@sm_yt09: তোমাদের মতো গরিব ছোট লোকদের জন্য সকাল ৮ টা অনেক বেলা।#fanny

★$M★SHAMIM★
★$M★SHAMIM★
Open In TikTok:
Region: BD
Sunday 12 February 2023 13:19:58 GMT
9708
142
1
337

Music

Download

Comments

user1156273335033
হৃদয় হৃদয় :
🤣🤣🤣
2025-05-18 11:06:31
1
To see more videos from user @sm_yt09, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Data Kemenkes: 7.000 Tenaga Kesehatan RI Terinfeksi Hepatitis B, Risikonya 10 Kali Lipat dari Masyarakat Umum Profesi dokter, perawat, dan bidan ternyata menyimpan risiko yang jarang disorot: tertular hepatitis dari pasien yang mereka rawat sendiri. Data Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 7.000 tenaga kesehatan di Indonesia terinfeksi hepatitis B, dengan prevalensi 10 kali lebih tinggi dibanding populasi umum. Penyebab utamanya kecelakaan kerja: tertusuk jarum bekas pasien yang sudah terinfeksi, biasanya saat pengambilan darah atau sesaat sebelum jarum dibuang. (RSU dr. Koesnadi, Kalventis) Studi kohort di RSCM bahkan mencatat proses menutup kembali jarum suntik dan tindakan pengambilan darah jadi momen paling berisiko, karena kewaspadaan justru menurun saat prosedur terasa rutin. Yang membuat situasi ini menegangkan, virus hepatitis B dan C menular lewat darah dengan tingkat penularan yang justru lebih tinggi dibanding HIV. (Kalventis) Begitu insiden tertusuk jarum terjadi, tenaga medis harus segera mencuci luka dengan air mengalir dan sabun, lalu melapor ke unit terkait untuk pemeriksaan status HBsAg, anti-HIV, dan profilaksis pascapajanan bila diperlukan. Karena risiko inilah, vaksinasi hepatitis B jadi rekomendasi utama untuk semua tenaga medis bukan cuma formalitas administrasi rumah sakit, tapi perlindungan nyata dari risiko pekerjaan sehari-hari. Profesi yang menyelamatkan nyawa orang lain, ternyata juga butuh perlindungan untuk dirinya sendiri. Sumber: RSU dr. Koesnadi,
Data Kemenkes: 7.000 Tenaga Kesehatan RI Terinfeksi Hepatitis B, Risikonya 10 Kali Lipat dari Masyarakat Umum Profesi dokter, perawat, dan bidan ternyata menyimpan risiko yang jarang disorot: tertular hepatitis dari pasien yang mereka rawat sendiri. Data Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 7.000 tenaga kesehatan di Indonesia terinfeksi hepatitis B, dengan prevalensi 10 kali lebih tinggi dibanding populasi umum. Penyebab utamanya kecelakaan kerja: tertusuk jarum bekas pasien yang sudah terinfeksi, biasanya saat pengambilan darah atau sesaat sebelum jarum dibuang. (RSU dr. Koesnadi, Kalventis) Studi kohort di RSCM bahkan mencatat proses menutup kembali jarum suntik dan tindakan pengambilan darah jadi momen paling berisiko, karena kewaspadaan justru menurun saat prosedur terasa rutin. Yang membuat situasi ini menegangkan, virus hepatitis B dan C menular lewat darah dengan tingkat penularan yang justru lebih tinggi dibanding HIV. (Kalventis) Begitu insiden tertusuk jarum terjadi, tenaga medis harus segera mencuci luka dengan air mengalir dan sabun, lalu melapor ke unit terkait untuk pemeriksaan status HBsAg, anti-HIV, dan profilaksis pascapajanan bila diperlukan. Karena risiko inilah, vaksinasi hepatitis B jadi rekomendasi utama untuk semua tenaga medis bukan cuma formalitas administrasi rumah sakit, tapi perlindungan nyata dari risiko pekerjaan sehari-hari. Profesi yang menyelamatkan nyawa orang lain, ternyata juga butuh perlindungan untuk dirinya sendiri. Sumber: RSU dr. Koesnadi, "Berisiko Terpapar Virus Hepatitis B Tenaga Medis" Kalventis, "Kelompok Berisiko Hepatitis B yang Dianjurkan Divaksinasi", Liputan6 Health, "Ikhtiar Tenaga Kesehatan Lepas dari Cengkeraman Hepatitis", KlikDokter, "Ini Dampak yang Terjadi Bila Tertusuk Jarum Suntik Bekas" Kemenkes RI, "Needle Stick Injury (NSI) di Rumah Sakit" #kesehatan #kesehatanindonesia #infokesehatan #edukasikesehatan #tipssehat

About