@halwahania: Reply to @_kaew_jai_ ชาว นครปฐม ♥️ รอ #บังเสือเกี๊ยวซ่า แป๊ปนะค้าา 😍#tiktokuni #ความรู้คู่ครัว #เรื่องนี้ต้องดู #น้ําหนึ่งที่ไม่ใช่แม่น้ําหนึ่ง

น้ำหนึ่งที่ไม่ใช่แม่น้ำหนึ่ง
น้ำหนึ่งที่ไม่ใช่แม่น้ำหนึ่ง
Open In TikTok:
Region: TH
Monday 14 March 2022 10:35:31 GMT
22047
1076
42
6

Music

Download

Comments

ladieznam
LadiesNamShop :
ปังมากกกกกก
2022-03-14 11:25:02
3
isthatneadss
isthatneadss :
ค่าเฟรนไชส์เท่าใหร่ครับ😂
2022-03-16 12:54:11
2
rosrosma93
Rosma Radaeng❤️ :
สาขาสงขลารออุดหนุนค่ะ
2022-03-15 16:37:28
2
_min558_
𝐦𝐢𝐧♡ :
ปัตตานีรออยู่😂☺
2022-03-14 12:27:53
2
nunee1654
Nunee Freedom :
มาราชบุรีบ้างคะพี่หนึ่ง
2022-03-14 11:04:22
1
alhamdulillah_00913
ꜱɪʀɪʟᴜᴋ ˚ ༘ :
ภูเก็ตต้องมาแล้วค่ะ😂😂😂
2022-03-15 13:42:40
1
kapuarkai123
123 :
สนใจที่จังหวัดยะลาค่ะ
2022-03-15 06:37:24
1
chariffaya
Faya Insof shop :
สนใจสั่งซื้อ
2022-03-14 23:22:55
1
fadasayan
นิดา 1977 :
ปังมากแม๊ เปิดสาขาแรกได้วันเดียว สาขาอื่นก็ตามมา 🥰🥰🥰
2022-03-14 14:48:36
1
sekkorat
Sek Korat :
ปังมากเลยครับ
2022-03-14 14:10:35
1
adammm____1144
Adam :
ขอพิกัดเสื้อด้วยค่ะ
2022-03-14 12:58:56
1
tcneuxzn
นิม 𐙚 :
อยากกินง่า ส่งมั้ยพี่
2022-03-14 12:36:43
1
l_ll14
เหนือ8ยังมี9.🗣️💰 :
มาสงขลาบ้างครับ 🤣
2022-03-14 10:47:04
1
bumbimm168
บุ๋มบิ๋มแม่ของสองตังค์ :
แถวบริษัทเลยค่า🥰
2022-03-14 11:14:44
1
thebest.tangmo
เดอะเบสแตงโม :
เย้🥰🥰🥰
2022-03-14 11:18:06
1
parnrada1989
ชื่ออุ๋งอิ๋ง ไม่ใช่อุ๊งอิ๊ง 🧿 :
สุดปังมากกกกค่ะแม่🎉🎉🎉
2022-03-14 11:21:10
1
_kaew_jai_
sa_ree_na :
ว๊าววววววว ปูเสื่อรอแว๊ววววว🥰🥰🥰🥰
2022-03-14 11:39:53
1
fafar_deenar
fardia shop :
สนใจเปิดเฟรนไชน์แถวสุไหงโกลคค่ะ
2022-03-14 11:54:13
1
fudhailkyohanalee
Fudhail Kyohan Alee :
ปัตตานีจร้าาา
2022-03-14 12:44:33
1
mookda1978
Mookda Charoensri :
ค่าเฟรนไชส์แพงปะ
2022-03-15 22:33:16
0
dy182ou4ra6i
สิบล้อซิ่ง :
ถนนราษฎร์อุทิศ15ผมอยู่มาส่งผมได้ไหมครับ
2022-03-16 10:36:10
0
djiosmonanopattani
djiosmonanopattani :
ปัตตานีต้องมาละครับ😁
2022-03-16 15:38:53
0
annaneen
Aazeen Annee :
ค้าหาในไลน์แมนโรบินฮูดไม่เจอเลนะคะ อยากกิน
2022-03-17 04:19:30
0
082l4
082l4 :
อยากให้มีทีสมุทรปราการฯ
2022-03-17 12:31:09
0
nas11_23
2004❤️😋 :
,🥰🥰
2022-03-17 15:52:56
0
To see more videos from user @halwahania, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ternyata, ada luka yang tidak benar-benar hilang hanya karena waktu terus berjalan. Ada bagian dari diriku yang masih menyimpan kesedihan, meski berkali-kali aku meyakinkan diri bahwa semuanya telah berlalu. Aku tetap menjalani hari, menyelesaikan tanggung jawabku, dan tersenyum ketika seseorang menyapa. Namun, di balik semua itu, ada hati yang diam-diam masih berusaha memahami sesuatu yang belum sepenuhnya mampu diterimanya. Aku sudah mencoba berbagai cara untuk berdamai dengan keadaan. Belajar mengikhlaskan, menyibukkan diri dengan kehidupan, dan meyakinkan hati bahwa tidak semua hal harus berakhir sesuai keinginanku. Namun, terkadang kenangan datang tanpa permisi, membawa kembali perasaan yang kukira telah reda. Di saat seperti itu, aku kembali bertanya, mengapa masih ada bagian dari diriku yang terluka, padahal aku sudah berusaha sejauh ini? Barangkali, yang membuatku semakin lelah bukan hanya luka itu sendiri, melainkan tuntutanku terhadap diri sendiri untuk segera sembuh. Aku merasa seharusnya sudah lebih kuat, seharusnya sudah mampu melupakan, dan seharusnya tidak lagi bersedih atas sesuatu yang telah berlalu. Sampai akhirnya, aku lupa bahwa aku tidak harus memaksa hatiku berlari hanya karena waktu terus berjalan. Lalu, aku teringat firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 286: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286) Ayat itu mengingatkanku bahwa aku tidak harus menghadapi setiap kesulitan dengan berpura-pura kuat. Aku boleh mengakui kelelahan, beristirahat ketika langkah terasa berat, dan kembali berdoa ketika tidak tahu harus berbuat apa. Bukan untuk menyerah pada keadaan, melainkan agar aku bisa melanjutkan perjalanan dengan hati yang lebih tenang dan harapan yang tetap terjaga. Ya Allah, mungkin selama ini aku terlalu sibuk ingin segera pulih hingga lupa menghargai setiap langkah kecil yang telah kuusahakan. Aku lupa bahwa ada keberanian dalam diriku yang tetap memilih bangkit setelah kecewa, ada ketulusan dalam diriku yang masih berusaha memaafkan, dan ada harapan yang tetap kujaga meskipun beberapa hari terasa begitu berat. Kini, aku ingin belajar memperlakukan diriku dengan lebih lembut. Aku tidak ingin lagi menganggap diriku gagal hanya karena sesekali masih merasa sedih. Aku ingin memahami bahwa berdamai dengan masa lalu bukan berarti tidak pernah mengingatnya lagi, melainkan belajar agar kenangan itu tidak terus menghalangiku menjalani kehidupan hari ini. Ya Allah, jika masih ada bagian dari hatiku yang belum sembuh, tuntunlah aku melewati prosesnya. Lapangkan dadaku untuk menerima apa yang tidak bisa kuubah, kuatkan langkahku untuk memperbaiki apa yang masih bisa kuusahakan, dan dekatkan hatiku kepada-Mu ketika pikiranku mulai kehilangan ketenangan. Semoga aku tidak hanya sibuk meminta agar lukaku segera hilang, tetapi juga belajar menemukan hikmah dan kedewasaan di sepanjang perjalanan ini. Aku percaya, aku tidak harus menyelesaikan semuanya hari ini. Masih ada waktu untuk bertumbuh, kesempatan untuk memperbaiki diri, dan hari-hari baru yang menantiku untuk dijalani. Aku ingin berhenti mengukur kemajuanku dari seberapa cepat aku melupakan kesedihan, lalu mulai menghargainya dari keberanianku untuk tetap melangkah tanpa kehilangan harapan kepada Allah. “Jangan membenci dirimu hanya karena belum sepenuhnya sembuh. Ada perjalanan yang membutuhkan waktu, dan ada hati yang perlu belajar menerima sebelum akhirnya menemukan ketenangan.” Jika kamu sedang menjalani perjalanan yang sama, aku menuliskan sebuah e-book berjudul Tenanglah, Allah Sedang Menuntunmu untuk menemani langkahmu dalam belajar menerima kehidupan dan menemukan kembali ketenangan hati. Kamu bisa mengunjungi bio atau mengirimkan DM jika ingin mengenalnya lebih dekat. Semoga tulisan di dalamnya menjadi teman kecil yang mengingatkanmu bahwa kamu tidak harus memahami seluruh perjalanan hidupmu hari ini. Teruslah berusaha, berdoa, dan berharap kepada Allah. 🤍 #yaallah
Ternyata, ada luka yang tidak benar-benar hilang hanya karena waktu terus berjalan. Ada bagian dari diriku yang masih menyimpan kesedihan, meski berkali-kali aku meyakinkan diri bahwa semuanya telah berlalu. Aku tetap menjalani hari, menyelesaikan tanggung jawabku, dan tersenyum ketika seseorang menyapa. Namun, di balik semua itu, ada hati yang diam-diam masih berusaha memahami sesuatu yang belum sepenuhnya mampu diterimanya. Aku sudah mencoba berbagai cara untuk berdamai dengan keadaan. Belajar mengikhlaskan, menyibukkan diri dengan kehidupan, dan meyakinkan hati bahwa tidak semua hal harus berakhir sesuai keinginanku. Namun, terkadang kenangan datang tanpa permisi, membawa kembali perasaan yang kukira telah reda. Di saat seperti itu, aku kembali bertanya, mengapa masih ada bagian dari diriku yang terluka, padahal aku sudah berusaha sejauh ini? Barangkali, yang membuatku semakin lelah bukan hanya luka itu sendiri, melainkan tuntutanku terhadap diri sendiri untuk segera sembuh. Aku merasa seharusnya sudah lebih kuat, seharusnya sudah mampu melupakan, dan seharusnya tidak lagi bersedih atas sesuatu yang telah berlalu. Sampai akhirnya, aku lupa bahwa aku tidak harus memaksa hatiku berlari hanya karena waktu terus berjalan. Lalu, aku teringat firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 286: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286) Ayat itu mengingatkanku bahwa aku tidak harus menghadapi setiap kesulitan dengan berpura-pura kuat. Aku boleh mengakui kelelahan, beristirahat ketika langkah terasa berat, dan kembali berdoa ketika tidak tahu harus berbuat apa. Bukan untuk menyerah pada keadaan, melainkan agar aku bisa melanjutkan perjalanan dengan hati yang lebih tenang dan harapan yang tetap terjaga. Ya Allah, mungkin selama ini aku terlalu sibuk ingin segera pulih hingga lupa menghargai setiap langkah kecil yang telah kuusahakan. Aku lupa bahwa ada keberanian dalam diriku yang tetap memilih bangkit setelah kecewa, ada ketulusan dalam diriku yang masih berusaha memaafkan, dan ada harapan yang tetap kujaga meskipun beberapa hari terasa begitu berat. Kini, aku ingin belajar memperlakukan diriku dengan lebih lembut. Aku tidak ingin lagi menganggap diriku gagal hanya karena sesekali masih merasa sedih. Aku ingin memahami bahwa berdamai dengan masa lalu bukan berarti tidak pernah mengingatnya lagi, melainkan belajar agar kenangan itu tidak terus menghalangiku menjalani kehidupan hari ini. Ya Allah, jika masih ada bagian dari hatiku yang belum sembuh, tuntunlah aku melewati prosesnya. Lapangkan dadaku untuk menerima apa yang tidak bisa kuubah, kuatkan langkahku untuk memperbaiki apa yang masih bisa kuusahakan, dan dekatkan hatiku kepada-Mu ketika pikiranku mulai kehilangan ketenangan. Semoga aku tidak hanya sibuk meminta agar lukaku segera hilang, tetapi juga belajar menemukan hikmah dan kedewasaan di sepanjang perjalanan ini. Aku percaya, aku tidak harus menyelesaikan semuanya hari ini. Masih ada waktu untuk bertumbuh, kesempatan untuk memperbaiki diri, dan hari-hari baru yang menantiku untuk dijalani. Aku ingin berhenti mengukur kemajuanku dari seberapa cepat aku melupakan kesedihan, lalu mulai menghargainya dari keberanianku untuk tetap melangkah tanpa kehilangan harapan kepada Allah. “Jangan membenci dirimu hanya karena belum sepenuhnya sembuh. Ada perjalanan yang membutuhkan waktu, dan ada hati yang perlu belajar menerima sebelum akhirnya menemukan ketenangan.” Jika kamu sedang menjalani perjalanan yang sama, aku menuliskan sebuah e-book berjudul Tenanglah, Allah Sedang Menuntunmu untuk menemani langkahmu dalam belajar menerima kehidupan dan menemukan kembali ketenangan hati. Kamu bisa mengunjungi bio atau mengirimkan DM jika ingin mengenalnya lebih dekat. Semoga tulisan di dalamnya menjadi teman kecil yang mengingatkanmu bahwa kamu tidak harus memahami seluruh perjalanan hidupmu hari ini. Teruslah berusaha, berdoa, dan berharap kepada Allah. 🤍 #yaallah

About