@karis_ha03:

Каришка
Каришка
Open In TikTok:
Region: UA
Wednesday 28 September 2022 09:41:26 GMT
1813
264
11
2

Music

Download

Comments

kanegunter
Kirill Voitov :
гарнюня🥰
2022-09-30 19:02:30
1
dym6g6bgx59a
@אנדרייברדאשבסקי :
натрусила лайков😁
2022-09-28 10:25:04
3
rotmans0730
Карманный Биляш :
блин я сама залипла 😁 ахуенная)
2022-09-28 17:06:35
1
igor.tkahenko
Игор :
🥰😁😁🥰
2022-09-28 12:49:19
2
evgenkastanov2
Жека Кто Там 👿💔 :
🥰🥰🥰
2022-09-29 10:39:06
1
______love_______00
¯\_(ツ)_/¯ :
сори но ето у тебя такте пока у тебя грудної ребёнок а потом всё
2022-10-01 20:26:34
1
xxxtsar0
ƴҳゝЦȺƤƄ.TT :
🥰
2022-09-29 15:14:20
0
_v_a_d_1_k_
Вадим Захарченко :
😏
2022-10-04 17:11:35
0
To see more videos from user @karis_ha03, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Menapaki jejak sejarah melalui ziarah ke makam Sultan Ibrahim Chaliluddin di Cianjur, Jawa Barat, bersama  keturunan Sultan Ibrahim Chaliluddin Sultan Ibrahim Chaliluddin merupakan Sultan terakhir Kesultanan Paser yang berkuasa pada tahun 1900–1906. Beliau dikenal sebagai sosok yang gigih memperjuangkan kedaulatan Kesultanan Paser dan menentang berbagai kebijakan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Perjuangannya tidak hanya dilakukan melalui perlawanan fisik, tetapi juga melalui gerakan politik sebagai pimpinan Sarekat Islam (SI) Cabang Paser, salah satu organisasi pergerakan nasional awal yang tumbuh di Kalimantan Timur. Perlawanan rakyat Paser melalui Sarekat Islam  terjadi pada tahun 1915–1916 menjadi bukti nyata semangat perjuangan beliau. Karena dianggap sebagai tokoh utama di balik perlawanan tersebut, Sultan Ibrahim Chaliluddin ditangkap oleh Belanda dan dijatuhi hukuman pengasingan seumur hidup. Jauh dari tanah kelahirannya, beliau menjalani sisa hidup di tanah pengasingan hingga wafat pada 19 Oktober 1930 di Cianjur, Jawa Barat. Di Cianjur inilah seorang raja pejuang beristirahat untuk selamanya. Sosok yang memilih kehilangan tahta, kebebasan, bahkan tanah kelahirannya demi mempertahankan harga diri, kehormatan rakyat, dan kedaulatan bangsanya. Saat ini, Sultan Ibrahim Chaliluddin tengah diusulkan sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia. Apabila usulan tersebut dikabulkan, beliau akan menjadi Pahlawan Nasional kedua dari Kalimantan Timur setelah Sultan Muhammad Idris. Pengakuan ini bukan hanya untuk menghormati perjuangan beliau, tetapi juga untuk mengangkat kembali sejarah panjang perjuangan rakyat Paser yang selama ini belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Ziarah ini bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi pengingat bahwa di balik berdirinya Ibu Kota Nusantara di tanah Kalimantan Timur, terdapat jejak perjuangan para pendahulu yang telah berkorban demi masa depan bangsa. Semoga jasa, pengorbanan, dan semangat perjuangan Sultan Ibrahim Chaliluddin senantiasa menjadi inspirasi bagi generasi penerus Indonesia. Al-Fatihah untuk Sultan Ibrahim Chaliluddin, Sultan terakhir Kesultanan Paser, pejuang bangsa dari tanah Benuo Taka. #SultanIbrahimChaliluddin #KesultananPaser #PahlawanNasional #Paser #KalimantanTimur
Menapaki jejak sejarah melalui ziarah ke makam Sultan Ibrahim Chaliluddin di Cianjur, Jawa Barat, bersama keturunan Sultan Ibrahim Chaliluddin Sultan Ibrahim Chaliluddin merupakan Sultan terakhir Kesultanan Paser yang berkuasa pada tahun 1900–1906. Beliau dikenal sebagai sosok yang gigih memperjuangkan kedaulatan Kesultanan Paser dan menentang berbagai kebijakan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Perjuangannya tidak hanya dilakukan melalui perlawanan fisik, tetapi juga melalui gerakan politik sebagai pimpinan Sarekat Islam (SI) Cabang Paser, salah satu organisasi pergerakan nasional awal yang tumbuh di Kalimantan Timur. Perlawanan rakyat Paser melalui Sarekat Islam terjadi pada tahun 1915–1916 menjadi bukti nyata semangat perjuangan beliau. Karena dianggap sebagai tokoh utama di balik perlawanan tersebut, Sultan Ibrahim Chaliluddin ditangkap oleh Belanda dan dijatuhi hukuman pengasingan seumur hidup. Jauh dari tanah kelahirannya, beliau menjalani sisa hidup di tanah pengasingan hingga wafat pada 19 Oktober 1930 di Cianjur, Jawa Barat. Di Cianjur inilah seorang raja pejuang beristirahat untuk selamanya. Sosok yang memilih kehilangan tahta, kebebasan, bahkan tanah kelahirannya demi mempertahankan harga diri, kehormatan rakyat, dan kedaulatan bangsanya. Saat ini, Sultan Ibrahim Chaliluddin tengah diusulkan sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia. Apabila usulan tersebut dikabulkan, beliau akan menjadi Pahlawan Nasional kedua dari Kalimantan Timur setelah Sultan Muhammad Idris. Pengakuan ini bukan hanya untuk menghormati perjuangan beliau, tetapi juga untuk mengangkat kembali sejarah panjang perjuangan rakyat Paser yang selama ini belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Ziarah ini bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi pengingat bahwa di balik berdirinya Ibu Kota Nusantara di tanah Kalimantan Timur, terdapat jejak perjuangan para pendahulu yang telah berkorban demi masa depan bangsa. Semoga jasa, pengorbanan, dan semangat perjuangan Sultan Ibrahim Chaliluddin senantiasa menjadi inspirasi bagi generasi penerus Indonesia. Al-Fatihah untuk Sultan Ibrahim Chaliluddin, Sultan terakhir Kesultanan Paser, pejuang bangsa dari tanah Benuo Taka. #SultanIbrahimChaliluddin #KesultananPaser #PahlawanNasional #Paser #KalimantanTimur

About