@only.hesoy4m: NEW VIDEO UPLOAD❗❗❗

hesoy4m
hesoy4m
Open In TikTok:
Region: PH
Thursday 21 April 2022 04:16:34 GMT
160
6
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @only.hesoy4m, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ajining Wanodya (5) | Sejak hari pertama masa pingitan dimulai, kamu tidak lagi diizinkan keluar dari kediaman, kecuali untuk mengikuti pelajaran yang telah dijadwalkan. Pagi hari kamu menghabiskan waktu bersama para empu putri yang mengajarkan tentang tata krama seorang garwa di lingkungan kadipaten. Bagaimana berjalan di hadapan para sesepuh. Bagaimana menyambut tamu. Bagaimana berbicara kepada para abdi maupun para bangsawan. Menjelang siang, Permaisuri Larasati sendiri beberapa kali datang membimbingmu membaca naskah-naskah kuno yang dahulu beliau pelajari. Sementara pada malam hari, Mbok Darmi dengan sabar menjelaskan berbagai petuah rumah tangga yang terkandung dalam kitab-kitab yang diberikan sang permaisuri. Mula-mula kamu merasa canggung. Namun, sedikit demi sedikit kamu mulai memahami bahwa semua pembekalan itu bukan semata-mata tentang adat istiadat semata.  Melainkan juga tentang tanggung jawab. Tentang bagaimana menjaga kehormatan diri, keluarga, dan kadipaten. Meski demikian, ada satu aturan yang terasa paling berat bagiku. Selama masa pingitan, kamu tidak diperkenankan bertemu dengan Jaka Kusuma. Awalnya kamu mengira hal itu tidak akan menjadi persoalan. Toh, belum lama kalian saling mengenal. Namun, tanpa kamu sadari, setiap senja kamu justru menanti langkah kaki yang tak pernah datang lagi.  Kamu merindukan suaranya yang tenang. Cara beliau memanggilmu dengan sebutan cah ayu. Tatapan matanya yang selalu membuatmu merasa aman. Dan, diam-diam kamu juga merindukan senyum lelaki yang perlahan mulai mengisi ruang kosong di dalam hatimu. — Malam itu, hujan turun tipis membasahi halaman kediaman. Kamu masih duduk di dekat jendela sambil membaca beberapa lembar Serat Centhini. Pelita di atas meja bergoyang pelan tertiup angin. Tok, tok, tok. Suara ketukan pelan terdengar dari pintu. Kamu menoleh.
Ajining Wanodya (5) | Sejak hari pertama masa pingitan dimulai, kamu tidak lagi diizinkan keluar dari kediaman, kecuali untuk mengikuti pelajaran yang telah dijadwalkan. Pagi hari kamu menghabiskan waktu bersama para empu putri yang mengajarkan tentang tata krama seorang garwa di lingkungan kadipaten. Bagaimana berjalan di hadapan para sesepuh. Bagaimana menyambut tamu. Bagaimana berbicara kepada para abdi maupun para bangsawan. Menjelang siang, Permaisuri Larasati sendiri beberapa kali datang membimbingmu membaca naskah-naskah kuno yang dahulu beliau pelajari. Sementara pada malam hari, Mbok Darmi dengan sabar menjelaskan berbagai petuah rumah tangga yang terkandung dalam kitab-kitab yang diberikan sang permaisuri. Mula-mula kamu merasa canggung. Namun, sedikit demi sedikit kamu mulai memahami bahwa semua pembekalan itu bukan semata-mata tentang adat istiadat semata.  Melainkan juga tentang tanggung jawab. Tentang bagaimana menjaga kehormatan diri, keluarga, dan kadipaten. Meski demikian, ada satu aturan yang terasa paling berat bagiku. Selama masa pingitan, kamu tidak diperkenankan bertemu dengan Jaka Kusuma. Awalnya kamu mengira hal itu tidak akan menjadi persoalan. Toh, belum lama kalian saling mengenal. Namun, tanpa kamu sadari, setiap senja kamu justru menanti langkah kaki yang tak pernah datang lagi.  Kamu merindukan suaranya yang tenang. Cara beliau memanggilmu dengan sebutan cah ayu. Tatapan matanya yang selalu membuatmu merasa aman. Dan, diam-diam kamu juga merindukan senyum lelaki yang perlahan mulai mengisi ruang kosong di dalam hatimu. — Malam itu, hujan turun tipis membasahi halaman kediaman. Kamu masih duduk di dekat jendela sambil membaca beberapa lembar Serat Centhini. Pelita di atas meja bergoyang pelan tertiup angin. Tok, tok, tok. Suara ketukan pelan terdengar dari pintu. Kamu menoleh. "Mbok?" Tidak ada jawaban. Kemudian terdengar suara yang begitu kamu kenal. "Kinan..." Jantungmu seketika berdegup lebih cepat. "Ini Kangmas." Kamu spontan berdiri. "K-Kangmas?" "Iya, ini aku." suara beliau terdengar pelan dari balik pintu. "Tetaplah berada di dalam. Aku tidak akan masuk." Kamu menggenggam erat ujung kebaya. "Bukankah... kita tidak diperbolehkan bertemu, Kangmas?" "Benar." "Lalu mengapa Kangmas datang?" Terdengar tawa kecil dari balik pintu. "Aku hanya..." beliau terdiam sesaat. "...merindukan suara Kinan-ku." ++ saluran dan wattpad #jake #pov #enhypenau #fypシ゚viral #4u

About