@nayara_dasilva_: He wasnt readyyy😂😂😂 #fyp #foryou #army #marines #hewasntready #armywtfmoments #miltok #campbell

Naynay💜
Naynay💜
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 18 October 2022 19:16:08 GMT
35839
1683
54
13

Music

Download

Comments

oilman7788
Oilman7788 :
Lol his face
2022-10-19 01:11:34
15
glennhutchison2
Glenn Hutchison :
Well he has cancer now.
2022-10-19 01:39:11
15
zack_does_thangs
zack :
12/10 love it. He already hates his life enough. You’re his 13th reason why
2022-10-19 18:33:54
7
saiat352
saiat352 :
😂😂😂😂😂😂 I’m dead with the look on his face
2022-10-19 04:20:37
7
satxsjayyy
Sjayyy :
Racist to the max 🤣
2023-04-02 13:37:59
6
eepy_emt_
eepy_emt_ :
On todays episode of I don’t fuckin get paid enough for this
2022-10-23 18:58:49
6
lino_g671
Lino_G :
he was like "You did not just.......😑"
2022-10-25 02:22:21
6
teejaibelit
teejai :
Bro dgaf about cancer 😂
2022-10-22 18:26:06
6
zaneflow
Zane Flow :
That 777 life
2022-10-19 23:55:54
6
user5397247706617
Rosana R Da Silva :
Kkkkkk ta com tempo só pra Deus
2022-10-19 22:04:54
6
and1m4rtyyy
AndyMarty :
I’ve always seen ppl barehand GMD, but the lion king bit tho?? this is GOLDEN 🙌🏽😂
2022-10-19 05:45:11
6
shaneomacyadigg
Mr.TurtleMan :
Got to do the boom test on a new private haha
2022-10-31 21:05:03
6
seventhousandmiles
David McMullen :
GMD Cancer VA claim I guess
2022-10-19 01:58:48
6
jjrod1502
Jjrod1502 :
😂😂😂😂😂😂😂😂WTF!!! SIMBA!!!!
2022-10-19 01:17:07
6
mnreptilesunlimited
MN Reptiles Unlimited LLC :
So much cancer!!!! That’s so bad for you lol
2022-11-01 23:13:24
5
cryptoyeo
RetrOGrade Yeo :
🤣😂🤣😭😭😭😭
2022-10-31 07:40:09
5
butlastnighttho
Capri-sun :
Yeah I would probably deal with your shit but just don’t put grease in hair shits is hard to take out 😂😂😂😂
2022-10-25 18:00:17
5
dsock46
Daniel S :
GMD???
2022-11-03 02:32:20
5
rpjmidtovne
Robert Midtovne :
I don’t miss the motor pool
2022-11-06 14:14:20
5
blackndwhite_keys
Johnathan Hall :
loll
2022-10-25 17:45:52
5
uno1999
Elisaeo Munoz :
Lmaooo I do this at my motor pool and mfs get maaaaad 😂
2022-10-25 14:11:22
5
ronelyocampo
ronelyocampo :
🤣🤣🤣
2022-11-07 01:59:45
5
zanella_iroc
user80570806046 :
🤣🤣
2022-10-25 02:15:56
5
troydavis389
Troy Davis :
Bru the gmd can says keep of skin 😂
2022-10-19 01:01:23
5
treyway1k2.0
Treyway1k2.0 :
Trying to get some dependent pay with me
2022-10-25 00:03:59
5
To see more videos from user @nayara_dasilva_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Polemik soal kesejahteraan dosen kini mulai diperbincangkan di publik setelah dosen tetap non-Aparatur Sipil Negara (non-ASN) Universitas Airlangga (Unair), Cenuk Widiyastrisna Sayekti, mengungkap besaran gaji yang diterimanya dalam sidang uji materi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen di Mahkamah Konstitusi (MK). Kesaksiannya disampaikan pada sidang perkara Nomor 272/PUU-XXIII/2025 dan 24/PUU-XXIV/2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (30/6).  Pengakuannya langsung menyita perhatian karena meski telah bergelar doktor lulusan luar negeri dan memiliki sertifikasi pendidik, penghasilan pokok yang diterimanya dinilai masih jauh dari kata layak. Ketika persidangan itu, Cenuk menceritakan bahwa saat mulai mengabdi sebagai dosen tetap non-ASN di Universitas Airlangga, gaji pokok yang diterimanya hanya sekitar Rp2,6 juta per bulan. Ia menilai persoalan yang dihadapi dosen non-ASN bukan sekadar besaran gaji, tetapi juga minimnya jaminan kesejahteraan bagi tenaga pendidik yang memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas. Sebagai dosen, lanjut Cenuk, tugas yang diemban tidak hanya mengajar di ruang kelas. Dosen juga dituntut melakukan penelitian, membimbing mahasiswa, menghasilkan publikasi ilmiah, hingga menjalankan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, beban kerja tersebut seharusnya diimbangi dengan penghasilan yang layak sehingga dosen dapat fokus menjalankan tugas akademiknya tanpa harus mencari pekerjaan tambahan demi memenuhi kebutuhan hidup. Kesaksian tersebut menjadi bagian dari uji materi UU Guru dan Dosen yang diharapkan dapat mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak pada peningkatan kesejahteraan dosen, khususnya dosen tetap non-ASN di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.  Dengan demikian, profesi dosen tidak hanya dihargai dari besarnya tanggung jawab akademik, tetapi juga memperoleh jaminan penghidupan yang layak sesuai kontribusinya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sumber: iNews Surabaya dan Mahkamah Konstitusi RI #majangmejeng #dosen #nonasn
Polemik soal kesejahteraan dosen kini mulai diperbincangkan di publik setelah dosen tetap non-Aparatur Sipil Negara (non-ASN) Universitas Airlangga (Unair), Cenuk Widiyastrisna Sayekti, mengungkap besaran gaji yang diterimanya dalam sidang uji materi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen di Mahkamah Konstitusi (MK). Kesaksiannya disampaikan pada sidang perkara Nomor 272/PUU-XXIII/2025 dan 24/PUU-XXIV/2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (30/6). Pengakuannya langsung menyita perhatian karena meski telah bergelar doktor lulusan luar negeri dan memiliki sertifikasi pendidik, penghasilan pokok yang diterimanya dinilai masih jauh dari kata layak. Ketika persidangan itu, Cenuk menceritakan bahwa saat mulai mengabdi sebagai dosen tetap non-ASN di Universitas Airlangga, gaji pokok yang diterimanya hanya sekitar Rp2,6 juta per bulan. Ia menilai persoalan yang dihadapi dosen non-ASN bukan sekadar besaran gaji, tetapi juga minimnya jaminan kesejahteraan bagi tenaga pendidik yang memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas. Sebagai dosen, lanjut Cenuk, tugas yang diemban tidak hanya mengajar di ruang kelas. Dosen juga dituntut melakukan penelitian, membimbing mahasiswa, menghasilkan publikasi ilmiah, hingga menjalankan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, beban kerja tersebut seharusnya diimbangi dengan penghasilan yang layak sehingga dosen dapat fokus menjalankan tugas akademiknya tanpa harus mencari pekerjaan tambahan demi memenuhi kebutuhan hidup. Kesaksian tersebut menjadi bagian dari uji materi UU Guru dan Dosen yang diharapkan dapat mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak pada peningkatan kesejahteraan dosen, khususnya dosen tetap non-ASN di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dengan demikian, profesi dosen tidak hanya dihargai dari besarnya tanggung jawab akademik, tetapi juga memperoleh jaminan penghidupan yang layak sesuai kontribusinya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sumber: iNews Surabaya dan Mahkamah Konstitusi RI #majangmejeng #dosen #nonasn

About