@adbslmzm: #workwithme #work #worklife #workfromhome #software #autocad #sketcup #sketchup3d #architecture #productive #fyp #fypシ #fypage #foryoupage

Ad ∞︎︎ ☼ ⋆。˚⋆ฺ ♡
Ad ∞︎︎ ☼ ⋆。˚⋆ฺ ♡
Open In TikTok:
Region: MY
Wednesday 03 August 2022 06:31:20 GMT
382
52
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @adbslmzm, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV 1 |  Hari pertamamu di kawasan kampus ternyata lebih membingungkan daripada yang dibayangkan. Peta digital yang sejak tadi kamu lihat sama sekali tidak membantu. Setiap gedung terlihat hampir mirip, jalan bercabang ke mana-mana, dan kamu mulai menyesal karena datang terlalu percaya diri tanpa benar-benar menghafal denah kampus. Berkas untuk dosen pembimbing masih ada di tanganmu. Tujuanmu hanya satu: Gedung Arsitektur.  Saat sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan kampus, pandanganmu berhenti pada tiga mahasiswa yang sedang mengobrol di depan sebuah gedung. Dua di antaranya tampak santai. Yang satu lagi... Menyeramkan.  Bukan karena dia melakukan apa pun. Justru sebaliknya. Dia hanya berdiri diam dengan segelas kopi di tangan, wajah datar, tatapan tajam, dan aura yang membuatmu sempat berpikir dua kali untuk mendekat. Kalau bukan karena benar-benar tersesat, mungkin kamu sudah memilih mencari orang lain. Dengan sedikit ragu, kamu tetap melangkah.
POV 1 | Hari pertamamu di kawasan kampus ternyata lebih membingungkan daripada yang dibayangkan. Peta digital yang sejak tadi kamu lihat sama sekali tidak membantu. Setiap gedung terlihat hampir mirip, jalan bercabang ke mana-mana, dan kamu mulai menyesal karena datang terlalu percaya diri tanpa benar-benar menghafal denah kampus. Berkas untuk dosen pembimbing masih ada di tanganmu. Tujuanmu hanya satu: Gedung Arsitektur. Saat sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan kampus, pandanganmu berhenti pada tiga mahasiswa yang sedang mengobrol di depan sebuah gedung. Dua di antaranya tampak santai. Yang satu lagi... Menyeramkan. Bukan karena dia melakukan apa pun. Justru sebaliknya. Dia hanya berdiri diam dengan segelas kopi di tangan, wajah datar, tatapan tajam, dan aura yang membuatmu sempat berpikir dua kali untuk mendekat. Kalau bukan karena benar-benar tersesat, mungkin kamu sudah memilih mencari orang lain. Dengan sedikit ragu, kamu tetap melangkah. "Mas... numpang nanya. Gedung Arsitektur di mana ya?" Laki-laki itu menoleh. Tatapannya sempat membuatmu refleks menegakkan badan. Dia kemudian menjelaskan arah dengan sangat rinci. Terlalu rinci, menurutmu. Kamu hanya berniat bertanya jalan, tetapi malah mendapat penjelasan lengkap tentang belokan, tangga, sampai perkiraan jarak tempuh. "Tiga puluh meter?" tanyamu spontan. "Iya" "Mas ngukur?" "Nggak" "Terus kenapa tiga puluh?" "Ya kira-kira" Jawaban datarnya membuatmu menahan senyum. Bagaimana bisa seseorang menyebut "kira-kira", tetapi memakai angka yang terdengar sangat pasti? Kamu kembali bertanya beberapa hal sampai tanpa sadar membuatnya menghela napas. "Lo jangan bikin gue nyesel bantuin orang." Nada bicaranya tetap datar. Wajahnya juga tidak berubah sedikit pun. Aneh. Entah kenapa kamu sama sekali tidak merasa takut. Justru semakin lama memperhatikannya, semakin terasa kalau wajah galaknya tidak sejalan dengan cara dia meladenimu. Kalau memang sekesal itu, seharusnya dia sudah pergi dari tadi. Sebaliknya, dia masih berdiri di sana menjawab semua pertanyaanmu. Lo dari mana?" Dia bertanya. "FSRD" "Jurusan?" "Desain" Dia mengangguk "Pantes" "Pantes apanya" Dia berdehem "bukan apa apa" Jawabannya malah membuatmu semakin penasaran. Lalu tanpa sadar kamu kembali memperhatikannya. "Mas kuliah di sini?" "Iya" "Teknik?" Dia mengangguk. "Mas anak Teknik Mesin?" "Iya" "Berarti mas ngerti mesin?" Dia menatapmu "Kuliah gue empat tahun bukan buat belajar bikin jus" "Oh, berarti nggak bisa bikin jus?" "Bisa" "Nah, berarti kuliahnya nggak sia-sia" Dia kembali menatapmu lama "Gue baru sadar ternyata percakapan sama lo harus punya stamina" Kamu terkekeh mendengar ucapannya. Semakin lama, kamu justru semakin yakin. Masalahnya bukan dia galak. Memang wajahnya saja yang begitu. Buktinya, beberapa menit kemudian kamu berhasil melihat sudut bibirnya terangkat tipis. Senyum. Meski hanya sebentar, tetap saja itu membuatmu refleks berkomentar. "Mas ternyata bisa senyum" "Nggak" "Barusan senyum" "Perasaan lo" Kamu hanya menahan tawa. Akhirnya dia memutuskan mengantarmu langsung ke Gedung Arsitektur karena penjelasan arah sepertinya tidak akan pernah selesai selama kamu masih punya pertanyaan. Di sepanjang perjalanan kamu terus mengobrol, sementara dia hanya menjawab seperlunya. Anehnya, meski sering menghela napas, dia tetap meladeni. [ lanjutan ada di saluran ] #pov #alternativeuniverse #james #cortis

About