@otl_grayson: Go check out the new OTL website! #offthelineperformance

Grayson
Grayson
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 28 December 2022 19:10:11 GMT
1898
115
2
0

Music

Download

Comments

mnlegend
Sean :
Do y’all ever do tunes for Audi?
2022-12-28 19:36:41
0
metalmanonline
metalmanonline :
Will you be offering Hemi parts?
2022-12-29 05:10:34
0
To see more videos from user @otl_grayson, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pertama: Logika tanpa perasaan adalah kekejaman. Apa maksudnya? Logika itu adalah akal pikiran. Ia menghitung untung dan rugi. Ia melihat fakta, melihat kenyataan, melihat apa yang masuk akal dan apa yang tidak. Tapi kalau logika itu berjalan sendirian — tanpa ada perasaan, tanpa ada empati, tanpa ada rasa peduli pada hati orang yang kita sayangi — maka itu akan menjadi sangat kejam.   Bayangkan... kamu mencintai seseorang hanya karena dia kaya, karena dia punya status sosial yang tinggi, karena dia bisa memberi keuntungan untuk masa depanmu. Saat bersamanya, kamu selalu menghitung:
Pertama: Logika tanpa perasaan adalah kekejaman. Apa maksudnya? Logika itu adalah akal pikiran. Ia menghitung untung dan rugi. Ia melihat fakta, melihat kenyataan, melihat apa yang masuk akal dan apa yang tidak. Tapi kalau logika itu berjalan sendirian — tanpa ada perasaan, tanpa ada empati, tanpa ada rasa peduli pada hati orang yang kita sayangi — maka itu akan menjadi sangat kejam. Bayangkan... kamu mencintai seseorang hanya karena dia kaya, karena dia punya status sosial yang tinggi, karena dia bisa memberi keuntungan untuk masa depanmu. Saat bersamanya, kamu selalu menghitung: "Apa yang aku dapat kalau bersamanya? Apa keuntungannya buat aku?" Kamu tidak peduli apakah dia bahagia bersamamu. Kamu tidak peduli apa yang dia rasakan saat kamu menyakiti hatinya. Kamu hanya melihat fakta, hanya melihat keuntungan — dan ketika suatu hari dia tidak lagi menguntungkan bagimu, kamu pergi begitu saja tanpa menoleh, tanpa rasa bersalah sedikitpun. Itulah logika tanpa perasaan. Itu bukan cinta. Itu kekejaman. Karena kamu tidak pernah mencintai dia sebagai manusia — kamu hanya mencintai apa yang dia punya. Atau saat kamu memutuskan hubungan dengan seseorang, bukan karena hatimu sudah tidak ada lagi — tapi hanya karena alasan-alasan yang menurutmu masuk akal: "Jarak kita terlalu jauh." "Pekerjaanku belum stabil." "Keluarga tidak setuju." Lalu kamu pergi dengan tegas, tanpa memberi kesempatan untuk berjuang bersama, tanpa mendengarkan tangis dan harapannya. Secara logika kamu mungkin benar. Tapi bagi hatinya... itu adalah luka yang sangat dalam. Itulah sebabnya dikatakan: logika tanpa perasaan adalah kekejaman. Karena keputusan yang benar secara pikiran, bisa menjadi sangat salah dan sangat kejam kalau tidak disertai dengan perasaan yang lembut dan pengertian. Kedua: Perasaan tanpa logika adalah kehancuran. Dan di sinilah banyak dari kita jatuh. Karena kita seringkali berpikir — kalau itu namanya cinta, maka kita harus memberi segalanya tanpa syarat, tanpa batas, tanpa melihat kenyataan. Kita berpikir bahwa cinta itu buta, dan semakin buta kita mencintai, semakin besar dan tulus cintanya. Tapi percayalah... perasaan yang berjalan sendirian, tanpa dipandu oleh logika dan akal sehat, pada akhirnya hanya akan menghancurkan dirimu sendiri. Kamu tahu dia menyakitimu. Kamu tahu dia sering berbohong. Kamu tahu dia tidak menghargaimu. Kamu tahu dia tidak pernah berusaha berubah — tapi kamu tetap bertahan. Kamu berkata: "Tapi aku sayang dia." Kamu menutup matamu dari semua kenyataan, hanya karena hatimu tidak sanggup melepaskannya. Kamu terus memberi maaf untuk kesalahan yang sama berulang-ulang kali. Kamu rela mengorbankan waktumu, harapanmu, bahkan masa depanmu — hanya karena kamu tidak sanggup kehilangan rasa sayang itu. Kamu berpikir bahwa itu namanya kesetiaan. Padahal itu bukan kesetiaan — itu adalah kebutaan. Dan kesetiaan yang buta pada akhirnya akan menghancurkanmu. Kamu rela berkorban segalanya untuk seseorang, tanpa memastikan apakah dia juga siap berkorban untukmu. Kamu percaya begitu saja pada kata-kata manis, tanpa melihat tindakannya. Kamu membiarkan dirimu diinjak-injak, diabaikan, disakiti — dan kamu tetap bertahan, karena katanya cinta itu harus menerima apa adanya. Itu bukan cinta. Itu kehancuran. Kehancuran atas dirimu sendiri, karena kamu membiarkan orang lain menghancurkanmu dengan alasan yang kamu sebut "cinta". Itulah sebabnya dikatakan: perasaan tanpa logika adalah kehancuran. Karena perasaan yang paling tulus sekalipun, kalau tidak dipandu oleh akal sehat, tidak akan membawa kebahagiaan — ia hanya akan membawa luka yang semakin dalam, sampai akhirnya kamu tidak mengenali dirimu sendiri lagi.

About