@naelytellez03: ✨

Naely Tellez C
Naely Tellez C
Open In TikTok:
Region: BO
Tuesday 01 March 2022 15:41:29 GMT
297
16
0
2

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @naelytellez03, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sejak kejadian kemarin, banyak hal kecil yang berubah. Maxwel masih melakukan semuanya seperti biasa. Ia tetap pulang, tetap membantu mengurus Abang, tetap memastikan kebutuhan rumah tidak ada yang terlewat. Tidak ada yang benar-benar berubah kalau dilihat dari luar. Tapi Vania tahu ada satu hal yang berbeda. Maxwel tidak lagi mencari dirinya. Dulu, sesibuk apa pun Maxwel, selalu ada saja cara untuk mendekat. Saat Vania memasak, tiba-tiba ada tangan yang melingkar di pinggangnya sampai ia harus mengomel karena mengganggu. Saat Vania duduk membaca, Maxwel akan datang dan duduk terlalu dekat hanya karena katanya tempat lain masih banyak tapi tempat di sebelah Vania paling nyaman. Sekarang tidak. Seolah-olah kebiasaan itu hilang begitu saja. Hal-hal kecil yang dulu sering membuat Vania menggeleng kesal, sekarang justru terasa hilang. Awalnya Vania berpikir mungkin ini yang ia butuhkan. Jarak. Waktu untuk menenangkan pikirannya. Waktu untuk menerima semua yang terjadi tanpa harus melihat Maxwel terus mencoba memperbaiki keadaan. Tapi ternyata saat Maxwel benar-benar memberikan jarak itu, ada bagian dari dirinya yang merasa kehilangan. Suara pintu rumah terbuka membuat Vania sedikit menoleh. Maxwel pulang. Namun seperti beberapa hari terakhir, ia tidak langsung menghampiri Vania. Ia hanya meletakkan tas kerja, menyapa seperlunya, lalu menghampiri Abang yang sedang bermain.
Sejak kejadian kemarin, banyak hal kecil yang berubah. Maxwel masih melakukan semuanya seperti biasa. Ia tetap pulang, tetap membantu mengurus Abang, tetap memastikan kebutuhan rumah tidak ada yang terlewat. Tidak ada yang benar-benar berubah kalau dilihat dari luar. Tapi Vania tahu ada satu hal yang berbeda. Maxwel tidak lagi mencari dirinya. Dulu, sesibuk apa pun Maxwel, selalu ada saja cara untuk mendekat. Saat Vania memasak, tiba-tiba ada tangan yang melingkar di pinggangnya sampai ia harus mengomel karena mengganggu. Saat Vania duduk membaca, Maxwel akan datang dan duduk terlalu dekat hanya karena katanya tempat lain masih banyak tapi tempat di sebelah Vania paling nyaman. Sekarang tidak. Seolah-olah kebiasaan itu hilang begitu saja. Hal-hal kecil yang dulu sering membuat Vania menggeleng kesal, sekarang justru terasa hilang. Awalnya Vania berpikir mungkin ini yang ia butuhkan. Jarak. Waktu untuk menenangkan pikirannya. Waktu untuk menerima semua yang terjadi tanpa harus melihat Maxwel terus mencoba memperbaiki keadaan. Tapi ternyata saat Maxwel benar-benar memberikan jarak itu, ada bagian dari dirinya yang merasa kehilangan. Suara pintu rumah terbuka membuat Vania sedikit menoleh. Maxwel pulang. Namun seperti beberapa hari terakhir, ia tidak langsung menghampiri Vania. Ia hanya meletakkan tas kerja, menyapa seperlunya, lalu menghampiri Abang yang sedang bermain. "Papa pulang..." Suara kecil Abang langsung membuat wajah Maxwel sedikit berubah. Senyum yang selama beberapa hari terakhir jarang muncul di depan Vania, justru selalu muncul ketika melihat anak mereka. "Ngapain Abang seharian?" Abang mengoceh tidak jelas sambil menunjukkan mobil-mobilan kecil di tangannya. "Oh... main mobil? Hebat." Maxwel duduk di lantai, membiarkan Abang naik ke pangkuannya. Tangan kecil itu langsung memegang dasi papanya sambil tertawa pelan. "Papa capek?" Abang memang belum begitu lancar bicara, tapi kalimat sederhana itu berhasil membuat Maxwel tersenyum. "Iya... dikit." Abang langsung mengusap pipi papanya dengan telapak tangan kecilnya, persis seperti kebiasaan Vania saat dulu melihat Maxwel kelelahan. Maxwel tertawa pelan. "Papa nggak apa-apa." Vania yang melihat dari ruang keluarga tanpa sadar menghentikan lipatan baju di tangannya. Pemandangan itu terasa hangat. Dulu, setelah bermain beberapa menit dengan Abang, Maxwel pasti akan berjalan menghampiri Vania. Duduk di sebelahnya, memangku Abang di tengah mereka, lalu sengaja mencari perhatian istrinya meski sering berakhir diusir. Tapi sekarang tidak. Setelah Abang puas bermain, Maxwel hanya menggendongnya ke dapur untuk mengambilkan susu, lalu kembali menemani anak itu sampai mengantuk. Tidak sekali pun ia menghampiri Vania. Tidak sekali pun ia mencari alasan untuk duduk di dekatnya. Vania terus memperhatikan dari jauh. Entah sejak kapan, laki-laki yang dulu selalu memenuhi ruang pribadinya itu sekarang justru begitu berhati-hati. Seolah-olah ia takut keberadaannya sendiri akan membuat Vania merasa tidak nyaman. Malam semakin larut. Setelah Abang tertidur, Maxwel masuk ke kamar dengan langkah pelan. Ia merapikan selimut yang sedikit berantakan, mematikan lampu utama, lalu mengambil ponselnya sebentar untuk membalas beberapa pesan pekerjaan. Tidak ada suara. Tidak ada candaan. Tidak ada kalimat, "Mama, geser dikit." Atau kebiasaannya yang selalu merebahkan kepala di paha Vania sambil mengeluh capek. Semuanya hilang begitu saja. Vania duduk di sisi tempat tidur sambil berpura-pura membaca buku yang sejak lima belas menit lalu tidak berpindah halaman. Sesekali matanya diam-diam melirik ke arah Maxwel. Laki-laki itu terlihat sama seperti biasanya. Tapi entah kenapa rasanya berbeda. Seolah ada tembok yang perlahan berdiri di antara mereka. #fyp #mingyu #mingyuau #seventeen #alternativeuniverse

About