@1q2w3e4r5t6y7u8i9o0p1aws:

مغلق
مغلق
Open In TikTok:
Region: IQ
Tuesday 24 August 2021 08:12:04 GMT
120
67
1
6

Music

Download

Comments

halajan272
ئيزدي و افتخر :
💔😭
2021-08-24 08:30:50
0
To see more videos from user @1q2w3e4r5t6y7u8i9o0p1aws, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Suster Katolik Nyanyikan “Donna, Donna” dalam Aksi Solidaritas Korban Karhutla Sociusdemos - Seorang suster Katolik menyanyikan lagu “Donna, Donna” dengan iringan petikan gitar akustik dalam aksi solidaritas dan doa lintas agama untuk korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tugu Proklamasi, Jakarta, Senin (19/10/2026) malam. Para peserta duduk melingkar di ruang terbuka sambil menyalakan lilin dan membentangkan poster berisi aspirasi dalam suasana khidmat dan reflektif. Lagu “Donna, Donna” berasal dari lagu berbahasa Yiddish berjudul “Dana Dana”, dengan lirik karya Aaron Zeitlin dan musik gubahan Sholom Secunda untuk pertunjukan teater Esterke pada 1940–1941. Lagu ini kemudian populer melalui versi bahasa Inggris yang dibawakan penyanyi folk Amerika Serikat, Joan Baez, dalam album debutnya pada 1960. Lagu ini mengisahkan seekor anak sapi yang dibawa menuju p3ny3mbelih4n dan seekor burung yang terbang bebas. Kontras tersebut kerap ditafsirkan sebagai simbol ketidakberdayaan dan kebebasan. Seiring waktu, “Donna, Donna” juga dimaknai sebagai refleksi tentang penindasan, ketidakadilan, dan perjuangan meraih kebebasan. Sejumlah penafsir mengaitkannya dengan penderitaan orang Yahudi pada masa Holocaust, meskipun liriknya tidak secara eksplisit menyebut peristiwa tersebut. Di Indonesia, lagu ini dikenal melalui film Gie (2005), yang dibintangi Nicholas Saputra dan mengangkat kehidupan aktivis mahasiswa Soe Hok Gie. Dalam album soundtrack film tersebut, lagu ini dibawakan oleh Sita Nursanti. Dalam konteks film, “Donna, Donna” dapat ditafsirkan sebagai refleksi tentang kebebasan berpikir, sikap kritis terhadap kekuasaan, dan perlawanan terhadap ketidakadilan. Namun, pemaknaan tersebut merupakan interpretasi berdasarkan konteks film, bukan satu-satunya makna lagu. Apa Tanggapan Lo? #Sociusdemos
Suster Katolik Nyanyikan “Donna, Donna” dalam Aksi Solidaritas Korban Karhutla Sociusdemos - Seorang suster Katolik menyanyikan lagu “Donna, Donna” dengan iringan petikan gitar akustik dalam aksi solidaritas dan doa lintas agama untuk korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tugu Proklamasi, Jakarta, Senin (19/10/2026) malam. Para peserta duduk melingkar di ruang terbuka sambil menyalakan lilin dan membentangkan poster berisi aspirasi dalam suasana khidmat dan reflektif. Lagu “Donna, Donna” berasal dari lagu berbahasa Yiddish berjudul “Dana Dana”, dengan lirik karya Aaron Zeitlin dan musik gubahan Sholom Secunda untuk pertunjukan teater Esterke pada 1940–1941. Lagu ini kemudian populer melalui versi bahasa Inggris yang dibawakan penyanyi folk Amerika Serikat, Joan Baez, dalam album debutnya pada 1960. Lagu ini mengisahkan seekor anak sapi yang dibawa menuju p3ny3mbelih4n dan seekor burung yang terbang bebas. Kontras tersebut kerap ditafsirkan sebagai simbol ketidakberdayaan dan kebebasan. Seiring waktu, “Donna, Donna” juga dimaknai sebagai refleksi tentang penindasan, ketidakadilan, dan perjuangan meraih kebebasan. Sejumlah penafsir mengaitkannya dengan penderitaan orang Yahudi pada masa Holocaust, meskipun liriknya tidak secara eksplisit menyebut peristiwa tersebut. Di Indonesia, lagu ini dikenal melalui film Gie (2005), yang dibintangi Nicholas Saputra dan mengangkat kehidupan aktivis mahasiswa Soe Hok Gie. Dalam album soundtrack film tersebut, lagu ini dibawakan oleh Sita Nursanti. Dalam konteks film, “Donna, Donna” dapat ditafsirkan sebagai refleksi tentang kebebasan berpikir, sikap kritis terhadap kekuasaan, dan perlawanan terhadap ketidakadilan. Namun, pemaknaan tersebut merupakan interpretasi berdasarkan konteks film, bukan satu-satunya makna lagu. Apa Tanggapan Lo? #Sociusdemos

About