@deva_taieb:

Devataieb
Devataieb
Open In TikTok:
Region: FR
Monday 22 August 2022 00:37:33 GMT
80704
7702
35
12

Music

Download

Comments

alya.rpv
Alyap.rv :
Mais le mot drôle c’est cette fille enft 😂😂😂😂
2022-08-22 00:39:57
52
_lilouprgt
lilou☆ :
messi quand il croisera menon
2022-08-22 13:35:09
50
remi_htls
remi 🎀 :
Jppp tu régale 😽
2022-08-22 08:55:51
5
guacoxx
💋 :
🤣🤣🤣
2022-08-22 00:58:44
3
clara.rdgs
claraa :
@julia jsp j’ai rigolé
2022-08-22 14:24:21
2
ang3lineee
A :
omar si quand il croisera langouste non
2022-08-23 13:05:58
2
a1115555667u
a1115555667u :
Ma reine ptn
2022-08-22 03:18:27
2
To see more videos from user @deva_taieb, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Viral Pemuda di Pati, Utusan Gus Miftah Beri Beasiswa dan Tempat di Pesantren Kisah seorang pemuda berinisial A dari Desa Rejoagung, Kecamatan Trangkil, yang nekat mencuri pisang demi menghidupi adik tercinta, menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Kisah pilu ini menyentuh banyak pihak, termasuk ulama kharismatik, Gus Miftah, yang langsung bergerak memberikan bantuan. Merespons viralnya kisah ini, Gus Miftah mengutus tim dari Pesantren OraAji Yogyakarta yang dipimpin oleh Dwi Yudha Danu untuk menemui A. Tanpa sedikit pun berniat menghakimi, mereka justru membawa kabar baik: beasiswa penuh hingga perguruan tinggi untuk A dan adiknya yang masih SMP. Selain itu, Gus Miftah juga menawarkan keduanya untuk mondok di Pesantren OraAji tanpa biaya. Dengan lingkungan yang lebih kondusif, diharapkan mereka bisa mendapatkan pendidikan agama serta keterampilan yang akan membekali masa depan mereka. Menurut Dwi Yudha Danu, Gus Miftah menegaskan bahwa mencuri tetap merupakan tindakan yang tidak dibenarkan. Namun, melihat latar belakang A yang harus berjuang sendirian sejak kehilangan kedua orang tuanya, hatinya tergerak untuk membantu. Selama ini, A terpaksa putus sekolah demi memastikan adiknya tetap bisa belajar, sementara mereka hanya mengandalkan bantuan sang paman yang juga hidup dalam keterbatasan. “Gus Miftah ingin memberi harapan baru bagi mereka. Pendidikan dan agama bisa menjadi jalan keluar dari kesulitan yang mereka alami,” ujar Yudha saat menyerahkan bantuan. Kepala Desa Rejoagung, Juri, turut mengapresiasi kepedulian Gus Miftah dan berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Ini adalah peluang besar bagi A dan adiknya untuk mengubah nasib mereka. Semoga mereka bisa kembali bersekolah dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik,” ungkap Juri. Lebih lanjut, Juri berharap program serupa bisa menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap tindakan, ada cerita hidup yang belum tentu kita pahami. Dalam keterpurukan, harapan masih ada. Bantuan yang diberikan Gus Miftah bukan sekadar kepedulian, tetapi juga kesempatan nyata bagi mereka yang membutuhkan untuk meraih masa depan lebih baik.
Viral Pemuda di Pati, Utusan Gus Miftah Beri Beasiswa dan Tempat di Pesantren Kisah seorang pemuda berinisial A dari Desa Rejoagung, Kecamatan Trangkil, yang nekat mencuri pisang demi menghidupi adik tercinta, menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Kisah pilu ini menyentuh banyak pihak, termasuk ulama kharismatik, Gus Miftah, yang langsung bergerak memberikan bantuan. Merespons viralnya kisah ini, Gus Miftah mengutus tim dari Pesantren OraAji Yogyakarta yang dipimpin oleh Dwi Yudha Danu untuk menemui A. Tanpa sedikit pun berniat menghakimi, mereka justru membawa kabar baik: beasiswa penuh hingga perguruan tinggi untuk A dan adiknya yang masih SMP. Selain itu, Gus Miftah juga menawarkan keduanya untuk mondok di Pesantren OraAji tanpa biaya. Dengan lingkungan yang lebih kondusif, diharapkan mereka bisa mendapatkan pendidikan agama serta keterampilan yang akan membekali masa depan mereka. Menurut Dwi Yudha Danu, Gus Miftah menegaskan bahwa mencuri tetap merupakan tindakan yang tidak dibenarkan. Namun, melihat latar belakang A yang harus berjuang sendirian sejak kehilangan kedua orang tuanya, hatinya tergerak untuk membantu. Selama ini, A terpaksa putus sekolah demi memastikan adiknya tetap bisa belajar, sementara mereka hanya mengandalkan bantuan sang paman yang juga hidup dalam keterbatasan. “Gus Miftah ingin memberi harapan baru bagi mereka. Pendidikan dan agama bisa menjadi jalan keluar dari kesulitan yang mereka alami,” ujar Yudha saat menyerahkan bantuan. Kepala Desa Rejoagung, Juri, turut mengapresiasi kepedulian Gus Miftah dan berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Ini adalah peluang besar bagi A dan adiknya untuk mengubah nasib mereka. Semoga mereka bisa kembali bersekolah dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik,” ungkap Juri. Lebih lanjut, Juri berharap program serupa bisa menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap tindakan, ada cerita hidup yang belum tentu kita pahami. Dalam keterpurukan, harapan masih ada. Bantuan yang diberikan Gus Miftah bukan sekadar kepedulian, tetapi juga kesempatan nyata bagi mereka yang membutuhkan untuk meraih masa depan lebih baik.

About