@caammmyyy: 🤍

Camryn Jane
Camryn Jane
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 05 August 2021 23:03:38 GMT
23200
1509
17
22

Music

Download

Comments

username8930987
username8930987 :
🛸     🌎 °  🌓 •  .°•   🚀 ✯    ★ *     °    🛰  °·                             🪐 .   • ° ★ •  ☄ ▁▂▃▄▅▆▇▇▆▅▄▃▁▂ Pin this
2021-08-05 23:45:20
2
wetbread69420
ramez :
Are you as dry as your comment section
2021-08-06 02:05:45
1
_______av_____28_______
AV28 :
😍
2021-08-06 02:16:46
1
og420redneck
Jay :
❤️😘
2021-08-11 20:03:46
1
user194120261
User :
🥰
2021-08-05 23:06:08
1
yatusabespapi1
Ya_tu_sabes :
Absolutely gorgeous
2021-08-06 07:53:55
0
kierstenshirey
kiersten ♡ :
hey, where is your bra from?
2022-03-20 19:48:50
0
catalinbran2
Catalin Bran :
Maa che bella 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2021-08-28 01:27:54
0
buser870829duser
Hannah Rice :
❤️Better then Tinder😚meet hotest girls near you👩‍❤️‍👨go to👉𝐝𝐢𝐫𝐭𝐲𝐭𝐢𝐧𝐝𝐞𝐫.𝐦𝐞
2021-08-10 10:34:22
0
zacharyschwier
Zachary Schwier :
God blessed you
2021-08-08 07:59:32
0
arubacar
Marc. M :
Even though u r young u have the beauty of a much older woman 😳
2021-08-07 13:47:58
0
j.a.leckie
J.A.Leckie :
Literally watching this on the couch rn wtf 😂
2021-08-06 17:31:20
0
charliebogansr
charlie bogan sr :
Dam you looking great 👍
2021-08-06 13:32:33
0
ernie4168
ernie4168 :
❤❤❤❤❤
2021-08-06 06:37:33
0
davidvill1977
davidvill1977 :
Beautiful and Sexy!!!😍😘🥰
2021-08-06 03:09:00
0
angelbenito3080
angel benito :
Súper linda 🥰
2021-08-06 00:11:26
0
charlie_todd_4
charlie_todd_2000☀️🐯avg :
beautiful
2021-08-05 23:40:59
0
To see more videos from user @caammmyyy, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Part 6>> Heeseung narik napas pelan. Lalu menatap kamu lurus.
Part 6>> Heeseung narik napas pelan. Lalu menatap kamu lurus. "Aku udah pernah bilang ini sebelumnya." Kamu langsung menggigit bibir bagian dalam. Karena dari nada suaranya aja udah ketahuan. "Tapi aku mau bilang lagi." "..." "Aku masih suka kamu." Deg. Jantung kamu langsung berisik sendiri. Dan semakin parah waktu Heeseung melanjutkan dengan tatapan serius. "Aku udah nunggu lama." "..." "Dan aku gak pernah nyesel nunggu." Kamu langsung menunduk sedikit. Karna ini Manis banget. Sampai akhirnya Heeseung tersenyum kecil. "(y/n)..." "Hm?" "Mau jadi pacarku?" Sunyi. Dan saat itulah sisi jahil kamu muncul. Padahal jelas-jelas mau bilang iya. Tapi kamu malah menatap dia beberapa detik lalu menjawab pelan, "...aku masih butuh waktu." "..." Heeseung berkedip. Sekali. Dua kali. Tiga kali. Loading. "...hah?" Kamu langsung buang muka karena udah mulai gak kuat nahan senyum. Sementara Heeseung? Kelihatan kayak baru kena serangan mental. "Sebentar." Dia mengangkat tangan. "Sebentar." Dia mulai muter kecil sambil ngacak rambut sendiri. "Jadi aku ditolak lagi?" "Heeseung—" "Aku udah sabar." Dia mulai ngitung pakai jari. "Aku jemput kamu." Satu jari. "Aku anter kamu." Dua jari. "Aku setia." Tiga jari. "Aku bahkan tidur di sofa." Empat jari. Kamu langsung hampir meledak ketawa. "Heeseung..." "AKU MASIH BUTUH WAKTU KATANYA." Dia menirukan suara kamu dengan muka frustasi. Kamu akhirnya gak tahan dan ketawa. Dan saat itulah Heeseung sadar. Mata dia langsung nyipit. "...kamu ngerjain aku ya?" Heeseung langsung menghela napas panjang. Panjang banget. Sampai kamu makin ngakak. "Aku capek." "Maaf" "Aku tuh kalau jadi pacar kamu nanti kayaknya bakal sering sakit kepala." Kamu malah ketawa makin keras. Sementara Heeseung cuma geleng-geleng kepala sambil ikut ketawa pasrah. Karena pada akhirnya... dia memang gak bisa marah sama kamu. Akhirnya dia melangkah mendekat lalu berdiri tepat di depanmu. "Masih butuh waktu?" Kamu pura-pura berpikir. "Hm..." Heeseung langsung mendesah. Lalu tersenyum kecil. "Yaudah." Kali ini suaranya jauh lebih lembut. "Aku tunggu lagi." Deg. "Aku gak keberatan." "Heeseung..." "Satu bulan, enam bulan, setahun..." Dia mengangkat bahu santai. "Berapa pun." Lalu dia mengacak rambutmu pelan. "Aku masih bisa nunggu." Kamu langsung terdiam. Karena setelah hampir tantrum barusan... ujung-ujungnya dia tetap sama. Tetap sabar. Tetap memilih bertahan. Sampai akhirnya Heeseung menatapmu lalu berkata, "Tapi kalau bisa..." "Hm?" "Jangan pas aku umur 80 tahun baru jawab ya." --- Hari itu seperti biasa kamu dijemput Heeseung buat main ke rumah nya lagi, dari sore hingga malam. Heeseung memang tinggal sendirian karna orang tuanya ngurus bisnis diluar kota. Dia selalu merasa kesepian dan itulah kesempatan dia buat ajak kamu kesana nemenin dia. Malam itu kalian duduk di sofa yang sama kayak sebelumnya. Jarak nyaris gak ada saking dekatnya. Obrolan ngalir. Ketawa. Becanda receh. Sampai satu titik— Kamu kepikiran sesuatu. Iseng. Kamu geser duduk sedikit lebih dekat. Heeseung sadar, tapi pura-pura nggak. Kamu pun makin berani. Kamu tiba-tiba berdiri kecil di depan Heeseung yang lagi duduk santai. “Kamu rambutnya berantakan.” Heeseung alisnya naik. “Hah?” Kamu mendekat. Tangan naik, pura-pura ngerapihin poni Heeseung. Padahal rambutnya baik-baik aja. Jarak kalian… tinggal beberapa senti. Heeseung bahkan bisa ngerasa napas kamu. Kamu sengaja pelan-pelan. Lama banget. Kayak nggak niat selesai. Heeseung akhirnya ngomong pelan. “Kamu godain aku?” Kamu pura-pura polos. “Enggak kok.” Padahal dari senyum jelas banget nggak polos. Heeseung ketawa pelan, tapi matanya berubah. “Setelah nolak aku lagi, kamu godain aku?” Kamu duduk lagi di sampingnya, kali ini lebih nempel. “Aku nggak godain.” Heeseung nengok. “(y/n).” “Napa?” “Jangan nantang.” Kamu malah makin nempel, pura-pura benerin kerah hoodie-nya sekarang. “Siapa yang nantang?” Detik itu juga— Heeseung pegang pergelangan tangan kamu pelan. Tatapannya serius tapi ada senyum tipis. “Beneran mau main gitu?” Kamu nggak jawab. Cuma senyum. Dan itu cukup. Tiba-tiba Heeseung gerak cepat tapi tetap lembut. Dia dorong bahu kamu.. #evan #heeseung

About