@realchristyson: How to pick the right music single! You agree? #musicmarketing #musicmarketing #musictips #musicdigital #christyson

Chris Tyson
Chris Tyson
Open In TikTok:
Region: US
Monday 18 July 2022 18:11:59 GMT
458
24
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @realchristyson, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Blora — Puluhan warga Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, menutup akses jalan desa sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan yang diduga dipicu mobilisasi kendaraan proyek peningkatan Jalan Japah–Tunjungan. Warga menilai pihak kontraktor belum menepati janji untuk memperbaiki jalan desa yang terdampak. “Aksi penutupan jalan ini kami lakukan setelah kesabaran warga habis. Kerusakan jalan tak kunjung diperbaiki secara menyeluruh,” kata Keluk Pristiwahana, warga terdampak, pada Selasa (31/3/2026). Proyek jalan senilai Rp27,9 miliar yang bersumber dari APBN melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) 2025 itu, menurut warga, membawa dampak serius bagi infrastruktur desa.  Keluk menyebut sebelumnya telah ada komitmen dari pihak pelaksana proyek untuk mengembalikan kondisi jalan seperti semula. Ia menilai beban kendaraan proyek jauh melampaui kapasitas jalan desa yang sebelumnya hanya dilalui kendaraan ringan. Akibatnya, sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan, mulai dari paving pecah, amblas, hingga bergelombang. Kerusakan terparah terjadi pada ruas paving sepanjang lebih dari 900 meter. “Sekarang jalan jadi berbahaya. Banyak yang amblas, becek, dan bergelombang. Dulu paving, sekarang justru seperti jalur ekstrem akibat truk proyek yang tiap hari melintas,” ujarnya. Kondisi tersebut diperparah oleh tingginya curah hujan yang membuat tambalan sementara semakin tidak bertahan lama. Kepala Desa Sambongrejo, Siswadi, membenarkan adanya aksi protes tersebut. Ia menyebut kerusakan jalan telah terjadi sejak awal mobilisasi kendaraan proyek. Menurutnya, telah ada kesepakatan tertulis antara pemerintah desa dan pihak pelaksana proyek terkait penggunaan jalan desa, yang ditandatangani pada 14 November 2025. “Memang ada kesepakatan bersama. Sekarang warga menagih janji agar jalan desa yang rusak segera diperbaiki,” kata Siswadi. Ia mengungkapkan, pemerintah desa telah beberapa kali menagih komitmen tersebut sejak November 2025 hingga Februari 2026. Namun, perbaikan dinilai belum maksimal. “Waktu dihubungi, mandornya disebut sedang di Palembang. Februari sempat ada yang datang, tapi hanya mengirim lima rit material grosok untuk dua titik,” jelasnya. Menurut Siswadi, bantuan tersebut tidak sebanding dengan total kerusakan yang mencapai sekitar 1,6 kilometer, terdiri dari sekitar 900 meter di Dukuh Gunungrowo dan 600–700 meter di wilayah Desa Kalangan. “Perbaikan pun dilakukan secara swadaya oleh warga. Dari kontraktor hanya kirim material. Ini yang membuat warga semakin kecewa,” ujarnya. Padahal, lanjutnya, jalan tersebut sebelumnya dalam kondisi baik karena telah dipavingisasi oleh pemerintah desa. Kerusakan jalan kini mulai mengganggu aktivitas warga, terutama menjelang musim panen tebu, padi, dan komoditas pertanian lainnya yang membutuhkan akses distribusi. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Blora menyatakan siap memfasilitasi keluhan warga. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Nidzamudin Al Hudaa, mengatakan pihaknya akan menjembatani komunikasi antara warga dan pihak terkait. “Kami akan memfasilitasi dan mengkomunikasikan ke pihak PPPK Inpres Jalan Daerah serta BBPJN, karena itu menjadi kewenangan mereka,” ujarnya. Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) terkait kemungkinan sumber anggaran perbaikan. “Jika desa mengajukan rehabilitasi melalui kabupaten akan kami tindak lanjuti. Namun, bisa juga melalui kontraktor lewat BBPJN jika warga menghendaki jalan dikembalikan seperti semula,” katanya. Sebagai informasi, proyek peningkatan Jalan Japah–Tunjungan sepanjang 6 kilometer tersebut dikerjakan oleh PT Mitra Wardhana di bawah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah III Jawa Tengah. Selama pengerjaan, truk bertonase besar kerap melintasi jalan desa Sambongrejo yang berstruktur paving block. #indonesia🇮🇩 #desa #warga62 #fyp #blora
Blora — Puluhan warga Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, menutup akses jalan desa sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan yang diduga dipicu mobilisasi kendaraan proyek peningkatan Jalan Japah–Tunjungan. Warga menilai pihak kontraktor belum menepati janji untuk memperbaiki jalan desa yang terdampak. “Aksi penutupan jalan ini kami lakukan setelah kesabaran warga habis. Kerusakan jalan tak kunjung diperbaiki secara menyeluruh,” kata Keluk Pristiwahana, warga terdampak, pada Selasa (31/3/2026). Proyek jalan senilai Rp27,9 miliar yang bersumber dari APBN melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) 2025 itu, menurut warga, membawa dampak serius bagi infrastruktur desa. Keluk menyebut sebelumnya telah ada komitmen dari pihak pelaksana proyek untuk mengembalikan kondisi jalan seperti semula. Ia menilai beban kendaraan proyek jauh melampaui kapasitas jalan desa yang sebelumnya hanya dilalui kendaraan ringan. Akibatnya, sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan, mulai dari paving pecah, amblas, hingga bergelombang. Kerusakan terparah terjadi pada ruas paving sepanjang lebih dari 900 meter. “Sekarang jalan jadi berbahaya. Banyak yang amblas, becek, dan bergelombang. Dulu paving, sekarang justru seperti jalur ekstrem akibat truk proyek yang tiap hari melintas,” ujarnya. Kondisi tersebut diperparah oleh tingginya curah hujan yang membuat tambalan sementara semakin tidak bertahan lama. Kepala Desa Sambongrejo, Siswadi, membenarkan adanya aksi protes tersebut. Ia menyebut kerusakan jalan telah terjadi sejak awal mobilisasi kendaraan proyek. Menurutnya, telah ada kesepakatan tertulis antara pemerintah desa dan pihak pelaksana proyek terkait penggunaan jalan desa, yang ditandatangani pada 14 November 2025. “Memang ada kesepakatan bersama. Sekarang warga menagih janji agar jalan desa yang rusak segera diperbaiki,” kata Siswadi. Ia mengungkapkan, pemerintah desa telah beberapa kali menagih komitmen tersebut sejak November 2025 hingga Februari 2026. Namun, perbaikan dinilai belum maksimal. “Waktu dihubungi, mandornya disebut sedang di Palembang. Februari sempat ada yang datang, tapi hanya mengirim lima rit material grosok untuk dua titik,” jelasnya. Menurut Siswadi, bantuan tersebut tidak sebanding dengan total kerusakan yang mencapai sekitar 1,6 kilometer, terdiri dari sekitar 900 meter di Dukuh Gunungrowo dan 600–700 meter di wilayah Desa Kalangan. “Perbaikan pun dilakukan secara swadaya oleh warga. Dari kontraktor hanya kirim material. Ini yang membuat warga semakin kecewa,” ujarnya. Padahal, lanjutnya, jalan tersebut sebelumnya dalam kondisi baik karena telah dipavingisasi oleh pemerintah desa. Kerusakan jalan kini mulai mengganggu aktivitas warga, terutama menjelang musim panen tebu, padi, dan komoditas pertanian lainnya yang membutuhkan akses distribusi. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Blora menyatakan siap memfasilitasi keluhan warga. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Nidzamudin Al Hudaa, mengatakan pihaknya akan menjembatani komunikasi antara warga dan pihak terkait. “Kami akan memfasilitasi dan mengkomunikasikan ke pihak PPPK Inpres Jalan Daerah serta BBPJN, karena itu menjadi kewenangan mereka,” ujarnya. Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) terkait kemungkinan sumber anggaran perbaikan. “Jika desa mengajukan rehabilitasi melalui kabupaten akan kami tindak lanjuti. Namun, bisa juga melalui kontraktor lewat BBPJN jika warga menghendaki jalan dikembalikan seperti semula,” katanya. Sebagai informasi, proyek peningkatan Jalan Japah–Tunjungan sepanjang 6 kilometer tersebut dikerjakan oleh PT Mitra Wardhana di bawah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah III Jawa Tengah. Selama pengerjaan, truk bertonase besar kerap melintasi jalan desa Sambongrejo yang berstruktur paving block. #indonesia🇮🇩 #desa #warga62 #fyp #blora

About