@gayathaispa: #Body Enhance by Gaya 抓龙筋按摩(抓龙筋) 以帮助提高性能力和提高身体各部分的性能 从而达到全身康健 Call 02-530-7381, 02-935-6280, 095-957-7458 Line id : gayasoi8 www.gayathaispa.com

Gaya
Gaya
Open In TikTok:
Region: TH
Thursday 03 November 2022 13:54:53 GMT
35743
44
0
5

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @gayathaispa, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


"Akan muncul di akhir zaman haji tanpa gelar, kyai tanpa sorban, ulama tanpa mimbar. Mereka bersembunyi dalam terang." adalah ungkapan yang sering beredar sebagai nasihat spiritual. Kalimat ini bukan hadis yang dikenal memiliki sanad yang sahih, melainkan sebuah metafora yang mengajak merenungkan hakikat ilmu, kerendahan hati, dan keikhlasan. Haji tanpa gelar "Haji" biasanya dikenal melalui gelar di depan nama. Namun, hakikat haji bukanlah gelarnya, melainkan perubahan hati. Haji tanpa gelar melambangkan seseorang yang telah "pulang" kepada Allah di dalam batinnya. Ia tidak merasa perlu dikenal sebagai orang saleh. Ia lebih memilih menjadi manusia biasa daripada dipuji sebagai orang suci. Dalam pandangan spiritual, seseorang yang telah merasakan kedekatan kepada Allah justru semakin kecil rasa dirinya. Ia tidak sibuk menunjukkan amalnya. Kyai tanpa sorban Sorban hanyalah simbol. Tidak semua yang bersorban adalah orang yang arif, dan tidak semua yang tidak bersorban miskin hikmah. "Kyai tanpa sorban" melambangkan seseorang yang mengajar melalui kehidupannya, bukan hanya melalui penampilannya. Kehadirannya menenangkan. Perkataannya sederhana. Perilakunya menjadi pelajaran. Ia tidak membutuhkan atribut agar didengar. Ulama tanpa mimbar Mimbar adalah tempat menyampaikan ilmu kepada banyak orang. Namun ada manusia yang menjadi "mimbar berjalan." Ia mengajarkan kasih sayang melalui tindakannya. Ia mengajarkan tawakal melalui ketenangannya. Ia mengajarkan ikhlas melalui kehidupannya. Ilmunya tidak selalu berupa ceramah, tetapi memancar dari akhlaknya. Bersembunyi dalam terang Ini bagian yang paling indah. Biasanya orang bersembunyi dalam gelap. Tetapi orang-orang yang matang secara ruhani justru bersembunyi dalam terang, artinya: mereka hidup di tengah masyarakat; mereka bekerja seperti orang biasa; mereka tidak mengasingkan diri dari kehidupan; mereka tidak mencari pengikut atau ketenaran. Mereka tampak biasa sehingga sering tidak disadari keberadaannya. Terang di sini dapat dimaknai sebagai keramaian dunia, aktivitas sehari-hari, bahkan sorotan kehidupan. Di tengah semua itu, mereka tetap rendah hati dan tidak menonjolkan diri. Mengapa mereka tidak dikenal? Karena mereka tidak sedang membangun nama. Mereka lebih sibuk membangun hati. Semakin dekat seseorang kepada Allah, semakin sedikit keinginan untuk dipuji. Yang dicari bukan pengakuan manusia, tetapi keridaan-Nya. Pelajaran bagi kita Ungkapan ini mengingatkan agar tidak menilai seseorang hanya dari simbol-simbol lahiriah. Gelar, pakaian, atau popularitas dapat menjadi tanda, tetapi bukan ukuran mutlak kedalaman ilmu maupun kematangan spiritual. Di sisi lain, kita juga perlu berhati-hati agar tidak menganggap setiap orang yang tampak sederhana pasti memiliki kedudukan spiritual yang tinggi. Hakikat keadaan seseorang hanya Allah yang mengetahui. Yang paling penting bukan mencari "siapa" mereka, melainkan menumbuhkan sifat-sifat yang digambarkan oleh ungkapan ini dalam diri kita sendiri: ikhlas, rendah hati, berilmu, berakhlak baik, dan bermanfaat bagi sesama tanpa bergantung pada pujian. "Mereka tidak mengejar cahaya agar terlihat. Mereka menjadi cahaya karena telah kehilangan keinginan untuk terlihat."

About