@jordanngallantt:

Jordan Gallant
Jordan Gallant
Open In TikTok:
Region: CA
Friday 17 September 2021 13:49:42 GMT
490
26
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @jordanngallantt, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

AWASSSSSSSSSS !!  Gadis-gadis berteriak. Suara mereka langsung membuat suasana di sekitar lapangan menjadi gaduh. Bola basket itu melesat jauhh... Ke sekumpulan gadis. Mereka tak sempat menghindar. Tubuh mereka reflek membuat perlindungan dengan tangan. Beberapa bahkan langsung menundukkan kepala. Mata mereka terpejam. Tubuh mereka seolah sudah siap menahan dan merasakan sakit dari bola yg melesat kuat itu. Satu detik. Lima detik. Lima belas detik. Namun... Bola itu seolah dibekukan oleh waktu. Mereka tak merasakan apapun. Tak ada benturan. Tak ada rasa sakit. Hanya suara gaduh dari sekitar mereka. Tapiii... Kemudian suara gadis-gadis bergemuruh kencangg. Mereka bersorak. “WOAAAAHHH!” Lena perlahan membuka mata nya. Ya, Lena. Gadis yang hampir menjadi serangan buta dari bola kencang tadi. Nafas nya masih sedikit tertahan Tapi saat pandangan nya mulai jelas... Didepan nya berdiri sesosok perempuan. Lena terdiam. Ternyata anak ini yg menahan bola itu. Bola basket tadi masih berada di tangan nya. Lena tak pernah melihat anak ini. Tentu saja, pasti dia dari kelas lain. Gadis didepan Lena itu kemudian berbalik. Menatap Lena. Mata nya sipit. Tapi tetap tajam. Tatapan itu membuat Lena sedikit gugup. Lena terbata bata. “T-terimakasih.” Gadis itu hanya mengangguk. Tak ada senyum. Hanya anggukan kecil. “Karna aku sudah membantu mu...” Gadis itu berhenti sebentar. “Bisa kah kamu juga membantu ku?” tanya gadis itu. Lena sedikit bingung . “Y-yaa tentu saja.” jawab Lena. “Ini adalah hari pertama aku di sekolah ini.” Gadis itu melirik sekitar. “Dan aku sedang mencari ruang A Unggulan. Bisa bantu aku kesana?” “O-oh?” Alis Lena terangkat. Lena menyadari sesuatu. “Kamu akan satu kelas dengan ku.” Lena mengulurkan tangan nya. Dan tersenyum. “Aku Lena.” Gadis itu diam. Cukup lama. Seolah sedang mempertimbangkan sesuatu. Tapi akhirnya... Gadis itu menjabat kembali tangan Lena. “Miu...” Lena terdiam. Mata nya turun melihat tangan nya yg kini digenggam erat oleh Miu. Genggaman nya cukup kuat. Entah apa yg membuat nya salah tingkah. Lena buru-buru mengalihkan pandangan nya. Seperti nya, anak ini akan cukup populer nanti. ucap Lena dalam hati. “Lena?” Suara Miu membuat Lena kembali menatap nya. “Bisa kita pergi ke kelas sekarang?” “O-oh ya ya.” Lena sedikit gugup. “Ayoo.” Akhirnya Lena pun mulai memimpin Miu menuju kelas mereka. Namun baru beberapa langkah... Lena sudah  menyadari banyak tatapan yg mengikuti mereka. Saat Miu lewat... Banyak gadis menyoroti dan memperhatikan nya. Beberapa bahkan berbisik satu sama lain. Bahkan anak laki laki juga tak kalah banyak. Miu tetap berjalan santai. Seolah tak peduli dengan semua tatapan itu. Jaket kulit. Rambut tebal. Mata sipit dan tajam. Hidung yang mancung. Serta kulit yang bersinar. Tentu saja... Semua mata tertuju pada Miu. #lenamiu #lalinalena #lena #miu #miunatsha
AWASSSSSSSSSS !! Gadis-gadis berteriak. Suara mereka langsung membuat suasana di sekitar lapangan menjadi gaduh. Bola basket itu melesat jauhh... Ke sekumpulan gadis. Mereka tak sempat menghindar. Tubuh mereka reflek membuat perlindungan dengan tangan. Beberapa bahkan langsung menundukkan kepala. Mata mereka terpejam. Tubuh mereka seolah sudah siap menahan dan merasakan sakit dari bola yg melesat kuat itu. Satu detik. Lima detik. Lima belas detik. Namun... Bola itu seolah dibekukan oleh waktu. Mereka tak merasakan apapun. Tak ada benturan. Tak ada rasa sakit. Hanya suara gaduh dari sekitar mereka. Tapiii... Kemudian suara gadis-gadis bergemuruh kencangg. Mereka bersorak. “WOAAAAHHH!” Lena perlahan membuka mata nya. Ya, Lena. Gadis yang hampir menjadi serangan buta dari bola kencang tadi. Nafas nya masih sedikit tertahan Tapi saat pandangan nya mulai jelas... Didepan nya berdiri sesosok perempuan. Lena terdiam. Ternyata anak ini yg menahan bola itu. Bola basket tadi masih berada di tangan nya. Lena tak pernah melihat anak ini. Tentu saja, pasti dia dari kelas lain. Gadis didepan Lena itu kemudian berbalik. Menatap Lena. Mata nya sipit. Tapi tetap tajam. Tatapan itu membuat Lena sedikit gugup. Lena terbata bata. “T-terimakasih.” Gadis itu hanya mengangguk. Tak ada senyum. Hanya anggukan kecil. “Karna aku sudah membantu mu...” Gadis itu berhenti sebentar. “Bisa kah kamu juga membantu ku?” tanya gadis itu. Lena sedikit bingung . “Y-yaa tentu saja.” jawab Lena. “Ini adalah hari pertama aku di sekolah ini.” Gadis itu melirik sekitar. “Dan aku sedang mencari ruang A Unggulan. Bisa bantu aku kesana?” “O-oh?” Alis Lena terangkat. Lena menyadari sesuatu. “Kamu akan satu kelas dengan ku.” Lena mengulurkan tangan nya. Dan tersenyum. “Aku Lena.” Gadis itu diam. Cukup lama. Seolah sedang mempertimbangkan sesuatu. Tapi akhirnya... Gadis itu menjabat kembali tangan Lena. “Miu...” Lena terdiam. Mata nya turun melihat tangan nya yg kini digenggam erat oleh Miu. Genggaman nya cukup kuat. Entah apa yg membuat nya salah tingkah. Lena buru-buru mengalihkan pandangan nya. Seperti nya, anak ini akan cukup populer nanti. ucap Lena dalam hati. “Lena?” Suara Miu membuat Lena kembali menatap nya. “Bisa kita pergi ke kelas sekarang?” “O-oh ya ya.” Lena sedikit gugup. “Ayoo.” Akhirnya Lena pun mulai memimpin Miu menuju kelas mereka. Namun baru beberapa langkah... Lena sudah menyadari banyak tatapan yg mengikuti mereka. Saat Miu lewat... Banyak gadis menyoroti dan memperhatikan nya. Beberapa bahkan berbisik satu sama lain. Bahkan anak laki laki juga tak kalah banyak. Miu tetap berjalan santai. Seolah tak peduli dengan semua tatapan itu. Jaket kulit. Rambut tebal. Mata sipit dan tajam. Hidung yang mancung. Serta kulit yang bersinar. Tentu saja... Semua mata tertuju pada Miu. #lenamiu #lalinalena #lena #miu #miunatsha

About