@bassemmassoud12: #tarekeid41 #kazoumassoud #bassemmassoud12 #foryou #fyp #🥺😢😪

🇹🇳الجوكرالتونسي🇬🇧🌶🌶
🇹🇳الجوكرالتونسي🇬🇧🌶🌶
Open In TikTok:
Region: GB
Monday 27 December 2021 19:02:45 GMT
34150
455
46
164

Music

Download

Comments

fo13001
شَذئ🌷 :
حصل واللهي
2026-09-13 05:36:55
0
souhilafofo
جيجلية :
بارح صراتلي
2026-05-23 18:43:36
1
alkhori_wafaa
ALKHORI_WAFAA :
لوكان عندي مارجع ، خله يحس
2025-08-21 16:22:20
1
tbr_2002h
تبارك الرحمن :
بضبط 😔
2026-03-02 02:47:40
0
sihamsiham6595
시함 :
يعني بختصار استغلال
2021-12-28 11:46:28
5
nutellina623
PRETTY.GIRL🌸 :
حصل و الله 💔
2025-11-15 16:23:38
0
user91282347120666
القيني :
انا اشهد
2025-01-09 18:02:54
1
baylsasnzamar
الروح المشتاقه :
اي والله صدقت
2022-01-30 18:57:16
1
mnawar1980
جعفر :
يعني يا اخي لا البنات ولا الولاد. يعملوا هيك. بس هلا الدنيا. ما تزبط الا. عندهم اطراف كثيره 😂😂😂😂😂😂😂. فيعني لا نتزوج ونظل هيك
2022-01-22 14:30:11
1
rashamohamedosman3
rashamohamedosman :
حرفيا
2025-10-26 15:12:41
0
tiktok.comkari1
Kari23 :
Non pas vrai . Tout dépend de la femme. Elle peut le faire oublier l'autre🥰.
2021-12-28 00:16:21
2
greeneyes366
Amal Turki🇱🇧🇬🇧 :
تركني وراح كتب كتابه عليها💔💔💔
2025-01-12 20:20:52
0
mourad__m
🥀💚MOURAD🥀💌🦋 :
صحيح ✅ 🥺🥺
2022-01-07 18:56:35
1
usercx01h7ni7x
مــــــحمـــد الـــنعيــــمي :
هههههه هههههه والله صحيح كلامك
2024-10-17 01:07:37
1
mnawar1980
جعفر :
لا يا اخي. مو مزبوط ممكن يكرهه. اكثر شيء. عمل عمايل كبيره 😂😂😂😂😂😂😂😂
2022-01-03 20:51:21
1
user9772024154018
علي :
@علي 👸❤️ هوة هذا الصح
2026-01-26 12:05:50
1
armybts20032
ARMY BTS2003 :
@user4974431952453 هاذ حصل معي 😂 رجع 😂اصلن مو مهم
2022-01-06 00:00:41
1
abou.aiad.najeb
عبدالله نجيب :
❤❤❤
2025-10-17 20:34:15
0
greeneyes366
Amal Turki🇱🇧🇬🇧 :
👍🏻👍🏻👍🏻
2025-01-12 20:20:26
0
osaydabdohalzazay
عبدالرحمن :
🥰
2025-10-14 19:19:03
0
osaydabdohalzazay
عبدالرحمن :
🥰
2025-10-31 12:56:56
0
.s27443
ميماتي💔+-1🇾🇪 :
كذاب هل تعلم انك كذاب حبيبي الاول باعني برخيص بدك ارجع له والله لو كان حبه علاجي ما ارجع له
2025-08-20 12:43:22
1
usercx01h7ni7x
مــــــحمـــد الـــنعيــــمي :
اكثرهم مخلين 😢قسم بالله كلنه نعرف راح يصير ويرجع الاولي 🤣🤣🤣🤣
2024-10-17 01:08:40
1
meme.qwen07
Loletaa Âl :
@Moftah SD 👌🏻👌🏻❤️‍🩹💔
2025-10-06 23:07:41
0
user42659419232827
حامد مطير الحلمي(🐅)✔️ :
اكيد🥰
2025-10-18 19:14:19
1
lounis567
lounis🌹🌹🌹 :
نعم كلام واقعي 💯
2026-03-15 08:33:57
0
aaii_j0
ْ :
🤣🤣
2025-07-04 22:13:26
0
To see more videos from user @bassemmassoud12, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

KRITIK SAMPAI DILANTIK: UJIAN KONSISTENSI ROCKY GERUNG DI DALAM KEKUASAAN Rocky Gerung kini menghadapi situasi yang secara intelektual jauh lebih menantang daripada ketika ia berada di luar pemerintahan. Pada 2 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).  Dengan posisi tersebut, Rocky tidak lagi sekadar menjadi komentator yang mengamati kekuasaan dari luar, melainkan bagian dari institusi yang memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.  Di sinilah problem epistemik dan etisnya dimulai. Selama bertahun-tahun, Rocky membangun otoritas publik melalui kritik terhadap kekuasaan. Ia menjadikan jarak terhadap pemerintah sebagai salah satu modal intelektualnya. Kritik terhadap negara, elite, kebijakan, dan institusi kekuasaan menjadi bagian penting dari identitasnya sebagai intelektual publik.  Namun, ketika intelektual tersebut memperoleh posisi formal di dalam struktur kekuasaan, relasi antara kritikus dan objek kritik berubah secara fundamental. Rocky mengatakan bahwa dirinya hanya “pindah dari luar ke dalam” dan sikapnya tetap kritis.    Pernyataan itu tentu sah sebagai deklarasi politik. Tetapi dalam ilmu politik, kredibilitas tidak dibangun oleh deklarasi, melainkan oleh perilaku yang dapat diverifikasi. Justru setelah dilantik, kritik Rocky menjadi lebih penting untuk diuji. Apakah ia akan berani mengkritik kebijakan Presiden ketika kritik itu berpotensi mengganggu kenyamanan internal Istana? Apakah ia akan mempertahankan standar argumentasi yang sama ketika kebijakan yang dikritiknya kini berasal dari institusi tempat ia bekerja? Apakah ia akan menjadi critical insider yang berfungsi sebagai mekanisme koreksi, atau berubah menjadi legitimasi intelektual bagi kekuasaan? Pertanyaan tersebut bukan serangan personal. Ini merupakan persoalan klasik dalam studi hubungan antara intelektual dan kekuasaan: independensi epistemik sering menghadapi tekanan ketika sumber legitimasi, akses, dan posisi sosial intelektual bersentuhan dengan negara. Justru karena Rocky selama ini dikenal sebagai figur yang keras terhadap kekuasaan, standar publik terhadap dirinya harus lebih tinggi. Ia tidak cukup mengatakan bahwa kritiknya tetap radikal.  Ia harus membuktikannya melalui keberanian menyampaikan kritik ketika kritik tersebut benar-benar tidak nyaman bagi penguasa. Ironinya sederhana: sebelum dilantik, Rocky bebas mengatakan kekuasaan sedang keliru. Setelah dilantik, ia harus membuktikan bahwa kebebasan berpikirnya tidak ikut dilantik dan kemudian ditinggalkan di depan pintu Istana. Karena itu, kritik kepada Rocky tidak boleh berhenti pada hari pelantikan. Teruslah kritik, Rocky, sampai engkau dilantik; dan setelah dilantik, justru teruslah mengkritik. Sebab ujian terbesar seorang intelektual bukan ketika ia berani melawan kekuasaan dari luar, melainkan ketika ia mampu mengatakan “tidak” kepada kekuasaan yang memberinya tempat dari dalam. Di titik itulah publik akan mengetahui: apakah Rocky Gerung tetap menjadi intelektual yang masuk ke dalam kekuasaan, atau kekuasaanlah yang akhirnya masuk ke dalam dirinya.  #penjilat #rockygerung #mbg
KRITIK SAMPAI DILANTIK: UJIAN KONSISTENSI ROCKY GERUNG DI DALAM KEKUASAAN Rocky Gerung kini menghadapi situasi yang secara intelektual jauh lebih menantang daripada ketika ia berada di luar pemerintahan. Pada 2 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Dengan posisi tersebut, Rocky tidak lagi sekadar menjadi komentator yang mengamati kekuasaan dari luar, melainkan bagian dari institusi yang memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden. Di sinilah problem epistemik dan etisnya dimulai. Selama bertahun-tahun, Rocky membangun otoritas publik melalui kritik terhadap kekuasaan. Ia menjadikan jarak terhadap pemerintah sebagai salah satu modal intelektualnya. Kritik terhadap negara, elite, kebijakan, dan institusi kekuasaan menjadi bagian penting dari identitasnya sebagai intelektual publik. Namun, ketika intelektual tersebut memperoleh posisi formal di dalam struktur kekuasaan, relasi antara kritikus dan objek kritik berubah secara fundamental. Rocky mengatakan bahwa dirinya hanya “pindah dari luar ke dalam” dan sikapnya tetap kritis. Pernyataan itu tentu sah sebagai deklarasi politik. Tetapi dalam ilmu politik, kredibilitas tidak dibangun oleh deklarasi, melainkan oleh perilaku yang dapat diverifikasi. Justru setelah dilantik, kritik Rocky menjadi lebih penting untuk diuji. Apakah ia akan berani mengkritik kebijakan Presiden ketika kritik itu berpotensi mengganggu kenyamanan internal Istana? Apakah ia akan mempertahankan standar argumentasi yang sama ketika kebijakan yang dikritiknya kini berasal dari institusi tempat ia bekerja? Apakah ia akan menjadi critical insider yang berfungsi sebagai mekanisme koreksi, atau berubah menjadi legitimasi intelektual bagi kekuasaan? Pertanyaan tersebut bukan serangan personal. Ini merupakan persoalan klasik dalam studi hubungan antara intelektual dan kekuasaan: independensi epistemik sering menghadapi tekanan ketika sumber legitimasi, akses, dan posisi sosial intelektual bersentuhan dengan negara. Justru karena Rocky selama ini dikenal sebagai figur yang keras terhadap kekuasaan, standar publik terhadap dirinya harus lebih tinggi. Ia tidak cukup mengatakan bahwa kritiknya tetap radikal. Ia harus membuktikannya melalui keberanian menyampaikan kritik ketika kritik tersebut benar-benar tidak nyaman bagi penguasa. Ironinya sederhana: sebelum dilantik, Rocky bebas mengatakan kekuasaan sedang keliru. Setelah dilantik, ia harus membuktikan bahwa kebebasan berpikirnya tidak ikut dilantik dan kemudian ditinggalkan di depan pintu Istana. Karena itu, kritik kepada Rocky tidak boleh berhenti pada hari pelantikan. Teruslah kritik, Rocky, sampai engkau dilantik; dan setelah dilantik, justru teruslah mengkritik. Sebab ujian terbesar seorang intelektual bukan ketika ia berani melawan kekuasaan dari luar, melainkan ketika ia mampu mengatakan “tidak” kepada kekuasaan yang memberinya tempat dari dalam. Di titik itulah publik akan mengetahui: apakah Rocky Gerung tetap menjadi intelektual yang masuk ke dalam kekuasaan, atau kekuasaanlah yang akhirnya masuk ke dalam dirinya. #penjilat #rockygerung #mbg

About