@befront.io: 🥛The future of UI design is here! Here is an inspirational e-commerce website I found this week. #uiux #uidesign #uiuxdesign #uxui #webdesign #figmadesign #figmaplugin #learndesign #learnui #learnwebdesign #learnfigma #uiforbeginners #befront #ecommercewebsite

Befront | Figma Ed Plugin
Befront | Figma Ed Plugin
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 08 February 2023 16:29:16 GMT
181702
15219
103
660

Music

Download

Comments

sil3nt_s0ldier_
Miles :
Cries in front end developer
2023-02-08 19:26:10
7
91.achi
91.achi :
Where is the tutorial?✨✨
2024-06-08 01:50:03
2
autumnday11
autumn :
Назавжди буде лише дизайн який зручний для користувача. На відео концепт який через кілька місяців стане антитрендом, бо зараз всі роблять так
2023-02-09 07:57:18
1
luhulev
luhulev :
What about Core Web Vitals and SEO?
2023-02-10 04:23:26
1
designwithkm
KM | UI/UX designer :
Woow, this is amazing. I am obsessed 😍
2023-04-07 09:17:01
1
coleoffline.fm
Cole :
Where can I learn to do this? I only know figma sis 😂
2023-02-09 01:46:41
6
filiproraas
Filip Røraas :
Tutorial?
2023-03-23 14:44:24
0
supermagazine
supermagazine :
Nope.
2023-02-10 12:34:31
0
kaue.lipari
kauelipari :
What the name of this concept style? so i can search more
2023-02-09 01:40:23
0
clothingverse
🫦 :
🔥🔥🔥
2023-02-09 00:37:30
0
haidy.elsakhawy
Haidy Elsakhawy :
😳😳😳
2024-12-18 01:41:28
0
vitocorleone256
VitoCorleone256 :
RIP to the the developers team
2023-02-08 17:00:36
224
shannlp
Shannon :
I can hear devs crying in the distance
2023-02-10 17:54:18
30
owen4thepeople
Owen Luna :
I’ve seen a lot of examples on video but never a real webpage doing that 🥲
2023-02-08 20:23:44
6
raouf_km
foufouu___ :
I think that look like a short video or Animation mora than a E-Commerce website :/
2023-02-09 12:18:14
5
itzrakan
راكـان بن عبـدالله 🇸🇦 :
imagine doing this with css 💀
2023-02-09 10:31:21
5
khrustya_24
Khrystyna Petrushchak :
Where can I learn how to do this?
2023-02-09 19:45:59
4
striker_omega
Striker_Omega :
No. Nobody will wait until the animation runs
2023-02-11 01:02:16
4
mr.ordinary_
Mr.Ordinary :
that loading time will not ve mobile friendly 😅 I'm waiting to see how WASM compares
2023-02-08 20:27:34
4
anastasiiamaliare6
anastasiiamaliare6 :
не каждый комп потянет, просто чтобы загрузить сайт
2023-02-10 23:44:18
4
kalacaazy72
Derrick Akomeah :
These better come as animation logos …..we ain’t designing these🤣
2023-02-08 23:24:29
4
expressassignments.com
expressassignments.com :
How do you animate the design like that on figma
2023-02-09 23:16:29
4
mukwooddigital
Mukwood Digital Web Design :
this design it out of this world
2023-02-10 11:51:56
3
that___is_me
that_is_me :
double it and give it to the next person
2023-02-10 21:39:32
3
denim__chicken
denim_chicken :
architects vs engineers 💀
2023-02-09 18:14:29
2
ali.hanafiah.wahap
Ali Wahap :
Done this twenty years ago 😂😂
2023-02-10 10:44:57
1
_anotherghost_
AnotherGhost :
os cara acha q a vida é só desenho né n é possivel ,front end no futuro vai mexer cm modelagem 3d
2023-02-08 17:13:15
1
robert17mursa
Robert Mursa :
@Gabriele Arias
2023-02-09 21:02:13
1
fallenperseo
Fallen :
how much
2023-02-08 20:22:45
0
darkpaint.eth
Koomson :
How much for a website
2023-02-08 18:41:04
0
yetunde.io
Yetunde :
😳😳😳😳 Is this suppose to be in an sVg or what, my brain disappear for a minute 😩
2023-12-01 09:21:08
0
designmasterclass_
Design Masterclass :
Wow! 😳
2023-09-21 15:31:56
0
smart_think7
M Saqlain :
how can i learn ui designing
2023-07-16 21:14:52
0
marcelodesignx
Marcelo Design X :
Just amazing 😳
2023-02-08 20:10:31
0
artby.tayy
Tay :
Ugh love this
2023-02-20 04:52:17
0
richardoedwardo
richardoedwardo :
Damn 😳
2023-02-13 02:44:35
0
michaelavreja
Michaela Vreja :
I want to know how to implement this
2023-02-12 22:41:54
0
lina_44545
الاامير :
I have been seeing post everywhere and a lot of people have been saying g@phenomenalinvestments
2023-02-12 13:34:31
0
codenamedae
dae :
show meeeee 🥺
2023-02-11 04:48:24
0
roxmclima
Maria Cristina :
@oh_tio
2023-02-11 02:01:52
0
jp.bitka
JP :
Super cool 😎
2023-02-09 15:39:24
0
peopleapple
RedFin- :
are you kidding me 😂
2023-02-08 22:11:10
0
luvtb_0_0
Y :
🥰🥰🥰
2023-02-08 22:15:27
0
morgncoook
morgncoook :
So dope
2023-02-10 17:49:02
0
ankinayak_
anki :
wait wtf omg
2023-02-09 01:41:33
0
adancareta
Adan | Design | Games | + :
Why from the future?
2023-02-09 05:44:26
0
kimxjnk
Kimberly :
@Hưng Thịnh
2023-02-10 01:19:38
0
ovozeko
Zeko :
Three.js >
2023-02-09 23:16:48
0
kelabangbetawi
Ge :
info gelud
2023-02-09 10:50:17
0
To see more videos from user @befront.io, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV 2 | Nama Sean rupanya memang sebesar itu di Bandung. Namun yang tidak pernah kamu duga adalah, bagaimana cowok itu perlahan menjadi bagian dari hari-harimu. Jika ada satu hal yang cepat kamu pelajari setelah pindah ke kota Bandung, itu adalah fakta bahwa Sean jauh lebih sulit dihindari daripada udara dingin kota ini. Sudah hampir dua minggu sejak kepindahanmu ke sekolah itu, dan selama dua minggu pula cowok itu tidak pernah benar-benar absen dari harimu. Entah di koridor sekolah, kantin, lapangan, parkiran hingga semua sudut sekolah. Dan semakin lama mengenalnya, semakin sulit bagimu untuk menganggap Sean sebagai sosok menak Sunda yang selama ini diceritakan orang-orang. Karena di matamu, Sean lebih mirip badut daripada bangsawan. “A Sean itu keluarga terpandang di Bandung,” jelas Amira suatu siang. “Dia tuh murni keturunan menak Sunda. Rumahnya di Dago. Yang paling gede, nah itu rumah dia.” Kamu hanya mengangguk pelan mendengarnya. Belum sempat kamu menanggapi lebih jauh, suara yang terasa begitu familiar tiba-tiba terdengar dari luar kelas. “Aya si geulis teu, euy?” Seketika beberapa siswa yang sedang berdiri di depan kelas langsung tertawa kecil. Kamu dan Amira spontan menoleh ke arah pintu. Amira langsung menyenggol bahumu pelan. “A Sean,” bisiknya dengan senyum penuh arti. Dan benar saja. Cowok itu muncul beberapa detik kemudian. Sean masuk ke dalam kelas dengan santai, kedua tangannya berada di saku celana. Seragamnya seperti biasa terlihat sedikit berantakan, sementara senyum khasnya sudah bertengger manis di wajahnya. Matanya menyapu ruangan sebentar, lalu berhenti tepat padamu. “Eh, si geulis. Disini ternyata, euy.” Kamu hanya bisa terdiam beberapa detik. Entah kenapa, selalu ada rasa gugup yang muncul setiap kali Sean mendadak berada terlalu dekat. Tanpa permisi, cowok itu menarik kursi kosong di depan mejamu dan duduk menghadapmu. “Mau ke kantin nggak?” tanyanya santai. “Aa traktir.” Kamu tersenyum canggung. “Eee... aku udah makan, Kak.” Sean langsung mendesah dramatis. “Yah...” Ia menundukkan kepala seolah baru saja menerima kabar paling menyedihkan dalam hidupnya. “Padahal aa tuh mau makan kamu—” Kamu langsung membeku. “Sorry?” Sean sontak gelagapan merapihkan ekspresi. “Eh, maksud aa… makan sama kamu.” Amira yang sejak tadi mendengarkan langsung memalingkan wajah sambil menahan tawa. Sementara kamu hanya terkekeh canggung karena bingung harus bereaksi seperti apa. Namun bukannya kapok, Sean malah semakin menjadi. Ia menopang dagunya dengan satu tangan sambil menatapmu. “Y/n,” panggilnya pelan. “Hm?” Sean tersenyum samar. “Aa ramal kita bakal pulang bareng hari ini.” Amira langsung menoleh dengan ekspresi jijik. “Dih. Dilan lo, kak?” Sean mendelik. “Cicing atuh. Jangan ikut campur hubungan orang.” “HUBUNGAN APA ANJIR? JUST FRIENDS?” protes Amira spontan. Kamu sampai menunduk menahan tawa. Sementara Sean langsung bersandar di kursinya dengan wajah terluka. “Ah, bete ah.” Namun begitu melihatmu tertawa, cowok itu malah ikut tertawa sendiri. Seolah semua ejekan barusan tidak lagi penting. Sayangnya, sebelum ia sempat melanjutkan ocehannya tiba-tiba—TENGGGG. Bel masuk kembali berbunyi. Sean langsung mendecih kecewa. “Yah. Belum lima menit ngobrol udah dipisahin.” “Sana sana pergi,” usir Amira cepat. “Muak gue denger gombalan alay lo, kak.” Sean pura-pura tidak mendengar. Ia berdiri dari kursinya, lalu menatapmu penuh arti. “Aa pastikan ramalan itu benar.” Kamu belum sempat bertanya maksudnya apa ketika tiba-tiba Sean meraih tanganmu. Cowok itu membungkuk dramatis bak pangeran di film kerajaan, lalu mencium punggung tanganmu sekilas. “See u, nona.” Suaranya keluar sengaja diberat-beratkan. “WOI ANJIRRRR!” pekik Amira spontan. Detik itu juga Sean kabur keluar kelas sambil terkekeh puas. Sementara kamu masih terdiam beberapa detik karena terkejut. Amira menoleh ke arahmu dengan ekspresi tidak percaya. “Y/n, how are you so chill about that?!” Kamu berkedip bingung. “About what?” “HE JUST KISSED YOUR HAND!” heboh Amira. +🗨️ #pov #seonghyeon #cortis #seonghyeonedit #fyp
POV 2 | Nama Sean rupanya memang sebesar itu di Bandung. Namun yang tidak pernah kamu duga adalah, bagaimana cowok itu perlahan menjadi bagian dari hari-harimu. Jika ada satu hal yang cepat kamu pelajari setelah pindah ke kota Bandung, itu adalah fakta bahwa Sean jauh lebih sulit dihindari daripada udara dingin kota ini. Sudah hampir dua minggu sejak kepindahanmu ke sekolah itu, dan selama dua minggu pula cowok itu tidak pernah benar-benar absen dari harimu. Entah di koridor sekolah, kantin, lapangan, parkiran hingga semua sudut sekolah. Dan semakin lama mengenalnya, semakin sulit bagimu untuk menganggap Sean sebagai sosok menak Sunda yang selama ini diceritakan orang-orang. Karena di matamu, Sean lebih mirip badut daripada bangsawan. “A Sean itu keluarga terpandang di Bandung,” jelas Amira suatu siang. “Dia tuh murni keturunan menak Sunda. Rumahnya di Dago. Yang paling gede, nah itu rumah dia.” Kamu hanya mengangguk pelan mendengarnya. Belum sempat kamu menanggapi lebih jauh, suara yang terasa begitu familiar tiba-tiba terdengar dari luar kelas. “Aya si geulis teu, euy?” Seketika beberapa siswa yang sedang berdiri di depan kelas langsung tertawa kecil. Kamu dan Amira spontan menoleh ke arah pintu. Amira langsung menyenggol bahumu pelan. “A Sean,” bisiknya dengan senyum penuh arti. Dan benar saja. Cowok itu muncul beberapa detik kemudian. Sean masuk ke dalam kelas dengan santai, kedua tangannya berada di saku celana. Seragamnya seperti biasa terlihat sedikit berantakan, sementara senyum khasnya sudah bertengger manis di wajahnya. Matanya menyapu ruangan sebentar, lalu berhenti tepat padamu. “Eh, si geulis. Disini ternyata, euy.” Kamu hanya bisa terdiam beberapa detik. Entah kenapa, selalu ada rasa gugup yang muncul setiap kali Sean mendadak berada terlalu dekat. Tanpa permisi, cowok itu menarik kursi kosong di depan mejamu dan duduk menghadapmu. “Mau ke kantin nggak?” tanyanya santai. “Aa traktir.” Kamu tersenyum canggung. “Eee... aku udah makan, Kak.” Sean langsung mendesah dramatis. “Yah...” Ia menundukkan kepala seolah baru saja menerima kabar paling menyedihkan dalam hidupnya. “Padahal aa tuh mau makan kamu—” Kamu langsung membeku. “Sorry?” Sean sontak gelagapan merapihkan ekspresi. “Eh, maksud aa… makan sama kamu.” Amira yang sejak tadi mendengarkan langsung memalingkan wajah sambil menahan tawa. Sementara kamu hanya terkekeh canggung karena bingung harus bereaksi seperti apa. Namun bukannya kapok, Sean malah semakin menjadi. Ia menopang dagunya dengan satu tangan sambil menatapmu. “Y/n,” panggilnya pelan. “Hm?” Sean tersenyum samar. “Aa ramal kita bakal pulang bareng hari ini.” Amira langsung menoleh dengan ekspresi jijik. “Dih. Dilan lo, kak?” Sean mendelik. “Cicing atuh. Jangan ikut campur hubungan orang.” “HUBUNGAN APA ANJIR? JUST FRIENDS?” protes Amira spontan. Kamu sampai menunduk menahan tawa. Sementara Sean langsung bersandar di kursinya dengan wajah terluka. “Ah, bete ah.” Namun begitu melihatmu tertawa, cowok itu malah ikut tertawa sendiri. Seolah semua ejekan barusan tidak lagi penting. Sayangnya, sebelum ia sempat melanjutkan ocehannya tiba-tiba—TENGGGG. Bel masuk kembali berbunyi. Sean langsung mendecih kecewa. “Yah. Belum lima menit ngobrol udah dipisahin.” “Sana sana pergi,” usir Amira cepat. “Muak gue denger gombalan alay lo, kak.” Sean pura-pura tidak mendengar. Ia berdiri dari kursinya, lalu menatapmu penuh arti. “Aa pastikan ramalan itu benar.” Kamu belum sempat bertanya maksudnya apa ketika tiba-tiba Sean meraih tanganmu. Cowok itu membungkuk dramatis bak pangeran di film kerajaan, lalu mencium punggung tanganmu sekilas. “See u, nona.” Suaranya keluar sengaja diberat-beratkan. “WOI ANJIRRRR!” pekik Amira spontan. Detik itu juga Sean kabur keluar kelas sambil terkekeh puas. Sementara kamu masih terdiam beberapa detik karena terkejut. Amira menoleh ke arahmu dengan ekspresi tidak percaya. “Y/n, how are you so chill about that?!” Kamu berkedip bingung. “About what?” “HE JUST KISSED YOUR HAND!” heboh Amira. +🗨️ #pov #seonghyeon #cortis #seonghyeonedit #fyp

About