@makamasa724: รางวัลของคนตั้งใจรักคืออะไร🖤#ถอยออกมาดีกว่า

ส้มที่ชอบขายของ
ส้มที่ชอบขายของ
Open In TikTok:
Region: TH
Saturday 28 August 2021 01:21:40 GMT
14949
2121
23
57

Music

Download

Comments

To see more videos from user @makamasa724, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Sebanyak 3.042 penerima Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) terdeteksi transaksi judi online (Judol). Akibat 3.042 penerima bansos ini dihentikan, mereka tidak lagi mendapat bansos Rp600 ribu. Update data terdeteksi transaksi Judol ini diperolah dari Dinas Sosial (Dinsos) Polman per Kamis (8/10/2026) hari ini. Sekretaris Dinsos Polman, Ansyari Bahrum menyampaikan jika data tahun ini penerima bansos cukup meningkat terdeteksi Judol. Dia menyampaikan dari 24.155 Keluarga Penerima Manfaat (KPH), 3.042 diantaranya terdeteksi Judol. “Berarti sekitar 12 persen yang saat ini dihentikan, atau 3.042 penerima bansos, karena terdeteksi Judol,” kata Ansyari Bahrum saat ditemui wartawan. Dia menyampaikan kondisi penerima Bansos PKH, khususnya di Polman cukup memprihatinkan karena terdeteksi judol. Aktivitas kegiatan judol ini dapat menghentikan penyaluran bansos kepada keluarga penerima. Ansyari menyebut hingga saat ini sudah ada  644 yang melakukan sanggahan dari 3.042 penerima bansos terdeteksi judol. “Yang sudah menyangga 644, sementara yang sudah disetujui sanggahannya ini sudah 236, tapi dia tidak langsung dapat menerima bansos, dihentikan dulu satu periode,” ungkapnya. Dia menyampaikan sudah ada 644 penerima bansos ajukan sanggahan karena merasa tidak pernah bermain judol. Sementara ada 236 yang sanggahannya telah dikabulkan, namun tidak langsung bansosnya kembali cair melainkan menunggu selama satu periode. Ansyari mengimbau kepada seluruh penerima bansos agar mengingatkan seluruh keluarganya untuk menghindari aktivitas judol. “Kita mengimbau khususnya kepada penerima bansos, ikut mengawasi seluruh anggota keluarganya agar tidak bermain judol, agar bantuan yang diterima itu untuk pemenuhan kebutuhan,” ungkapnya.#tribunsulbar #tribunnews #mamujusulbar #mamuju
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Sebanyak 3.042 penerima Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) terdeteksi transaksi judi online (Judol). Akibat 3.042 penerima bansos ini dihentikan, mereka tidak lagi mendapat bansos Rp600 ribu. Update data terdeteksi transaksi Judol ini diperolah dari Dinas Sosial (Dinsos) Polman per Kamis (8/10/2026) hari ini. Sekretaris Dinsos Polman, Ansyari Bahrum menyampaikan jika data tahun ini penerima bansos cukup meningkat terdeteksi Judol. Dia menyampaikan dari 24.155 Keluarga Penerima Manfaat (KPH), 3.042 diantaranya terdeteksi Judol. “Berarti sekitar 12 persen yang saat ini dihentikan, atau 3.042 penerima bansos, karena terdeteksi Judol,” kata Ansyari Bahrum saat ditemui wartawan. Dia menyampaikan kondisi penerima Bansos PKH, khususnya di Polman cukup memprihatinkan karena terdeteksi judol. Aktivitas kegiatan judol ini dapat menghentikan penyaluran bansos kepada keluarga penerima. Ansyari menyebut hingga saat ini sudah ada 644 yang melakukan sanggahan dari 3.042 penerima bansos terdeteksi judol. “Yang sudah menyangga 644, sementara yang sudah disetujui sanggahannya ini sudah 236, tapi dia tidak langsung dapat menerima bansos, dihentikan dulu satu periode,” ungkapnya. Dia menyampaikan sudah ada 644 penerima bansos ajukan sanggahan karena merasa tidak pernah bermain judol. Sementara ada 236 yang sanggahannya telah dikabulkan, namun tidak langsung bansosnya kembali cair melainkan menunggu selama satu periode. Ansyari mengimbau kepada seluruh penerima bansos agar mengingatkan seluruh keluarganya untuk menghindari aktivitas judol. “Kita mengimbau khususnya kepada penerima bansos, ikut mengawasi seluruh anggota keluarganya agar tidak bermain judol, agar bantuan yang diterima itu untuk pemenuhan kebutuhan,” ungkapnya.#tribunsulbar #tribunnews #mamujusulbar #mamuju

About