@00076809vinh:

Phạm Thế Vinh🚬
Phạm Thế Vinh🚬
Open In TikTok:
Region: VN
Sunday 13 February 2022 07:22:21 GMT
118
4
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @00076809vinh, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bulan Juli 2026 menjadi salah satu periode paling ramai dalam sejarah IPO Indonesia tahun ini. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat setidaknya enam calon emiten yang siap melantai, mencakup tiga sektor berbeda, HEALTHCARE, INDUSTRIALS, dan CONSUMER. Total potensi dana yang dihimpun seluruh emiten bisa menembus angka SATU SETENGAH TRILIUN RUPIAH lebih jika seluruh penawaran terserap maksimal oleh pasar. Dari sisi CONSUMER, ada PT Niramas Utama Tbk berkode JELI — produsen jelly dan nata de coco merek INACO yang berdiri sejak 1990. JELI adalah MARKET LEADER di kategori jelly saluran modern trade dengan pangsa pasar 49,57% per 2025. Laba bersih perseroan diproyeksikan tumbuh hingga 235% di tahun yang sama, dan sekitar 51% dana IPO senilai maksimal Rp392 miliar akan digunakan untuk ekspansi kapasitas produksi. Saham ini juga masuk dalam kategori SYARIAH. Dari sektor HEALTHCARE, tiga emiten sekaligus ikut meramaikan: JECX (jaringan JEC Eye Hospitals & Clinics, 5 rumah sakit dan 11 klinik), EMMI (distributor alat medis pemegang hak eksklusif 9 merek MEDTECH global, melayani 200+ rumah sakit), serta PRDL (anak usaha PRDA yang memproduksi alat diagnostik merek Proline). JECX menjadi yang terbesar dengan potensi dana IPO mencapai Rp683 miliar, sementara PRDL adalah yang terkecil di angka Rp63 miliar. Dari sektor INDUSTRIALS, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) hadir sebagai pemain di bisnis genset dan infrastruktur TELEKOMUNIKASI yang berafiliasi dengan ekosistem grup Djarum melalui TOWR. Revenue BACH tumbuh dari Rp1 triliun di 2023 menjadi Rp1,7 triliun di 2025. Satu emiten lagi, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), masih berstatus PRE-EFFECTIVE dan belum memiliki prospektus resmi, artinya jadwal listing Juli belum terkonfirmasi secara resmi. Join Grup Telegram di bio, GRATIS! #IPOIndonesia #SahamIPO #BEI2026 #InvestasiSaham #PasarModal
Bulan Juli 2026 menjadi salah satu periode paling ramai dalam sejarah IPO Indonesia tahun ini. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat setidaknya enam calon emiten yang siap melantai, mencakup tiga sektor berbeda, HEALTHCARE, INDUSTRIALS, dan CONSUMER. Total potensi dana yang dihimpun seluruh emiten bisa menembus angka SATU SETENGAH TRILIUN RUPIAH lebih jika seluruh penawaran terserap maksimal oleh pasar. Dari sisi CONSUMER, ada PT Niramas Utama Tbk berkode JELI — produsen jelly dan nata de coco merek INACO yang berdiri sejak 1990. JELI adalah MARKET LEADER di kategori jelly saluran modern trade dengan pangsa pasar 49,57% per 2025. Laba bersih perseroan diproyeksikan tumbuh hingga 235% di tahun yang sama, dan sekitar 51% dana IPO senilai maksimal Rp392 miliar akan digunakan untuk ekspansi kapasitas produksi. Saham ini juga masuk dalam kategori SYARIAH. Dari sektor HEALTHCARE, tiga emiten sekaligus ikut meramaikan: JECX (jaringan JEC Eye Hospitals & Clinics, 5 rumah sakit dan 11 klinik), EMMI (distributor alat medis pemegang hak eksklusif 9 merek MEDTECH global, melayani 200+ rumah sakit), serta PRDL (anak usaha PRDA yang memproduksi alat diagnostik merek Proline). JECX menjadi yang terbesar dengan potensi dana IPO mencapai Rp683 miliar, sementara PRDL adalah yang terkecil di angka Rp63 miliar. Dari sektor INDUSTRIALS, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) hadir sebagai pemain di bisnis genset dan infrastruktur TELEKOMUNIKASI yang berafiliasi dengan ekosistem grup Djarum melalui TOWR. Revenue BACH tumbuh dari Rp1 triliun di 2023 menjadi Rp1,7 triliun di 2025. Satu emiten lagi, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), masih berstatus PRE-EFFECTIVE dan belum memiliki prospektus resmi, artinya jadwal listing Juli belum terkonfirmasi secara resmi. Join Grup Telegram di bio, GRATIS! #IPOIndonesia #SahamIPO #BEI2026 #InvestasiSaham #PasarModal

About