Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@williamdettlaff: the best
william
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 01 October 2022 21:35:43 GMT
5668
274
3
2
Music
Download
No Watermark .mp4 (
7.91MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
3.47MB
)
Watermark .mp4 (
7.9MB
)
Music .mp3
Comments
jordan :
why is this so funny
2022-10-01 22:45:24
1
Yib :
I’m reposting
2022-10-02 07:20:00
1
#بَتكس⁷⁷𓅓. :
How is yall rich? I got no money to pay for a $200+ ticket🥴
2022-10-03 01:02:18
0
To see more videos from user @williamdettlaff, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Tag your chai lover 😂 . . . . . #chai #chailovers #karachifood #tea #teamorning
Hidden gem in the colony 🤯🤯 Available now - DM for more info Listing curtesy of The Agency Team - Hailee Torres #dallas #luxuryhomes #realestate
Cảm ơn con vì đã xuất hiện và đến với Mẹ 😘🥰🥰🥰 #embecuame❤️ #congchua🐍 #yeucon #xuhuongtiktok
Đèn Học 3 Chế Độ Có Pin #QuảngCáo #denhoc #denban #dentichdien #denvanphong
Cat Spinner Transparent Food Dispenser, Cat Entertainment Toy, Pet Supplies, Interactive Plaything for Cats, Fun and Engaging Puzzle #interactivecattoy #catlitterbags #viralcattoy #catinteractivetoy #puppyplaypen #catfeeder #giftsforcatlovers #giftforcatmom #cattoyfinds #healthycatfood
BIREUEN I ACEH INFO – Masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen, terletak di pusat Kota Kabupaten Bireuen. Tepatnya di lintas nasional Bireuen-Takengon, Km 1, Dusun Kommes, Desa Bireuen Meunasah Capa, Kecamatan Kota Juang. Masjid yang dibangun sejak tahun 1965 ini, kini terus berbenah dan semakin indah. Bahkan masjid kebanggaan masyarakat Kabupaten Bireuen, terus diperluas. Letaknya yang sangat strategis, masjid yang mirip dengan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh ini, kini menjadi tujuan wisatawan religi. Daya tariknya mungkin dari arsitektur Timur Tengah. Masjid ini juga sering dimanfaatkan oleh pengantin baru untuk melangsungkan pernikahan dan prewedding. Salah satu destinasi wisata religi di Bireuen ini, tidak hanya dikunjungi warga setempat, tapi juga dari luar kabupaten, bahkan luar negeri, khususnya Malaysia. Sejarah Masjid Agung Bireuen Masjid Agung Bireuen ini memiliki sejarah panjang. Dulu masjid ini belum memiliki nama, atau sering dikatakan oleh jamaah dan masyarakat setempat sebagai Masjid Jamik. Sejak beberapa tahun ini, berubah nama menjadi Masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen. Tak asal ganti nama. Penabalan itu terjadi melalui seminar dan konsultasi ke ulama kharismatik Aceh. Dr Saifullah MPd, Rektor IAI Al-Muslim Peusangan, adalah ketua panitia pelaksana penamaan Masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen, pada rapat pengurus masjid, akhir Maret 2017 lalu. Awalnya pada tahun 1965, di Bireuen, terbitlah sebuah kesepakatan pembangunan masjid, bahwa bagi setiap pemilik pohon kelapa, apabila memanen hasil kelapa, agar menyumbangkan dua butir dari setiap pohon yang dipanen, untuk biaya masjid. Inilah cerita singkat orang tua terdahulu yang disampaikan kembali oleh Imam Besar Masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen, Tgk Shaifuddin, yang ditemui Acehinfo.id, Jumat (4/2/2022). “Masyarakat sangat antusias dengan dua butir kelapa untuk pembangunan masjid,” tambah Tgk M Jafar (bilal Masjid Agung Sultan Jeumpa, Bireuen), mengenang cerita indah masa lalu tersebut. Saat itu, lanjutnya, jamaah Masjid Bireuen ini meliputi wilayah Teupin Mane dan Buket Teukuh. Menurut cerita tutur orang tua terdahulu, sekitar tahun 1965 terjadi gempa besar dan sebuah masjid di Desa Pulo Ara rusak total. Satu-satunya rumah ibadah tersebut (menurut Tgk Muhammad Jafar, dulu masjid di Bireuen baru ada di Pulo Ara, imum syiknya Tgk Bullah, ayah dari mantan Bupati Bireuen Mustafa A Glanggang). Masyarakat pun duek pakat (berembuk) dan membangun masjid baru di Dusun Kommes Bireuen. Solusi kelapa sumbangan pun akhirnya menjadi rupiah untuk membeli segala sesuatu keperluan pembangunan masjid baru, yang sekarang bernama Masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen. Cambuk Pertama di Aceh Saat Bireuen dipimpin oleh H Mustafa A Glanggang, di masjid ini pula telah menjadi tempat pelaksanakan hukuman cambuk pertama di Aceh. Sejarah mencatat, sebanyak 26 dari 27 pelaku pelanggaran maisir (judi) di Kabupaten Bireuen, dicambuk usai shalat Jumat 24 Juni 2005 lalu. Hukuman ini merupakan pelaksanaan Undang-undang Syariat Islam di Aceh. Waktu itu, orang memadati halaman masjid, menyaksikan uqubat cambuk dan catatan sejarah bagi Aceh serta Masjid Agung Sultan Jeumpa itu sendiri. Itulah gambaran penegakan syariat Islam di Kabupaten Bireuen, kala itu. Masjid yang Megah Hari ke hari hingga berbilang tahun akhirnya Masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen menjadi sebuah masjid nan megah. “Pendiri masjid waktu itu mungkin tidak pernah membayangkan masjid yang dulunya dibangun dari sumbangan kelapa, kini menjadi masjid agung atau masjid kabupaten,” kata Tgk M Jafar. Saat ini, masjid ini memiliki tiga kubah besar. Luas bagian dalam 50×30 meter, luas luarnya mencapai 60×50 meter, berdiri di areal seluas dua hektar lebih. Kini masjid ini mulai diperluas ke bagian baratnya dan akan ditambah tiga kubah dan dua menara di bagian Utara dan Selatan. Tempat wudhuknya pun sudah dibangun baru di sebelah barat dan sebelah utara. Tempat wudhu sebelah Utara merupakan wakaf H Jamaluddin A Gani, pengusaha sekaligus pengurus Masjid Agung Sultan J
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy