@heyjessicalauren: Tea for one, please. #teatime #morningteatime #selflovemovement #dailytea #dailyteatok #teatoks #teatalks #mentalhealthmatterstoo #wellbeingtips

Jessica Lauren
Jessica Lauren
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 24 June 2021 18:29:07 GMT
5763
283
21
5

Music

Download

Comments

pobbam
Pobbam :
I really love your tea pot!
2021-07-11 01:44:07
1
kymleek
kymleek :
You’re account is going to be huge! Love it! Keep posting!
2021-06-24 20:31:53
3
naturalfamilyyoder
Abigail Shetler :
Where did you get your teapot
2021-07-02 14:10:12
1
saf_saj
Saf :
I LOVE LOVE LOVE your account
2021-06-26 08:40:08
1
ames2024
Amie 💋 :
Really needed to hear this 🥺. Love your account!
2021-06-27 02:09:54
1
betterthanitoncewas
betterthanitoncewas :
This is so lovely 🥰
2021-07-13 20:50:27
1
igaliq
Igaliq :
I so wish it was hot out! I’d love a cup of tea ☺️
2021-06-25 11:46:35
1
missusm85
missusm85 :
Great content!
2021-07-01 01:36:24
1
mayajujumari
Maribel Gomez :
Your voice is soothing 🥰
2021-07-23 23:55:18
0
rezvet10
Skuya Luzahan Sunkawakan :
I so needed that!!! Thank you!!!!!!❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2021-06-24 19:06:31
1
thathippieshelbi
🐚 🐝 :
Where did you get the tea pot?!
2021-07-16 17:53:23
0
couchpotatogirl
couchpotatogirl :
🥰🥰🥰
2021-06-25 00:32:54
1
lizziemcdaniel
Elizabeth McDaniel :
I just found your account. Thank you for these videos. I am going to try the piles hack.
2021-07-10 19:21:07
1
instaelisatiktok
user146147128110 :
your voice... I could listen to you all night! I love tea, will gladly join you 🙏
2021-08-23 19:45:56
0
To see more videos from user @heyjessicalauren, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ruang publik kita sedang riuh. Rupiah melemah menyentuh angka Rp17.800, dan kepanikan massal langsung mendominasi linimasa. Banyak yang mengeluh harga barang impor naik, lalu pesimisme pun menular. Mari kita tarik napas sebentar. Alih-alih ikut panik, mari kita gunakan Judo Strategy: kita pakai energi kepanikan dan guncangan ini, lalu kita balikkan menjadi momentum peluang yang paling menguntungkan. Tadi pagi di DPR, Presiden Prabowo sudah memberikan jangkar validasi yang sangat jelas:
Ruang publik kita sedang riuh. Rupiah melemah menyentuh angka Rp17.800, dan kepanikan massal langsung mendominasi linimasa. Banyak yang mengeluh harga barang impor naik, lalu pesimisme pun menular. Mari kita tarik napas sebentar. Alih-alih ikut panik, mari kita gunakan Judo Strategy: kita pakai energi kepanikan dan guncangan ini, lalu kita balikkan menjadi momentum peluang yang paling menguntungkan. Tadi pagi di DPR, Presiden Prabowo sudah memberikan jangkar validasi yang sangat jelas: "Indonesia harus lepas dari cap negara konsumen." Beliau sedang memosisikan diri sebagai visioner yang membongkar jalan makroekonomi kita. Jika kita mau berpikir kritis dan analitis, kurs Rp17.800 ini sejatinya adalah "karpet merah" bagi kita untuk meraup Dollar. Mari kita bedah pakai data perbandingan cuan nyata (Kurs Rp15.000 vs Rp17.800): 📦 1. Briket Arang Batok Kelapa (Pasar Timur Tengah & Eropa) Harga jual di mata bule tetap $1.30/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp6.500/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih meroket jadi Rp10.140/kg! Poin Mind-Blowing: Sekali kirim 1 kontainer mini (18 ton), kalian dapat bonus cuan gratis Rp65,5 Juta murni karena selisih kurs! 📦 2. Minyak Nilam (Bahan Baku Parfum Eropa) Harga jual tetap $60/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp200.000/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih melonjak ke Rp368.000/kg! Poin Mind-Blowing: Jual barang yang sama ke orang yang sama. Kirim 100 kg saja, otomatis kantongin tambahan bonus Rp16,8 Juta tanpa perlu capek nego harga. 📦 3. Vanili Kering Premium (Pasar Global) Harga jual tetap $160/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp600.000/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih tembus Rp1.048.000/kg! Poin Mind-Blowing: Margin keuntungan bersih tembus di atas Rp1 Juta per kilogram! Ada bonus gratis Rp448 ribu per kilo yang langsung masuk ke rekening kalian. Secara diplomatis, ini adalah realita yang harus kita hadapi. Negara sudah memberikan visi, membukakan jalan makroekonomi, dan meretas peluang agar kita bisa mandiri. Sangat disayangkan jika karpet merah sudah digelar lebar-lebar, namun energi anak mudanya malah habis untuk mengeluhkan keranjang checkout barang impor.

About