@denschleicher: Whacky Day Caught On Camera - I Fall Off Boat, Recording. Keeping things #fresh with my new surroundings. Hoping for sunny skies and calmer seas ahead! I'm not a klutz, I'm just horsing around! 🐎🌊 Who falls off the side of a boat? That did not just happen to me! After all, I've already had full immersion with baptism into the Church of Jesus Christ of Latter-day Saints. #bloopers #memes #ldsmeme #baptism #ldsbaptism #ldsfunny #falling #water

Dennis Schleicher
Dennis Schleicher
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 02 July 2022 07:50:49 GMT
5337
38
1
1

Music

Download

Comments

ramgidwani745
Ram Gidwani745 :
...
2024-07-18 03:17:05
0
To see more videos from user @denschleicher, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dan yang paling menyakitkan bukan saat aku harus menutup bukunya, melainkan saat aku sadar bahwa aku sudah terlalu jatuh cinta pada setiap halamannya. Aku pernah membaca cerita itu dengan penuh keyakinan. Setiap lembar yang kubuka selalu menghadirkan alasan baru untuk bertahan. Aku menikmati setiap percakapan, setiap tawa, setiap momen kecil yang mungkin bagi orang lain biasa saja, tetapi bagiku terasa begitu berharga. Aku membaca cerita itu perlahan, seolah takut melewatkan satu kalimat pun yang mungkin memiliki makna tentang kita. Semakin jauh aku membaca, semakin besar harapanku. Aku mulai membayangkan akhir yang indah. Aku mulai percaya bahwa semua bab yang telah kita lewati bersama adalah petunjuk bahwa aku akan tetap ada sampai halaman terakhir. Aku mengira semua perjuangan, semua waktu, semua perasaan yang kuberikan akan membawaku menjadi bagian penting dari cerita itu. Namun ternyata aku salah. Suatu hari aku sampai pada halaman yang membuatku terdiam. Bukan karena ceritanya buruk, bukan karena aku kehilangan rasa suka terhadapnya, melainkan karena untuk pertama kalinya aku menyadari bahwa namaku mulai jarang disebut. Peranku perlahan memudar. Aku masih ada, tetapi tidak lagi menjadi bagian yang penting. Aku masih membaca, tetapi rasanya seperti sedang melihat diriku sendiri perlahan dihapus dari jalan cerita. Aku mencoba bertahan lebih lama. Aku terus membalik halaman demi halaman dengan harapan bahwa mungkin dibagian berikutnya aku akan kembali ditemukan. Mungkin ada satu bab yang menjelaskan semuanya. Mungkin ada satu paragraf yang membuatku mengerti bahwa aku masih memiliki tempat disana. Tetapi semakin jauh aku membaca, semakin jelas kenyataan itu terlihat. Pada lembaran-lembaran berikutnya, tokoh yang berjalan disampingmu bukan lagi aku. Kalimat-kalimat yang dulu terasa hangat mulai terasa asing. Cerita yg dulu terasa seperti rumah perlahan berubah menjadi tempat yang bahkan tidak mengenal namaku lagi. Dan jujur saja, tidak ada yang lebih menyakitkan daripada menyadari bahwa kita pernah menjadi bagian penting dari sebuah cerita, lalu melihat cerita itu terus berjalan tanpa membutuhkan kita lagi. Aku tidak marah pada bukunya.
Dan yang paling menyakitkan bukan saat aku harus menutup bukunya, melainkan saat aku sadar bahwa aku sudah terlalu jatuh cinta pada setiap halamannya. Aku pernah membaca cerita itu dengan penuh keyakinan. Setiap lembar yang kubuka selalu menghadirkan alasan baru untuk bertahan. Aku menikmati setiap percakapan, setiap tawa, setiap momen kecil yang mungkin bagi orang lain biasa saja, tetapi bagiku terasa begitu berharga. Aku membaca cerita itu perlahan, seolah takut melewatkan satu kalimat pun yang mungkin memiliki makna tentang kita. Semakin jauh aku membaca, semakin besar harapanku. Aku mulai membayangkan akhir yang indah. Aku mulai percaya bahwa semua bab yang telah kita lewati bersama adalah petunjuk bahwa aku akan tetap ada sampai halaman terakhir. Aku mengira semua perjuangan, semua waktu, semua perasaan yang kuberikan akan membawaku menjadi bagian penting dari cerita itu. Namun ternyata aku salah. Suatu hari aku sampai pada halaman yang membuatku terdiam. Bukan karena ceritanya buruk, bukan karena aku kehilangan rasa suka terhadapnya, melainkan karena untuk pertama kalinya aku menyadari bahwa namaku mulai jarang disebut. Peranku perlahan memudar. Aku masih ada, tetapi tidak lagi menjadi bagian yang penting. Aku masih membaca, tetapi rasanya seperti sedang melihat diriku sendiri perlahan dihapus dari jalan cerita. Aku mencoba bertahan lebih lama. Aku terus membalik halaman demi halaman dengan harapan bahwa mungkin dibagian berikutnya aku akan kembali ditemukan. Mungkin ada satu bab yang menjelaskan semuanya. Mungkin ada satu paragraf yang membuatku mengerti bahwa aku masih memiliki tempat disana. Tetapi semakin jauh aku membaca, semakin jelas kenyataan itu terlihat. Pada lembaran-lembaran berikutnya, tokoh yang berjalan disampingmu bukan lagi aku. Kalimat-kalimat yang dulu terasa hangat mulai terasa asing. Cerita yg dulu terasa seperti rumah perlahan berubah menjadi tempat yang bahkan tidak mengenal namaku lagi. Dan jujur saja, tidak ada yang lebih menyakitkan daripada menyadari bahwa kita pernah menjadi bagian penting dari sebuah cerita, lalu melihat cerita itu terus berjalan tanpa membutuhkan kita lagi. Aku tidak marah pada bukunya.

About