@jarchy89: Tryna watch footy when the old man’s in go mode, luckily @Kayo Sports has my back. #nrl #kayosports #ad

Jack Archdale
Jack Archdale
Open In TikTok:
Region: AU
Thursday 02 March 2023 06:33:47 GMT
443178
5189
29
72

Music

Download

Comments

calebtrefry
Caleb Trefry :
They run a pretty tight ship at Merced
2023-03-02 19:34:24
11
aaronmathew91
Aaron Mathew :
better throw them shorts in the bin
2023-03-05 12:32:04
7
denver7sings
Denver Poliness :
Rugby not footy
2023-03-12 13:26:32
6
howbzr0
🎣Howbzr🎣 :
Upa the chooks
2023-03-05 02:12:43
3
blaketapscott
Blake Tapscott :
it's rugby
2023-03-11 09:33:37
3
upthesainterz
️Mason :
Thats rugby not footy
2023-03-05 05:15:26
1
kez_mcgez
Kez_Mcgezza 🇦🇺 :
Tell me your a Aussie ...... by the length of your shorts 😂😂😂
2023-03-05 09:25:17
1
gavin_laing
Gavin Laing :
Wool sheds on fire - let it burn!!! 🔥
2023-03-10 00:03:35
1
maoriginal88
maoriginal88 :
DM your login in details cheers
2023-03-10 14:06:40
1
professor_snake187
2_packed :
💚❤️💚❤️
2023-03-26 16:41:47
1
lachlanwill24
LachlanWill24 :
I need that Kayo shirt
2023-04-19 11:32:54
1
uncle_coops5
🇮🇹Uncle coops5🇦🇺 :
Up the chooks
2023-07-19 10:45:10
1
jaxn_n
jaxn_n :
He’s from qld
2023-04-28 11:18:05
0
xxxxwaaalll
J⸸ :
I don't think the shorts are short enough, take a couple inches off
2023-05-23 07:40:23
0
To see more videos from user @jarchy89, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

QS. Asy-Syu‘ara’: 62 Pernah nggak kamu berada di situasi di mana rasanya sudah nggak ada jalan keluar? Sudah mencoba ini dan itu, tapi semuanya terasa buntu. Mau maju, bingung. Mau mundur, nggak bisa. Akhirnya cuma bisa bertanya dalam hati, “Terus aku harus bagaimana?” Keadaan seperti ini juga pernah dialami oleh Nabi Musa dan Bani Israil. Saat itu, mereka sedang dikejar oleh Fir‘aun dan pasukannya. Di depan mereka ada laut, sementara musuh semakin mendekat dari belakang. Secara manusia, mereka benar-benar seperti tidak punya jalan. Sampai orang-orang yang bersama Musa berkata bahwa mereka pasti akan tersusul. Tapi Nabi Musa menjawab: “Kallā.” “Sekali-kali tidak.” Lalu beliau berkata: “Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” Menariknya, Nabi Musa tidak mengatakan, “Tenang, aku tahu kita akan selamat lewat mana.” Karena saat itu beliau belum tahu bagaimana pertolongan Allah akan datang. Beliau hanya yakin bahwa Allah bersamanya dan Allah akan menunjukkan jalan. Dan setelah itu, Allah memerintahkan Musa untuk memukulkan tongkatnya ke laut, lalu laut pun terbelah dan menjadi jalan bagi mereka. Dari sini kita belajar sesuatu. Keyakinan kepada Allah tidak selalu berarti kita tahu bagaimana semuanya akan berakhir. Kadang kita bisa percaya kepada Allah, meskipun kita belum tahu jawabannya. Kita bisa tetap melangkah, meskipun belum tahu akan sampai di mana. Dan mungkin, inilah yang sering sulit kita lakukan. Kita ingin Allah menunjukkan seluruh jalannya terlebih dahulu baru kita mau percaya. Kita ingin tahu semuanya akan baik-baik saja sebelum kita merasa tenang. Kita ingin tahu bagaimana masalah ini selesai, kapan doa kita dikabulkan, dan apa yang akan terjadi setelah ini. Padahal Nabi Musa menunjukkan bahwa kita tidak harus mengetahui seluruh jalan untuk percaya kepada Allah. Ada kalanya yang bisa kita lakukan hanya berkata, “Ya Allah, aku nggak tahu harus bagaimana. Tapi aku percaya Engkau tahu.” Karena mungkin sekarang kamu sedang melihat masalahmu seperti Nabi Musa melihat laut: besar, dekat, dan seolah-olah tidak mungkin dilewati. Tapi jangan lupa, yang kamu lihat sebagai penghalang, Allah bisa jadikan sebagai jalan. Yang sekarang terlihat seperti akhir, bisa saja ternyata hanya bagian dari perjalanan menuju sesuatu yang belum kamu lihat. Jadi, kalau hari ini kamu belum tahu harus ke mana, jangan langsung berpikir bahwa semuanya sudah selesai. Kamu tidak harus mengetahui seluruh jawaban hari ini. Tetaplah berusaha. Tetaplah berdoa. Tetaplah meminta petunjuk kepada Allah. Karena seperti yang dikatakan Nabi Musa: “Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” Dan mungkin, suatu hari nanti ketika kamu melihat kembali apa yang sedang kamu lalui sekarang, kamu akan sadar: “Ternyata waktu itu aku bukan sedang kehilangan jalan. Aku hanya belum melihat jalan yang Allah siapkan.” 🤍
QS. Asy-Syu‘ara’: 62 Pernah nggak kamu berada di situasi di mana rasanya sudah nggak ada jalan keluar? Sudah mencoba ini dan itu, tapi semuanya terasa buntu. Mau maju, bingung. Mau mundur, nggak bisa. Akhirnya cuma bisa bertanya dalam hati, “Terus aku harus bagaimana?” Keadaan seperti ini juga pernah dialami oleh Nabi Musa dan Bani Israil. Saat itu, mereka sedang dikejar oleh Fir‘aun dan pasukannya. Di depan mereka ada laut, sementara musuh semakin mendekat dari belakang. Secara manusia, mereka benar-benar seperti tidak punya jalan. Sampai orang-orang yang bersama Musa berkata bahwa mereka pasti akan tersusul. Tapi Nabi Musa menjawab: “Kallā.” “Sekali-kali tidak.” Lalu beliau berkata: “Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” Menariknya, Nabi Musa tidak mengatakan, “Tenang, aku tahu kita akan selamat lewat mana.” Karena saat itu beliau belum tahu bagaimana pertolongan Allah akan datang. Beliau hanya yakin bahwa Allah bersamanya dan Allah akan menunjukkan jalan. Dan setelah itu, Allah memerintahkan Musa untuk memukulkan tongkatnya ke laut, lalu laut pun terbelah dan menjadi jalan bagi mereka. Dari sini kita belajar sesuatu. Keyakinan kepada Allah tidak selalu berarti kita tahu bagaimana semuanya akan berakhir. Kadang kita bisa percaya kepada Allah, meskipun kita belum tahu jawabannya. Kita bisa tetap melangkah, meskipun belum tahu akan sampai di mana. Dan mungkin, inilah yang sering sulit kita lakukan. Kita ingin Allah menunjukkan seluruh jalannya terlebih dahulu baru kita mau percaya. Kita ingin tahu semuanya akan baik-baik saja sebelum kita merasa tenang. Kita ingin tahu bagaimana masalah ini selesai, kapan doa kita dikabulkan, dan apa yang akan terjadi setelah ini. Padahal Nabi Musa menunjukkan bahwa kita tidak harus mengetahui seluruh jalan untuk percaya kepada Allah. Ada kalanya yang bisa kita lakukan hanya berkata, “Ya Allah, aku nggak tahu harus bagaimana. Tapi aku percaya Engkau tahu.” Karena mungkin sekarang kamu sedang melihat masalahmu seperti Nabi Musa melihat laut: besar, dekat, dan seolah-olah tidak mungkin dilewati. Tapi jangan lupa, yang kamu lihat sebagai penghalang, Allah bisa jadikan sebagai jalan. Yang sekarang terlihat seperti akhir, bisa saja ternyata hanya bagian dari perjalanan menuju sesuatu yang belum kamu lihat. Jadi, kalau hari ini kamu belum tahu harus ke mana, jangan langsung berpikir bahwa semuanya sudah selesai. Kamu tidak harus mengetahui seluruh jawaban hari ini. Tetaplah berusaha. Tetaplah berdoa. Tetaplah meminta petunjuk kepada Allah. Karena seperti yang dikatakan Nabi Musa: “Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” Dan mungkin, suatu hari nanti ketika kamu melihat kembali apa yang sedang kamu lalui sekarang, kamu akan sadar: “Ternyata waktu itu aku bukan sedang kehilangan jalan. Aku hanya belum melihat jalan yang Allah siapkan.” 🤍

About