@jenselter: Focusing on myself :) #workout #motivation

Jen Selter
Jen Selter
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 22 July 2021 01:12:40 GMT
316982
20339
104
243

Music

Download

Comments

ilovebroccolies
Angel :
Please correct your form babe, others may try to copy you
2021-07-22 19:08:15
1280
kendall_liz_
Working | Mom | Wife :
Ouch. That was all so painful to watch.
2021-07-22 22:53:26
784
bigdadinuggets_
Daida🇧🇷 :
Why is everyone hating it her body is baggin?!
2021-07-24 07:16:19
7
isyourgirlelena
Elena :
I saw this and I felt my lower back cracking 😂
2021-07-23 00:18:23
486
lamargatzz
lamargatzz :
Bro my lower back hurts just way hung
2021-07-23 04:26:22
177
user182736272836
m 💕 :
No one take fitness advice from this influencer….
2021-07-23 00:30:03
547
qtjosiah
 :
WHATS THAT BASKETBALL HOOP YOU HAVE IN YOUR BASKETBALL ROOM I NEED IT
2021-07-22 06:05:52
26
lilboobycall
lilboobycall :
the pelvic tilt😢
2021-07-23 06:15:05
15
chayasoflate
ChayAsOfLate :
Wait is this a joke 😳
2021-07-23 07:35:49
16
annab0lic
anna :
her back said ✔️
2021-07-23 03:43:23
13
couscouscutie
Nadine | IFBB Pro Coach :
The side lunge ☠️☠️☠️
2021-07-23 04:20:19
118
ellelondres
𝐸 ♡ :
im not a fitness expert but i can surely tell ur form is incorrect 😭
2021-07-23 08:14:08
87
tigerki_werki
tigerki_werki :
back😣😫
2021-07-22 21:05:46
7
marie__chacha
Chacha :
Les exos font peur hein !!! Comment ça peut être légal de publier ce
2021-07-23 13:10:55
14
wellness_worker
Kristen Victoria :
For real tho, look up anterior pelvic tilt. There’s lots of stretches and exercises to fix it !
2021-07-23 00:53:20
59
nudaatelier
Milagros ✨ :
Youre doing all of them wrong
2021-07-22 22:50:19
223
ilii111110
Gemini :
Co tu sie
2021-07-22 21:37:29
12
franciiscar8
Francesca :
Ehm...non funziona proprio così 😅😂
2021-07-23 07:43:03
14
k.kinx.x
😻 :
Sis i think u have scoliosis or sm
2021-07-23 11:04:28
10
hotandcursed
hotandcursed :
girl what's this
2021-07-24 22:38:29
8
thecanadiankiwi
Kiwi :
Is Jen selter like cheugy at this point ?
2021-07-23 12:05:59
10
skinwithmorgantaylor
skinwithmorgantaylor :
Why her back bent like that??? It’s like ⚡️
2021-07-23 01:53:13
5
_elizaconnolly
_elizaconnolly :
wut
2021-07-23 03:50:39
6
yushis._
🕷H I E N A🕷 :
No chyba nie
2021-07-24 13:18:23
7
aquaair1
♒️ :
She fell off
2021-07-23 04:14:05
5
To see more videos from user @jenselter, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kabar relatif lega muncul di tengah tekanan rupiah yang makin parah. Detik Finance melaporkan pada Sabtu (30/5/2026) bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) jamin harga BBM subsidi seperti Solar dan Pertalite tidak akan naik sampai akhir tahun 2026, meski dolar AS hampir tembus Rp17.900 (sempat di Rp17.902 pukul 14:11 WIB Jumat 29/5). Pernyataan ini disampaikan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung saat ditemui di Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (29/5/2026). “Jadi untuk kenaikan harga BBM yang untuk subsidi, ini kan sudah disampaikan dan ini menurut perhitungan kita kan ada produksi dalam negeri yang kita dorong itu peningkatan. Kilang di dalam negeri pun itu juga kita juga sudah siapkan,” ujar Yuliot. Konsistensi dengan pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya (19/5): “Belum sampai US$100 lah, dan belum ada kenaikan, tidak akan naik. Insyaallah ya doain ya, tidak akan kita naikkan subsidi BBM.” Rata-rata ICP (Indonesian Crude Price) Januari sampai sekarang kira-kira US$80-81/barrel, di bawah asumsi US$100 yang bisa jadi trigger kenaikan. Soal harga listrik, Yuliot tidak tegas jamin naik atau tidak. Pemerintah dorong ketahanan energi nasional lewat percepatan PLTS 100 gigawatt dan stop operasi pembangkit listrik diesel, biar mengurangi ketergantungan ke impor BBM dan tidak terlalu terdampak fluktuasi rupiah. Buat masyarakat dan investor Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati. Pertama, kepastian BBM subsidi tidak naik kasih kelegaan ke daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi (rupiah lemah, inflasi 2,42% YoY, ULN Rp7.669 T). Tapi konsekuensinya beban subsidi APBN makin berat. Kedua, sektor saham yang patut dipantau: Pertamina (lewat MEDC, AKRA, PGAS) untuk efek harga BBM, dan emiten EBT seperti PGAS, BWPT, AALI (sawit untuk B50) yang berpotensi dapat boost dari program ketahanan energi. Ketiga, tarif listrik yang belum dipastikan jadi risiko jangka pendek. Kalau ICP terus naik dan dolar AS makin tinggi, PLN bisa hadapi tekanan signifikan. Pantau perkembangan ICP, kurs rupiah, dan respons pemerintah dalam beberapa minggu ke depan sebagai indikator arah harga energi RI. SOURCE:TWS NEWS/TRADEWITHSULI #kontencom #kontencomxtws
Kabar relatif lega muncul di tengah tekanan rupiah yang makin parah. Detik Finance melaporkan pada Sabtu (30/5/2026) bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) jamin harga BBM subsidi seperti Solar dan Pertalite tidak akan naik sampai akhir tahun 2026, meski dolar AS hampir tembus Rp17.900 (sempat di Rp17.902 pukul 14:11 WIB Jumat 29/5). Pernyataan ini disampaikan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung saat ditemui di Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (29/5/2026). “Jadi untuk kenaikan harga BBM yang untuk subsidi, ini kan sudah disampaikan dan ini menurut perhitungan kita kan ada produksi dalam negeri yang kita dorong itu peningkatan. Kilang di dalam negeri pun itu juga kita juga sudah siapkan,” ujar Yuliot. Konsistensi dengan pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya (19/5): “Belum sampai US$100 lah, dan belum ada kenaikan, tidak akan naik. Insyaallah ya doain ya, tidak akan kita naikkan subsidi BBM.” Rata-rata ICP (Indonesian Crude Price) Januari sampai sekarang kira-kira US$80-81/barrel, di bawah asumsi US$100 yang bisa jadi trigger kenaikan. Soal harga listrik, Yuliot tidak tegas jamin naik atau tidak. Pemerintah dorong ketahanan energi nasional lewat percepatan PLTS 100 gigawatt dan stop operasi pembangkit listrik diesel, biar mengurangi ketergantungan ke impor BBM dan tidak terlalu terdampak fluktuasi rupiah. Buat masyarakat dan investor Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati. Pertama, kepastian BBM subsidi tidak naik kasih kelegaan ke daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi (rupiah lemah, inflasi 2,42% YoY, ULN Rp7.669 T). Tapi konsekuensinya beban subsidi APBN makin berat. Kedua, sektor saham yang patut dipantau: Pertamina (lewat MEDC, AKRA, PGAS) untuk efek harga BBM, dan emiten EBT seperti PGAS, BWPT, AALI (sawit untuk B50) yang berpotensi dapat boost dari program ketahanan energi. Ketiga, tarif listrik yang belum dipastikan jadi risiko jangka pendek. Kalau ICP terus naik dan dolar AS makin tinggi, PLN bisa hadapi tekanan signifikan. Pantau perkembangan ICP, kurs rupiah, dan respons pemerintah dalam beberapa minggu ke depan sebagai indikator arah harga energi RI. SOURCE:TWS NEWS/TRADEWITHSULI #kontencom #kontencomxtws

About