracie she's saying in her mind Mom what's going on with her they keep going in circles and circles are they trying to do a new trick,lol🥰
2021-04-20 19:20:14
1
morri3506
Morri :
@koolk222
2021-04-20 03:36:29
1
vintage_heart18
Vintage❤️ :
What’s the door in the mound of earth.. Is it a spring?
2021-04-19 14:02:48
1
cyrusfuji2003
Canadian man 2005 :
Hello my name is Cyrus
2021-04-19 19:32:12
1
To see more videos from user @mommyfarmer, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

KEPULAUAN SULA, beritaLima.com — Fakta-fakta baru terus terungkap dalam kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan Sentra Perkebunan Saniahaya–Modapuhi, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Tak hanya aliran dana miliaran rupiah yang bergerak jauh sebelum proses lelang dimulai, dugaan pertemuan di Manado juga kini terkuak. Desakan semakin menguat agar Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula segera menjemput paksa tokoh kunci yang mangkir serta memeriksa Bupati Fifian Adeningsih Mus yang namanya disebut dalam aliran dana tersebut. Proyek peningkatan jalan Saniahaya– Modapuhi Tahun Anggaran 2023 ini diduga fiktif karena tidak pernah dikerjakan sebagaimana mestinya, sehingga menimbulkan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp1.320.288.177 berdasarkan hasil audit Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. Kejari Kepulauan Sula telah menetapkan dua nama baru sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni berinisial YS dan MR. Sebelumnya, mantan Plt Kepala Dinas PUPR Sula, Zainuddin Umaternate, serta Direktur CV Sumber Berkat Utama, Defit Nikot Bee, telah lebih dulu divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Ternate dan sedang menjalani hukuman penjara. Pengembangan kasus ini mengungkap fakta yang mengejutkan: aliran dana senilai Rp1,5 miliar telah ditransfer jauh sebelum proses lelang proyek dimulai. Dana tersebut diketahui masuk ke rekening PT Gaksel Mandiri, perusahaan yang dipimpin oleh Izak Titarea alias “Om Cak”. Penasihat Hukum tersangka YS, Abdulah Ismail, menjelaskan bahwa dana yang ditransfer MR melalui rekening pribadi maupun rekening PT DSM disebutkan masuk ke rekening PT Gaksel Mandiri. Menurut pengakuan yang disampaikan, dana itu diperuntukkan bagi sejumlah kepentingan, termasuk dugaan keperluan pribadi Bupati Kepulauan Sula, panitia lelang, serta biaya sewa rumah kediaman Bupati di kawasan Pondok Indah, Jakarta. “Aliran dana sebesar Rp1,5 miliar secara jelas masuk ke rekening yang dikelola Om Cak. Jika dipanggil berulang kali tidak hadir, maka langkah penjemputan paksa yang harus segera dilakukan demi tercapainya perimbangan dalam pembuktian,” tegas Abdulah pada Senin, 12 Oktober 2026. Fakta lain yang terkuak adalah dugaan pertemuan pada September 2023 di Manado, di mana seseorang berinisial RB bersama HI dan staf Om Cak menemui YS untuk meminta cek yang berkaitan dengan pencairan dana, padahal kuasa pelaksanaan pekerjaan telah diserahkan kepada pihak lain yang ditunjuk oleh Dinas PUPR. YS sempat meminta agar kontraknya diputuskan karena alasan waktu yang sudah sangat mepet. Abdulah juga menyoroti dugaan pola transaksi yang perlu ditelusuri lebih jauh oleh penyidik. Ia menyebut dana sekitar Rp1,3 miliar yang masuk ke CV SBU dan kemudian ditransfer ke rekening pribadi YS diduga berkaitan dengan pengganti uang yang sebelumnya telah dikirimkan oleh kliennya kepada Om Cak sebesar Rp1,5 miliar melalui rekening PT DSM. Rangkaian transaksi tersebut perlu ditelusuri untuk memastikan tujuan setiap transfer, pihak yang menerima manfaat, serta kaitannya dengan pelaksanaan proyek. “Penyidik tidak boleh berhenti hanya pada dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Om Cak harus diperiksa secara mendalam karena perannya sangat sentral dalam aliran dana ini. Dinas PUPR, Pokja Pemilihan, dan Bupati Kepulauan Sula juga wajib dipanggil dan diperiksa. Kasus ini harus dibuka terang-benderang, tidak boleh ada yang ditutupi, tidak boleh ada yang dilindungi,” pungkas Abdulah.
KEPULAUAN SULA, beritaLima.com — Fakta-fakta baru terus terungkap dalam kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan Sentra Perkebunan Saniahaya–Modapuhi, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Tak hanya aliran dana miliaran rupiah yang bergerak jauh sebelum proses lelang dimulai, dugaan pertemuan di Manado juga kini terkuak. Desakan semakin menguat agar Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula segera menjemput paksa tokoh kunci yang mangkir serta memeriksa Bupati Fifian Adeningsih Mus yang namanya disebut dalam aliran dana tersebut. Proyek peningkatan jalan Saniahaya– Modapuhi Tahun Anggaran 2023 ini diduga fiktif karena tidak pernah dikerjakan sebagaimana mestinya, sehingga menimbulkan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp1.320.288.177 berdasarkan hasil audit Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. Kejari Kepulauan Sula telah menetapkan dua nama baru sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni berinisial YS dan MR. Sebelumnya, mantan Plt Kepala Dinas PUPR Sula, Zainuddin Umaternate, serta Direktur CV Sumber Berkat Utama, Defit Nikot Bee, telah lebih dulu divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Ternate dan sedang menjalani hukuman penjara. Pengembangan kasus ini mengungkap fakta yang mengejutkan: aliran dana senilai Rp1,5 miliar telah ditransfer jauh sebelum proses lelang proyek dimulai. Dana tersebut diketahui masuk ke rekening PT Gaksel Mandiri, perusahaan yang dipimpin oleh Izak Titarea alias “Om Cak”. Penasihat Hukum tersangka YS, Abdulah Ismail, menjelaskan bahwa dana yang ditransfer MR melalui rekening pribadi maupun rekening PT DSM disebutkan masuk ke rekening PT Gaksel Mandiri. Menurut pengakuan yang disampaikan, dana itu diperuntukkan bagi sejumlah kepentingan, termasuk dugaan keperluan pribadi Bupati Kepulauan Sula, panitia lelang, serta biaya sewa rumah kediaman Bupati di kawasan Pondok Indah, Jakarta. “Aliran dana sebesar Rp1,5 miliar secara jelas masuk ke rekening yang dikelola Om Cak. Jika dipanggil berulang kali tidak hadir, maka langkah penjemputan paksa yang harus segera dilakukan demi tercapainya perimbangan dalam pembuktian,” tegas Abdulah pada Senin, 12 Oktober 2026. Fakta lain yang terkuak adalah dugaan pertemuan pada September 2023 di Manado, di mana seseorang berinisial RB bersama HI dan staf Om Cak menemui YS untuk meminta cek yang berkaitan dengan pencairan dana, padahal kuasa pelaksanaan pekerjaan telah diserahkan kepada pihak lain yang ditunjuk oleh Dinas PUPR. YS sempat meminta agar kontraknya diputuskan karena alasan waktu yang sudah sangat mepet. Abdulah juga menyoroti dugaan pola transaksi yang perlu ditelusuri lebih jauh oleh penyidik. Ia menyebut dana sekitar Rp1,3 miliar yang masuk ke CV SBU dan kemudian ditransfer ke rekening pribadi YS diduga berkaitan dengan pengganti uang yang sebelumnya telah dikirimkan oleh kliennya kepada Om Cak sebesar Rp1,5 miliar melalui rekening PT DSM. Rangkaian transaksi tersebut perlu ditelusuri untuk memastikan tujuan setiap transfer, pihak yang menerima manfaat, serta kaitannya dengan pelaksanaan proyek. “Penyidik tidak boleh berhenti hanya pada dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Om Cak harus diperiksa secara mendalam karena perannya sangat sentral dalam aliran dana ini. Dinas PUPR, Pokja Pemilihan, dan Bupati Kepulauan Sula juga wajib dipanggil dan diperiksa. Kasus ini harus dibuka terang-benderang, tidak boleh ada yang ditutupi, tidak boleh ada yang dilindungi,” pungkas Abdulah.

About