Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@ukoshaa.17: hamsiya bobish 😂🤦🏻#rek #rekaciq🤣🗿 #pishaklar #😅🙋🏻♂️
『Xt』TILLO
Open In TikTok:
Region: KG
Wednesday 29 March 2023 04:02:16 GMT
615
37
2
2
Music
Download
No Watermark .mp4 (
6.09MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
6.09MB
)
Watermark .mp4 (
6.38MB
)
Music .mp3
Comments
🌚 :
😂😂😂
2023-03-31 00:07:26
0
La ilaha illalloh Muhammadur :
Ehh sinifdohslara😂😂
2023-08-13 10:56:26
0
To see more videos from user @ukoshaa.17, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#relógio #acessorios #tiktokshopbrasil #ofertas #achados #relógios #relógiomasculino #relógiofeminino #quartz #aprovadeagua #inoxidavel
#fyp #viral #paratiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii #creidostodoeltiempo #soyelmejor 🤣🤣😘
#nbayoungboy #kehlani #applemusic #lyrics #music
We Heard Something We Weren't Supposed To 😳 . #3danimation #animationart #digitalart #hisytstory #creativecontent animationtrends creatorsearchinsig hts
Sudah tiga hari. Tiga hari penuh... Heeseung tidak menunggumu di depan kelas. Tidak mengirim chat. Tidak menelepon. Bahkan saat berpapasan di koridor... Ia hanya tersenyum kecil. "Pagi, Y/N. " Lalu berjalan begitu saja. "Aneh." Kau mengerutkan dahi. "Biasanya dia udah teriak 'calon pacar' dari ujung koridor..." • Jam istirahat. Kael duduk di sampingmu sambil memperhatikan wajahmu yang terus melihat ke arah pintu kantin. "Nunggu siapa?" "Nggak nunggu siapa-siapa." "Oh." "Lagian ngapain aku nunggu orang?" Kael mengangguk pelan. "Iya sih." "Lagian Heeseung juga lagi di lapangan." Seketika kepalamu terangkat. "Hah?" "Maksudku..." Kael pura-pura menutup mulut. "Ups." "Kok kamu tahu dia di lapangan?" "Bukan urusanmu." Kael tertawa. "Iya iya." "Lagian kamu udah lima kali nengok pintu." "Aku cuma..." "Cuma?" "Mastiin kantin nggak kebakaran." Kael langsung ngakak. "Alasan apaan itu?!" Kau langsung menyuap makanannya dengan kesal. • Sore harinya... Saat hendak pulang... Kau melihat Heeseung sedang berbincang dengan seorang siswi di taman sekolah. Siswi itu tersenyum manis sambil memberikan sebotol minuman. Heeseung menerimanya. Lalu mereka mengobrol cukup lama. Entah kenapa.. . Dadamu terasa sesak. "Kok..." "Kok aku kesel?" Padahal... Bukankah memang seharusnya begitu? Heeseung bebas berteman dengan siapa saja. Kau langsung membalikkan badan. "Nggak penting." Namun baru beberapa langkah... "Heeseung!" Suara seorang teman memanggilnya. "Lo serius mau pindah?" Lngkahmu otomatis berhenti. "Pindah?" Jantungmu berdetak lebih cepat. Heeseung hanya tersenyum tipis. "Masih dipikirin." "Kata bokap lo sih peluangnya gede." "Iya." "Tapi belum pasti." Percakapan itu membuat tanganmu menggenggam erat tali tas. "Pindah...?" Tanpa sadar kau terus memikirkan kata itu sampai perjalanan pulang. • Malamnya. Untuk pertama kalinya... Ponselmu terasa sangat sepi. Tidak ada panggilan bertuliskan... "Heeseung calling." Tidak ada chat aneh seperti... "Calon pacar udah makan belum?" "Kangen." Atau... "Aku lagi lihat bulan, bulannya kalah cantik sama kamu." Biasanya kau akan mengomel. Sekarang... Justru kau membuka ruang chat itu. Terakhir online... Tadi sore. "..." Jarimu sempat mengetik. "Hee, kamu..." Namun... Kau langsung menghapusnya. "Ngapain juga aku chat duluan." Ponsel itu akhirnya kau letakkan di samping bantal. Tetapi... Tidurmu tidak senyenyak biasanya. • Keesokan harinya. Pelajaran olahraga. Semua siswa berkumpul di lapangan. Guru membagi kelompok untuk pertandingan basket. "Kelompok satu..." "Kelompok dua..." "Park Y/N." "Lee Heeseung." Mata kalian bertemu sesaat. Heeseung hanya tersenyum kecil. "Semangat ya." Tidak ada godaan. Tidak ada panggilan "calon pacar." Kau justru merasa... Kecewa. Pertandingan dimulai. Saat kau berusaha merebut bola, salah pijakan membuat tubuhmu kehilangan keseimbangan. "Heh!" Bruuk! Kau terjatuh. "Y/N!" Heeseung refleks berlari paling cepat. "Kamu nggak apa-apa?" Ia berjongkok di depanmu. "Kakinya sakit?" Kau hanya mengangguk pelan. Heeseung terlihat sangat khawatir. Namun sedetik kemudian... Ia menarik napas panjang. "Lukanya nggak parah." Syukurlah... Ia berdiri. "Lapor ke UKS ya." "Hm." Lalu... Ia kembali ke lapangan. Kau menatap punggungnya. "Biasanya..." "Dia pasti langsung nganter aku." Perasaan itu kembali muncul. Kosong. • Sepulang sekolah... Y/N duduk sendirian di bangku taman. Kael datang membawa dua es teh. "Nih." "Makasih." Kael duduk di sebelahmu. "Hari ini sepi ya." "Iya." "Heeseung udah nggak ganggu kamu lagi." "Iya." "Harusnya seneng dong." "..." "Kok malah murung?" Kau tidak menjawab. Kael tersenyum kecil. "Y/N." "Hm?" "Kamu sadar nggak?" "Sadar apa?" "Kamu sekarang lebih sering nyari Heeseung daripada Heeseung nyari kamu." Ucapan itu membuatmu membeku. "Nggak mungkin." "Masa?" "Coba jujur." "Tadi pagi siapa yang lihat-lihat koridor?" "..." "Siapa yang diem waktu tahu Heeseung mungkin pindah sekolah?" "..." "Siapa yang dari tadi ngelamun?" Kau menggigit bibirnya pelan. (+komen,kalau ilang cari si sl) #pov #heeseung #evan #soloist #ever
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy