@editzvids: his laugh at the end 🥰 #justinbieber #bieber #bieberfever #kidrauhl #belieber #foryou #editzvids

𝐾𝑖𝑛𝑑𝑎 ❦
𝐾𝑖𝑛𝑑𝑎 ❦
Open In TikTok:
Region: SE
Friday 10 February 2023 21:07:30 GMT
87472
3245
11
163

Music

Download

Comments

salamitakully
Sala :
He looks good with glasses on 😂
2026-07-09 04:27:14
2
mriayh_
hannah maria :
his LAUGH bro
2023-02-28 13:19:20
18
bsd_2510
🕷🕸Sele💋🍓 :
donde lo puedo ver?
2026-04-19 09:14:09
1
e30loverr
⋆ ˚。⋆౨ৎ˚ :
beibs x jersey shore
2023-03-09 13:40:33
1
brainer22
brainer22 :
He's so cute
2023-04-15 09:38:21
0
justinedemana8
justine :
😂ahahha
2023-02-18 01:53:02
0
sandybarhe
Sandy :
🥰🥰🥰🥰🥰
2023-02-11 05:38:53
1
maria.dc1105
Mar ce :
🥰
2026-06-15 17:13:36
0
rose.angel421
Rose Angel :
💖💖💖💖💖💖💖
2026-05-22 13:27:27
0
queenolybx
Queen Oly BX :
🥰
2023-02-28 13:10:04
0
nandecks
حب :
Hey, please, what's the name of this video on YouTube? I want to watch it all
2024-05-26 17:12:28
0
To see more videos from user @editzvids, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali menjadi sorotan utama dalam diskusi publik setelah Pertamina Patra Niaga mengindikasikan bahwa harga Pertamax dan beberapa produk BBM nonsubsidi lainnya berpotensi berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter. Hal ini akan terjadi jika harga minyak dunia terus bertahan pada level tinggi. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, dalam acara Pertamax Journey yang diselenggarakan di Cilacap pada hari Jumat, tanggal 11 September 2026. Eko Ricky Susanto menjelaskan bahwa situasi geopolitik di Timur Tengah, khususnya ketegangan yang terjadi di kawasan Selat Hormuz, berperan signifikan dalam kembali melonjaknya harga minyak mentah dunia. Harga minyak mentah bahkan sempat mencapai sekitar US$108 per barel, yang pada akhirnya menimbulkan tekanan besar terhadap harga BBM nonsubsidi. Dalam kondisi ini, apabila tidak ada indikasi penurunan harga minyak global, maka harga Pertamax dan produk BBM sejenis bisa mengalami penyesuaian lebih lanjut. Namun, penting untuk dicatat bahwa harga Pertamax yang berlaku saat ini belum mencapai rentang Rp18.000 hingga Rp20.000. Per bulan September 2026, harga Pertamax masih berada di kisaran Rp14.950 hingga Rp16.650 per liter, tergantung pada wilayah penjualannya. Misalnya, di DKI Jakarta dan beberapa wilayah di Pulau Jawa, harga Pertamax tercatat sebesar Rp15.950 per liter, sementara di Sulawesi Selatan, harga mencapai Rp16.300 per liter. Sebelumnya, Pertamina memang telah melakukan penyesuaian harga beberapa produk BBM nonsubsidi mulai bulan September 2026. Contohnya, harga Pertamax Turbo mengalami kenaikan menjadi Rp19.600 per liter di beberapa wilayah, sementara harga Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing mencapai Rp23.700 dan Rp25.200 per liter di wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen. Situasi ini menjadikan perkembangan harga minyak dunia sebagai faktor krusial yang akan mempengaruhi kebijakan harga BBM selanjutnya. Dengan demikian, jika tekanan harga minyak dan situasi geopolitik mengalami pelonggaran, masyarakat yang menggunakan BBM nonsubsidi perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan adanya penyesuaian harga lebih lanjut. Memahami dinamika ini akan membantu masyarakat dalam mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi dalam kebijakan harga BBM di masa mendatang.
Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali menjadi sorotan utama dalam diskusi publik setelah Pertamina Patra Niaga mengindikasikan bahwa harga Pertamax dan beberapa produk BBM nonsubsidi lainnya berpotensi berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter. Hal ini akan terjadi jika harga minyak dunia terus bertahan pada level tinggi. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, dalam acara Pertamax Journey yang diselenggarakan di Cilacap pada hari Jumat, tanggal 11 September 2026. Eko Ricky Susanto menjelaskan bahwa situasi geopolitik di Timur Tengah, khususnya ketegangan yang terjadi di kawasan Selat Hormuz, berperan signifikan dalam kembali melonjaknya harga minyak mentah dunia. Harga minyak mentah bahkan sempat mencapai sekitar US$108 per barel, yang pada akhirnya menimbulkan tekanan besar terhadap harga BBM nonsubsidi. Dalam kondisi ini, apabila tidak ada indikasi penurunan harga minyak global, maka harga Pertamax dan produk BBM sejenis bisa mengalami penyesuaian lebih lanjut. Namun, penting untuk dicatat bahwa harga Pertamax yang berlaku saat ini belum mencapai rentang Rp18.000 hingga Rp20.000. Per bulan September 2026, harga Pertamax masih berada di kisaran Rp14.950 hingga Rp16.650 per liter, tergantung pada wilayah penjualannya. Misalnya, di DKI Jakarta dan beberapa wilayah di Pulau Jawa, harga Pertamax tercatat sebesar Rp15.950 per liter, sementara di Sulawesi Selatan, harga mencapai Rp16.300 per liter. Sebelumnya, Pertamina memang telah melakukan penyesuaian harga beberapa produk BBM nonsubsidi mulai bulan September 2026. Contohnya, harga Pertamax Turbo mengalami kenaikan menjadi Rp19.600 per liter di beberapa wilayah, sementara harga Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing mencapai Rp23.700 dan Rp25.200 per liter di wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen. Situasi ini menjadikan perkembangan harga minyak dunia sebagai faktor krusial yang akan mempengaruhi kebijakan harga BBM selanjutnya. Dengan demikian, jika tekanan harga minyak dan situasi geopolitik mengalami pelonggaran, masyarakat yang menggunakan BBM nonsubsidi perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan adanya penyesuaian harga lebih lanjut. Memahami dinamika ini akan membantu masyarakat dalam mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi dalam kebijakan harga BBM di masa mendatang.

About