@isaacsg92: #greenscreen 🫶🫶🫶

🐺 ✞エຮ𝐚𝐚c ✞ 🐺
🐺 ✞エຮ𝐚𝐚c ✞ 🐺
Open In TikTok:
Region: ES
Thursday 20 October 2022 12:58:04 GMT
104873
4702
22
13

Music

Download

Comments

guadamartinez198
🌷𝓖𝓾𝓪𝓭𝓪🌷 :
imagínate nada más por que Rocío es la patrona 🥰😌
2022-10-20 14:25:14
34
saulsansano0
saul sansano :
Lester ?
2022-10-20 13:06:50
5
jade.bajegodi
Vianey Gonzalez :
hay noooo 😳 ustedes son la mejor pareja del mundo mundial
2022-10-23 00:30:41
3
ojitosclaros122
Ojitos verdes :
Guapo
2022-10-20 16:40:05
3
aurelio_200
Aurelio_73 :
eso es en el holidayword?😁
2022-10-20 14:06:56
2
usherdjdurltmgbdbslqkdh
ketinx :
pues si quedas soltero solo pienso en que ella tambieeen 🥰🥰🥰🥰😂😂😂😂
2022-10-20 13:22:12
6
lucia_gr31
luciaa 🤠 :
primera saludas??🥰
2022-10-20 13:02:26
3
saaamuuu07
saaamuuu07 :
primero
2022-10-20 13:02:25
3
janidiazmontes
👉🏻📡Jani😈💜🛸💙📡🧸⚡🪻🐥 :
es lo parte de la imaginación 😂 rocío tan bella 🥰
2022-11-12 16:52:05
2
.lucybell1
🌟🌻 lucybell :
😂@
2022-10-20 20:10:05
2
luissyela1
LUCHO 🧸 :
😂😂😂
2022-10-22 20:24:41
2
ruiz_2.8
ANDRÉS RUIZ :
🥰
2022-11-30 12:40:08
2
marayt28
Maray🌼 :
@sulecardenes5 nose si este chico lo sabe pero es el hermano perdido de Adrian el tatuador
2022-10-21 10:59:29
3
carmeeen7
Carmen🥰📚 :
Imagina encontrar un hombre que quiera bonito.
2022-10-28 15:10:57
2
To see more videos from user @isaacsg92, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di negeri ini, banyak orang menjadi kaya karena jabatan. Hidup mewah setelah berkuasa. Namun Haji Agus Salim meninggalkan sesuatu yang jauh lebih berharga kehormatan. Lahir di Kota Gadang, Agam, Sumatera Barat, pada 8 Oktober 1884, Agus Salim dikenal sebagai sosok cerdas yang menguasai berbagai bahasa dunia Belanda, Inggris, Jerman, Prancis, Turki, Jepang, hingga Arab. Dunia mengenalnya sebagai diplomat ulung. (The Grand Old Man). Bangsanya mengenangnya sebagai pejuang kemerdekaan, perumus dasar negara, dan Menteri Luar Negeri. sampai ajal menjemput, ia tetap hidup di rumah kontrakan. Agus Salim mudah dikenali. Bukan karena kemewahan, melainkan karena kesederhanaannya. Saat diplomat lain mengenakan pakaian terbaik, ia datang dengan jas tua yang berkali-kali dijahit. Namun ia tetap berdiri tegak. Sebab ia tahu, kehormatan seseorang tidak terletak pada pakaiannya, melainkan pada integritasnya. Kesederhanaan itu mencapai titik paling menyayat ketika salah seorang putranya meninggal saat masih bayi. Agus Salim bahkan tidak memiliki uang untuk membeli kain kafan.Dengan hati seorang ayah yang sedang berduka, ia membungkus jasad anaknya menggunakan taplak meja dan selembar sprei. Ketika keluarga menawarkan bantuan, ia menolak dengan kalimat yang membuat hati siapa pun tercekat.
Di negeri ini, banyak orang menjadi kaya karena jabatan. Hidup mewah setelah berkuasa. Namun Haji Agus Salim meninggalkan sesuatu yang jauh lebih berharga kehormatan. Lahir di Kota Gadang, Agam, Sumatera Barat, pada 8 Oktober 1884, Agus Salim dikenal sebagai sosok cerdas yang menguasai berbagai bahasa dunia Belanda, Inggris, Jerman, Prancis, Turki, Jepang, hingga Arab. Dunia mengenalnya sebagai diplomat ulung. (The Grand Old Man). Bangsanya mengenangnya sebagai pejuang kemerdekaan, perumus dasar negara, dan Menteri Luar Negeri. sampai ajal menjemput, ia tetap hidup di rumah kontrakan. Agus Salim mudah dikenali. Bukan karena kemewahan, melainkan karena kesederhanaannya. Saat diplomat lain mengenakan pakaian terbaik, ia datang dengan jas tua yang berkali-kali dijahit. Namun ia tetap berdiri tegak. Sebab ia tahu, kehormatan seseorang tidak terletak pada pakaiannya, melainkan pada integritasnya. Kesederhanaan itu mencapai titik paling menyayat ketika salah seorang putranya meninggal saat masih bayi. Agus Salim bahkan tidak memiliki uang untuk membeli kain kafan.Dengan hati seorang ayah yang sedang berduka, ia membungkus jasad anaknya menggunakan taplak meja dan selembar sprei. Ketika keluarga menawarkan bantuan, ia menolak dengan kalimat yang membuat hati siapa pun tercekat. "Simpanlah uang itu untuk yang masih hidup dan memerlukannya. Anak saya tidak memerlukan apa-apa lagi." Bahkan setelah menjadi menteri, hidupnya tak banyak berubah. Saat hujan turun dan atap rumah kontrakanya bocor, istrinya, Zainatun Nahar, menaruh ember untuk menampung air. Anak-anak mereka membuat perahu kertas dan bermain di lantai yang basah. Tak pernah terdengar keluhan. Tak ada tuntutan. Mereka memilih bersyukur di tengah kekurangan. Pada 4 November 1954, Haji Agus Salim wafat dalam kesederhanaan. Negeri yang ia cintai lahir telah berdiri tegak. Bendera yang ia perjuangkan telah berkibar di seluruh Nusantara. la pergi tanpa sempat menikmati hidup berkecukupan. la Tidak mewariskan kekayaan. la mewariskan kejujuran, pengabdian, dan keteladanan. Seorang pahlawan yang tidak memiliki rumah. Tetapi memiliki Indonesia.

About