@beyzaa_nurk: #osmaniye80 #osmaniyeli80 #adana #adana01 #keşfetteyizzz #keşfetalbeni #osmaniyeli #osmaniye #osmaniyemerkez #keşfet #osmaniyetiktok

Beyza Kaman
Beyza Kaman
Open In TikTok:
Region: TR
Thursday 12 May 2022 18:34:58 GMT
5809
123
1
0

Music

Download

Comments

To see more videos from user @beyzaa_nurk, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Tidak semua luka lahir dari kebencian. Tidak semua kehancuran datang karena perpisahan. Dan tidak semua air mata jatuh karena seseorang berhenti mencintai. Ada kalanya seseorang terlihat baik-baik saja di luar, tetapi diam-diam sedang runtuh di dalam. Bukan karena dia kehilangan cinta, melainkan karena dia pernah memberikan dirinya terlalu utuh. Cinta sering dituduh sebagai penyebab luka. Padahal, jika dipikir lebih dalam, cinta hanyalah perasaan. Yang sering membuat seseorang jatuh adalah ketika cinta itu berubah menjadi ketulusan yang tidak lagi mengenal batas. Saat seseorang mencintai, dia masih bisa menjaga dirinya. Dia masih bisa berkata, “Aku akan memberi, tapi aku juga harus menjaga hatiku.” Masih ada ruang untuk berpikir, masih ada tempat untuk kembali kepada diri sendiri. Namun ketika ketulusan mengambil alih, semuanya mulai berubah. Seseorang mulai memberi tanpa menghitung. Memaafkan tanpa diminta. Menunggu tanpa kepastian. Memahami tanpa pernah dipahami. Ia merasa tidak masalah jika dirinya sedikit lelah, selama orang yang dicintainya bahagia. Ia rela mengalah berkali-kali, percaya bahwa pengorbanannya suatu hari akan dimengerti. Tetapi tidak semua orang mampu menjaga ketulusan orang lain. Ada orang yang menerima tanpa sadar. Ada yang menerima tanpa peduli. Bahkan ada yang menganggap ketulusan sebagai sesuatu yang memang sudah seharusnya ada. Dan di titik itu, seseorang mulai kehilangan dirinya sedikit demi sedikit. Bukan karena cintanya salah. Tetapi karena ia lupa bahwa dirinya juga layak dicintai. Ketulusan yang sehat bukan tentang memberi semuanya. Ketulusan yang sehat adalah memberi dengan sadar bahwa hati sendiri juga perlu dijaga. Karena jika seseorang terus menuangkan isi gelasnya untuk orang lain tanpa pernah mengisinya kembali, suatu saat bukan hanya gelas itu yang kosong—tetapi dirinya juga ikut habis. Mencintai tidak pernah salah. Tulus juga tidak salah. Yang perlu dijaga adalah jangan sampai ketulusan berubah menjadi pengorbanan tanpa arah. Sebab orang yang paling sering terlihat kuat kadang adalah orang yang paling lama diam saat terluka. Maka jika kamu sedang mencintai seseorang, cintailah dengan sepenuh hati tetapi jangan tinggalkan dirimu sendiri. Karena manusia tidak selalu hancur saat kehilangan cinta. Kadang, manusia hancur ketika ia sadar bahwa selama ini ia telah memberikan seluruh dirinya… kepada tempat yang tidak pernah belajar menjaganya.
Tidak semua luka lahir dari kebencian. Tidak semua kehancuran datang karena perpisahan. Dan tidak semua air mata jatuh karena seseorang berhenti mencintai. Ada kalanya seseorang terlihat baik-baik saja di luar, tetapi diam-diam sedang runtuh di dalam. Bukan karena dia kehilangan cinta, melainkan karena dia pernah memberikan dirinya terlalu utuh. Cinta sering dituduh sebagai penyebab luka. Padahal, jika dipikir lebih dalam, cinta hanyalah perasaan. Yang sering membuat seseorang jatuh adalah ketika cinta itu berubah menjadi ketulusan yang tidak lagi mengenal batas. Saat seseorang mencintai, dia masih bisa menjaga dirinya. Dia masih bisa berkata, “Aku akan memberi, tapi aku juga harus menjaga hatiku.” Masih ada ruang untuk berpikir, masih ada tempat untuk kembali kepada diri sendiri. Namun ketika ketulusan mengambil alih, semuanya mulai berubah. Seseorang mulai memberi tanpa menghitung. Memaafkan tanpa diminta. Menunggu tanpa kepastian. Memahami tanpa pernah dipahami. Ia merasa tidak masalah jika dirinya sedikit lelah, selama orang yang dicintainya bahagia. Ia rela mengalah berkali-kali, percaya bahwa pengorbanannya suatu hari akan dimengerti. Tetapi tidak semua orang mampu menjaga ketulusan orang lain. Ada orang yang menerima tanpa sadar. Ada yang menerima tanpa peduli. Bahkan ada yang menganggap ketulusan sebagai sesuatu yang memang sudah seharusnya ada. Dan di titik itu, seseorang mulai kehilangan dirinya sedikit demi sedikit. Bukan karena cintanya salah. Tetapi karena ia lupa bahwa dirinya juga layak dicintai. Ketulusan yang sehat bukan tentang memberi semuanya. Ketulusan yang sehat adalah memberi dengan sadar bahwa hati sendiri juga perlu dijaga. Karena jika seseorang terus menuangkan isi gelasnya untuk orang lain tanpa pernah mengisinya kembali, suatu saat bukan hanya gelas itu yang kosong—tetapi dirinya juga ikut habis. Mencintai tidak pernah salah. Tulus juga tidak salah. Yang perlu dijaga adalah jangan sampai ketulusan berubah menjadi pengorbanan tanpa arah. Sebab orang yang paling sering terlihat kuat kadang adalah orang yang paling lama diam saat terluka. Maka jika kamu sedang mencintai seseorang, cintailah dengan sepenuh hati tetapi jangan tinggalkan dirimu sendiri. Karena manusia tidak selalu hancur saat kehilangan cinta. Kadang, manusia hancur ketika ia sadar bahwa selama ini ia telah memberikan seluruh dirinya… kepada tempat yang tidak pernah belajar menjaganya.

About