@mikksspam: 😇💖

mikayla😇
mikayla😇
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 25 November 2021 19:18:53 GMT
6163
443
41
9

Music

Download

Comments

aviebooboobear
ava seymour :
Ur so pretty
2021-11-25 22:03:13
2
hotsause26
kate🙀 :
OK MIKAYLA
2021-11-25 23:00:01
2
kourtbergen
kourtneybergen :
how
2021-11-25 21:15:23
1
sykoratowers
sykora :
Perfect
2021-11-25 20:34:51
1
natalieantonucci
Natalie Antonucci :
Bomb 🥰
2021-11-26 00:34:54
0
shaynadran
shayna :
OMG GIRLLL
2021-11-25 19:48:45
2
user12232919323jimmy
user12232919323Jimmy :
From a 10 to a 10!!
2021-12-01 19:33:48
0
idkgi123
gianna🤑🤑 :
SO PERFECT😍😍
2021-11-25 19:28:37
1
notsamschaeferr
sam🕺🏽🕺🏽 :
ur so pretty
2021-11-25 21:51:52
2
bigsteppernoshoes
bigsteppernoshoes :
Buddah
2021-11-25 21:18:14
1
riziki650
🦋🌺Riziki🦋🌺 :
So pretty
2021-12-01 23:03:04
0
_julias_secret_account_1
julia :
hi gorgeous
2021-11-28 23:15:12
0
hannakurtaj21
Hanna :
ur so perfect
2021-11-25 19:29:21
1
demisafadi
Demi Safadi :
Omggg😍😍😍
2021-11-26 02:15:09
0
hannakurtaj21
Hanna :
I SLIPPED.
2021-11-25 19:29:13
1
avakloock
ava :
WOAH GORG
2021-11-25 23:21:05
2
savannahbarretta
Sav :
ur so pretty
2021-11-25 20:49:25
1
sandrakennedyy
sandra :
jesussss
2021-11-25 20:34:51
1
mckennacarti_
mckennacarti_ :
STUNNING
2021-11-25 20:20:29
1
shaynadran
shayna :
THE CUTEST
2021-11-25 19:48:42
1
maddie_lardieri
Maddie Lardieri :
So pretty
2021-11-25 20:48:52
1
xziyrah
xziyrah :
ur so naturally pretty
2022-01-25 01:27:20
0
sgiacobbe
sophia hope :
pretty!!
2021-11-30 02:50:58
0
destynie.v
des :
SO ORETTY
2021-11-30 00:16:54
0
tommispamm
tommi❤️‍🔥❤️‍🔥 :
GOD DAMN
2021-11-29 04:22:29
0
brittanynicohlelol
brittany :
ok ok
2021-11-27 18:46:32
0
morgan_quill
morgan :
SPPP
2021-11-26 13:39:03
0
demisafadi
Demi Safadi :
PERFECTTT
2021-11-26 02:15:01
0
amanda._xc
Amanda :
ur the definition of gorgeous
2021-11-26 00:49:17
0
To see more videos from user @mikksspam, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ini akhir pekan. Di kasur Martin berbaring tepat di sebelah James, meringkuk kedinginan. James tersenyum lalu membelai wajah suaminya itu. Semalaman Martin memeluknya, membiarkan seluruh selimut menutupi James. James mengenakan selimut ke Martin lalu turun dari kasur, berjalan ke luar dari kamar dan menuruni tangga menuju ke dapur. Beberapa menit berlalu, James masih mengaduk masakan di wajan. Mencicipi masakan, seseorang telah tiba di belakang James, berdiri sambil mengusap matanya. “Kamu meninggalkanku sendirian di kamar.” Itu Martin. “Berapa usiamu? Anak-anak saja sudah tidak tidur bersama kita.” “Itu anak-anak, bukan aku..” “Haha, basuh dulu wajahmu.” Martin menggelengkan kepala, ia lebih memilih menemani James memasak. James hanya bisa tersenyum dengan tingkah Martin yang baru terbangun dari tidur. Aroma harum masakan mulai tercium, membuat Martin lebih tersadar dari sebelumnya. “Masak apa? Ini begitu harum.” “Masakan kesukaan anak-anak, kemarin tetangga memberi beberapa rempah yang tidak kutemukan di pasar.” “Ooh...” “Jangan cemburu, nanti malam aku akan memasak makanan kesukaanmu.” “Untuk apa cemburu? Setiap hari aku sudah mendapatkannya.” “Makanan,” James mengulangi dengan tegas. Martin suka dengan reaksi kesal James, itu imut. Karenanya, dia mulai menggoda James dengan beberapa kalimat lagi. James hanya bisa bersabar, jika tidak maka masakannya tidak akan terasa enak. Dia tidak ingin anak-anak terkena imbas karena kenakalan ayah mereka. Obrolan mereka terlihat seperti perdebatan kecil, tapi nyatanya tidak begitu. Masakan telah siap, James menyiapkan beberapa wadah untuk makanan. Namun, Martin langsung memeluk erat dari belakang. “Hei? Lepaskan.” “Ini akhir pekan, anak-anak akan terus berada di sekitar kita, tidak akan ada kesempatan untuk ini.” “Kamu selalu seperti ini. Biarkan aku menyiapkan makanan lebih dulu sebelum mereka bangun.” “Siapkan saat mereka bangun, biarkan seperti ini dulu.” “Aku membencimu.” “Aku juga membencimu.” Ucap mereka berdua sambil tersenyum, memandang satu sama lain lalu perisitwa manis yang singkat pun terjadi. ‘Sebelum anak-anak bangun’ itu salah, karena sejak awal Seonghyeon kecil sudah berdiri di balik dinding mengintip kedua orangtuanya. “Mommy bilang benci Daddy, lalu kenapa Daddy mencium bibir Mommy?” ucapnya polos. Seonghyeon sudah terbangun dan keluar dari kamar ketika anak itu melihat ayahnya menuruni tangga, dia mengikuti dari belakang. Saat itu Martin masih terlalu mengantuk untuk menyadari keberadaan putranya. Martin dan James masih tidak menyadari hal itu hingga Seonghyeon kembali ke kamar. Waktu sarapan tiba, Martin dan James pergi ke kamar anak-anak untuk membawa mereka turun dan sarapan. Sedang menikmati waktu sarapan, Seonghyeon tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang membuat Martin tersedak sementara James mematung. “Kalian bilang benci satu sama lain, tapi kenapa Mommy biarkan Daddy cium bibir Mommy?” Keonho meletakkan sendoknya “Wah, itu benar? Kamu lihat?” Juhoon tetap diam, tapi dia juga ikut berhenti mengunyah karena penasaran. Tatapan ketiga anak yang baru berusia sekitar 4–5 tahun di hadapan mereka membuat Martin dan James bingung harus mengatakan apa. “Mommy ayo jawab Yoonn!” “Uh- Hyeonie, Daddy yang jawab ya.. Itu bukan benci tapi cinta.” “Tapi Mommy bilangnya benci bukan cinta, itu beda Daddy,” Juhoon kecil ikut bersuara. “Uhm, bagaimana cara menjelaskannya...” Martin memijat tulang hidungnya. James diam, telinganya memerah. Sejak dulu sudah seperti ini, James masih malu memperlihatkan kemesraannya dan Martin dengan terang-terangan hingga mereka memiliki tiga anak, bahkan di depan anak-anak mereka sekalipun sangat jarang. “Kalau Mommy tidak mau jawab, Jju bisa tanya ke guru kelas Jju di sekolah besok. Guru Jju kan suka anak-anak yang bertanya.” “Kakak Jju benar!” seru Seonghyeon bersemangat. “Onoo juga mau tau!” lanjut Keonho. “Eh-eh! Nanti Mommy yang jawab, jangan ditanya ke guru! Aduh, kalian ini...” Martin tertawa kecil. Begitulah kira-kira~ Special tag: @regi #marjames #marjamesfamily #alternativeuniverse
Ini akhir pekan. Di kasur Martin berbaring tepat di sebelah James, meringkuk kedinginan. James tersenyum lalu membelai wajah suaminya itu. Semalaman Martin memeluknya, membiarkan seluruh selimut menutupi James. James mengenakan selimut ke Martin lalu turun dari kasur, berjalan ke luar dari kamar dan menuruni tangga menuju ke dapur. Beberapa menit berlalu, James masih mengaduk masakan di wajan. Mencicipi masakan, seseorang telah tiba di belakang James, berdiri sambil mengusap matanya. “Kamu meninggalkanku sendirian di kamar.” Itu Martin. “Berapa usiamu? Anak-anak saja sudah tidak tidur bersama kita.” “Itu anak-anak, bukan aku..” “Haha, basuh dulu wajahmu.” Martin menggelengkan kepala, ia lebih memilih menemani James memasak. James hanya bisa tersenyum dengan tingkah Martin yang baru terbangun dari tidur. Aroma harum masakan mulai tercium, membuat Martin lebih tersadar dari sebelumnya. “Masak apa? Ini begitu harum.” “Masakan kesukaan anak-anak, kemarin tetangga memberi beberapa rempah yang tidak kutemukan di pasar.” “Ooh...” “Jangan cemburu, nanti malam aku akan memasak makanan kesukaanmu.” “Untuk apa cemburu? Setiap hari aku sudah mendapatkannya.” “Makanan,” James mengulangi dengan tegas. Martin suka dengan reaksi kesal James, itu imut. Karenanya, dia mulai menggoda James dengan beberapa kalimat lagi. James hanya bisa bersabar, jika tidak maka masakannya tidak akan terasa enak. Dia tidak ingin anak-anak terkena imbas karena kenakalan ayah mereka. Obrolan mereka terlihat seperti perdebatan kecil, tapi nyatanya tidak begitu. Masakan telah siap, James menyiapkan beberapa wadah untuk makanan. Namun, Martin langsung memeluk erat dari belakang. “Hei? Lepaskan.” “Ini akhir pekan, anak-anak akan terus berada di sekitar kita, tidak akan ada kesempatan untuk ini.” “Kamu selalu seperti ini. Biarkan aku menyiapkan makanan lebih dulu sebelum mereka bangun.” “Siapkan saat mereka bangun, biarkan seperti ini dulu.” “Aku membencimu.” “Aku juga membencimu.” Ucap mereka berdua sambil tersenyum, memandang satu sama lain lalu perisitwa manis yang singkat pun terjadi. ‘Sebelum anak-anak bangun’ itu salah, karena sejak awal Seonghyeon kecil sudah berdiri di balik dinding mengintip kedua orangtuanya. “Mommy bilang benci Daddy, lalu kenapa Daddy mencium bibir Mommy?” ucapnya polos. Seonghyeon sudah terbangun dan keluar dari kamar ketika anak itu melihat ayahnya menuruni tangga, dia mengikuti dari belakang. Saat itu Martin masih terlalu mengantuk untuk menyadari keberadaan putranya. Martin dan James masih tidak menyadari hal itu hingga Seonghyeon kembali ke kamar. Waktu sarapan tiba, Martin dan James pergi ke kamar anak-anak untuk membawa mereka turun dan sarapan. Sedang menikmati waktu sarapan, Seonghyeon tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang membuat Martin tersedak sementara James mematung. “Kalian bilang benci satu sama lain, tapi kenapa Mommy biarkan Daddy cium bibir Mommy?” Keonho meletakkan sendoknya “Wah, itu benar? Kamu lihat?” Juhoon tetap diam, tapi dia juga ikut berhenti mengunyah karena penasaran. Tatapan ketiga anak yang baru berusia sekitar 4–5 tahun di hadapan mereka membuat Martin dan James bingung harus mengatakan apa. “Mommy ayo jawab Yoonn!” “Uh- Hyeonie, Daddy yang jawab ya.. Itu bukan benci tapi cinta.” “Tapi Mommy bilangnya benci bukan cinta, itu beda Daddy,” Juhoon kecil ikut bersuara. “Uhm, bagaimana cara menjelaskannya...” Martin memijat tulang hidungnya. James diam, telinganya memerah. Sejak dulu sudah seperti ini, James masih malu memperlihatkan kemesraannya dan Martin dengan terang-terangan hingga mereka memiliki tiga anak, bahkan di depan anak-anak mereka sekalipun sangat jarang. “Kalau Mommy tidak mau jawab, Jju bisa tanya ke guru kelas Jju di sekolah besok. Guru Jju kan suka anak-anak yang bertanya.” “Kakak Jju benar!” seru Seonghyeon bersemangat. “Onoo juga mau tau!” lanjut Keonho. “Eh-eh! Nanti Mommy yang jawab, jangan ditanya ke guru! Aduh, kalian ini...” Martin tertawa kecil. Begitulah kira-kira~ Special tag: @regi #marjames #marjamesfamily #alternativeuniverse

About