@mrjww: Is this the best sounding Ferrari? F50 straight piped! 🔊🤯 #ferrari #f50 #exhaust

MrJWW
MrJWW
Open In TikTok:
Region: GB
Sunday 16 April 2023 13:41:03 GMT
62187
6388
120
885

Music

Download

Comments

gabrieleb886
gabriele886 :
v12 Ferrari best sound ever
2023-04-17 08:04:07
107
rarestmoondust92
rarestmoondust92 :
Who needs a woman if you had car hey ?????
2023-04-19 10:34:45
5
knarving
Knarf :
It sounds awesome but it's also one of the ugliest Ferrari's
2023-04-18 18:11:33
1
thelander426
𝕷𝖆𝖘𝖙_𝐕𝟖 :
The F50 is kinda growing on me
2023-04-20 22:20:37
5
cjt_rolla
cjt_rolla :
How a proper car should sound. That’s on point 👌😎
2023-04-16 18:28:21
1
thechold333
The CholD :
Omg is sounds phenomenal 🤩🤩
2023-04-18 02:04:09
3
koldoktm
Koldo Goñi :
Pure music ❤️
2023-04-18 20:51:13
2
geloescht67885644
gelöshhtttt :
Musik in den Ohren 🫶🏼
2023-04-19 10:47:59
1
lecarage
LeCarage Amsterdam :
Sick video James, felt a bit of that thunder through my headset 🙏👌
2023-04-19 16:54:19
2
mondial.23
499P :
engine Ferrari, the best, the legend.
2023-04-19 11:51:46
1
trayvionbrady
HÉLAMB :
Music 🎶
2023-04-18 01:55:27
1
mostwantd69
888 :
broooooooooooooooooooo F50 is my favourite car for sure
2023-04-17 21:12:10
1
sameepp22
sameepp22 :
I have had this on repeat just listening to it! INCREDIBLE 😍
2023-04-16 19:08:13
1
frankye54
Frankye :
bella... ma L' F40... ❤️...
2023-04-18 20:02:06
2
france.libre
Jess :
V12 atmo ça rigole pas. La noblesse du moteur ❤️
2023-04-20 19:26:22
6
user832848678
Apple User866929 :
My 1.1 Ford Fiesta sound better with her big bite on it
2023-04-22 15:43:20
0
julio.casal
JULIO.C :
Eso sí es un coche
2023-04-17 23:14:43
1
gasmiura
gasmiura :
Symphonique.
2023-04-18 22:24:01
1
ita__72
ITA 9 :
Un verdadero dream car...junto al F40
2023-04-18 18:02:18
2
the_jokeyy
the_jokeyy :
all I want of life
2023-04-17 04:13:49
1
trixii302
Trixi302 :
sounds just menacing
2023-04-17 10:06:03
1
offshorerr
offshorerr :
only 349 made!
2023-04-17 21:28:58
1
jms_oncars
Jamie :
Simply joyous
2023-04-16 21:39:57
1
alessioveronese589
alessioveronese589 :
Il mio sogno 🥺
2023-04-21 09:47:36
1
To see more videos from user @mrjww, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV: Kembalinya kamu dan Jungwon ke praja disambut maruah, penuh akan pujian. Semenjak kalian menikah, aura fisik tampak permai. Keluarga besar menyanjung Jungwon lantaran kian gagah, sedangkan kamu kentara ayu. Mereka melepas kerinduan cukup lama di bawah atap kedaton sentra. Manik matamu tanpa sengaja menangkap sekilas bayang familier. Kepalamu mendongak ke arah pintu yang menghubungkan selasar taman ketika diajak berbicara ibu mertua.  “Cari siapa, Nduk?” tanyanya turut menolehkan kepala ke belakang. Kamu tersenyum tipis dan menggeleng pelan. “Tidak cari siapa-siapa, Bu. Tadi seperti ada yang lewat,” balasmu tenang. Ibu mertua menautkan alisnya curiga.  Tangan kanannya meraih bahumu lembut dan mengusap pelan. Ia menuntun duduk di sofa yang jauh dari pintu keluar.  “Masih kelihatan anjing Reksa?”  Matamu membulat kecil mendengarnya. Ada jeda diam sebelum kamu menggelengkan kepala.  Bukan Reksa.  Kamu yakin apa yang terlihat beberapa detik lalu ialah sosok manusia. “Sepertinya kamu kelelahan perjalanan panjang,” kata ibu mertua. Ia memutar badan menghadap Jungwon yang tengah bergurau dengan para sesepuh. “Le, ajak istrimu istirahat. Habis ini aku panggilkan Mbok Srini untuk mijit (Y/N),” lanjutnya. Jungwon berdiri seraya menguraikan kaitan kancing di pergelangan tangan. “Minta disiapkan minyak saja, Bu. Biar istriku aku yang pijat sendiri.” Ekspresi wajah orang-orang mulai bertingkah. Beberapa godaan dan seruan cengir membuatmu malu. Wajahmu menunduk, menutupi sipu. “Panjenengan ini seperti tidak pernah muda saja,” celus Jungwon yang mengundang gelak tawa sekitar, terutama kaum adam. Mereka kian menambah sorak goda ketika Jungwon mengajakmu pergi ke kamar dengan menempatkan lengan kirinya di pinggang sepanjang perjalanan.  “Mas,” panggilmu kala Jungwon kembali ke kamar. Pria itu membawa piring kecil yang memuat minyak aromaterapi racikan Mbok Srini. Wangi yang khas sontak menyebar di sekeliling ruangan. “Dalem, Sayang,” sahut Jungwon menutup pintu dan berjalan menghampirimu. Ia meletakkan piring di nakas, tanpa sadar bahwasanya wajahmu berubah merah. Kamu sampai lupa hendak mengutarakan apa ketika Jungwon secara jelas memanggil kata sayang untuk pertama kalinya. Jemarimu meremas sprei kasur akibat debar jantung yang berantakan. “Kenapa bajunya belum dilepas? Nanti kotor,” ujar Jungwon meraih kancing kemejamu sepihak dan menguraikannya cepat tanpa meminta persetujuan.  “I-iya, Mas… sebentar-“ “Saya saja.” Jungwon terus meluruhkan kaitan dari atas sampai bawah. Tangannya bergerak lembut mengarahkanmu tidur telungkup guna memudahkannya melakukan jamah pijat. Matamu memejam pelan ketika Jungwon mendaratkan telapak tangan di pundak. Ia menyisir halus mengurut turun dengan gerakan memutar nan lamban. Kadangkala ibu jarinya menekan titik-titik ketegangan agar memudar kendur. “Jangan lama-lama, Mas. Nanti Mas Jungwon lelah,” gumammu menggenggam tangan kiri Jungwon ketika ia memijit sela-sela jari. Jungwon berdiri sejenak mendekatkan paras. Ia mengecup bibirmu pelan dari samping tanpa melepas genggaman. Tangan kanannya yang bergerak bebas berubah arah meriba raga.  Matamu terbuka pelan saat sentuhan manis membelai pinggang. Jungwon sempat memulas penuh bujukan dengan deru berat yang sengaja diembuskan depan rupa. Sapuannya jelas beda. “Saya tidak pernah lelah kalau urus istri sendiri. Sekarang balikan badannya. Saya pijat dari atas,” balas Jungwon mencoba mengelabui. Kamu yang tidak bodoh refleks mengulum senyum. Rasa kantuk tadinya sempat menggelayut buyar seketika. Kamu membalikkan badan mengubah posisi tidur menjadi terlentang. Di hadapanmu, Jungwon merangsek maju mengungkung. Kedua tanganmu dikunci di masing-masing sisi kepala. “Boleh saya lanjutkan dengan cara yang lain, (Y/N)?” izinnya menatapmu damba. Kamu tersenyum mengangguk. Usai mendapatkan izin, Jungwon tak menyia-nyiakan kesempatan. Ia menjegal napas dalam kecupan hangat yang berangsur lekat menjadi lumatan sebelum menarikan raga di bawah remangnya lampu kamar. (+(1-3)) #jungwon #pov #enhypen
POV: Kembalinya kamu dan Jungwon ke praja disambut maruah, penuh akan pujian. Semenjak kalian menikah, aura fisik tampak permai. Keluarga besar menyanjung Jungwon lantaran kian gagah, sedangkan kamu kentara ayu. Mereka melepas kerinduan cukup lama di bawah atap kedaton sentra. Manik matamu tanpa sengaja menangkap sekilas bayang familier. Kepalamu mendongak ke arah pintu yang menghubungkan selasar taman ketika diajak berbicara ibu mertua. “Cari siapa, Nduk?” tanyanya turut menolehkan kepala ke belakang. Kamu tersenyum tipis dan menggeleng pelan. “Tidak cari siapa-siapa, Bu. Tadi seperti ada yang lewat,” balasmu tenang. Ibu mertua menautkan alisnya curiga. Tangan kanannya meraih bahumu lembut dan mengusap pelan. Ia menuntun duduk di sofa yang jauh dari pintu keluar. “Masih kelihatan anjing Reksa?” Matamu membulat kecil mendengarnya. Ada jeda diam sebelum kamu menggelengkan kepala. Bukan Reksa. Kamu yakin apa yang terlihat beberapa detik lalu ialah sosok manusia. “Sepertinya kamu kelelahan perjalanan panjang,” kata ibu mertua. Ia memutar badan menghadap Jungwon yang tengah bergurau dengan para sesepuh. “Le, ajak istrimu istirahat. Habis ini aku panggilkan Mbok Srini untuk mijit (Y/N),” lanjutnya. Jungwon berdiri seraya menguraikan kaitan kancing di pergelangan tangan. “Minta disiapkan minyak saja, Bu. Biar istriku aku yang pijat sendiri.” Ekspresi wajah orang-orang mulai bertingkah. Beberapa godaan dan seruan cengir membuatmu malu. Wajahmu menunduk, menutupi sipu. “Panjenengan ini seperti tidak pernah muda saja,” celus Jungwon yang mengundang gelak tawa sekitar, terutama kaum adam. Mereka kian menambah sorak goda ketika Jungwon mengajakmu pergi ke kamar dengan menempatkan lengan kirinya di pinggang sepanjang perjalanan. “Mas,” panggilmu kala Jungwon kembali ke kamar. Pria itu membawa piring kecil yang memuat minyak aromaterapi racikan Mbok Srini. Wangi yang khas sontak menyebar di sekeliling ruangan. “Dalem, Sayang,” sahut Jungwon menutup pintu dan berjalan menghampirimu. Ia meletakkan piring di nakas, tanpa sadar bahwasanya wajahmu berubah merah. Kamu sampai lupa hendak mengutarakan apa ketika Jungwon secara jelas memanggil kata sayang untuk pertama kalinya. Jemarimu meremas sprei kasur akibat debar jantung yang berantakan. “Kenapa bajunya belum dilepas? Nanti kotor,” ujar Jungwon meraih kancing kemejamu sepihak dan menguraikannya cepat tanpa meminta persetujuan. “I-iya, Mas… sebentar-“ “Saya saja.” Jungwon terus meluruhkan kaitan dari atas sampai bawah. Tangannya bergerak lembut mengarahkanmu tidur telungkup guna memudahkannya melakukan jamah pijat. Matamu memejam pelan ketika Jungwon mendaratkan telapak tangan di pundak. Ia menyisir halus mengurut turun dengan gerakan memutar nan lamban. Kadangkala ibu jarinya menekan titik-titik ketegangan agar memudar kendur. “Jangan lama-lama, Mas. Nanti Mas Jungwon lelah,” gumammu menggenggam tangan kiri Jungwon ketika ia memijit sela-sela jari. Jungwon berdiri sejenak mendekatkan paras. Ia mengecup bibirmu pelan dari samping tanpa melepas genggaman. Tangan kanannya yang bergerak bebas berubah arah meriba raga. Matamu terbuka pelan saat sentuhan manis membelai pinggang. Jungwon sempat memulas penuh bujukan dengan deru berat yang sengaja diembuskan depan rupa. Sapuannya jelas beda. “Saya tidak pernah lelah kalau urus istri sendiri. Sekarang balikan badannya. Saya pijat dari atas,” balas Jungwon mencoba mengelabui. Kamu yang tidak bodoh refleks mengulum senyum. Rasa kantuk tadinya sempat menggelayut buyar seketika. Kamu membalikkan badan mengubah posisi tidur menjadi terlentang. Di hadapanmu, Jungwon merangsek maju mengungkung. Kedua tanganmu dikunci di masing-masing sisi kepala. “Boleh saya lanjutkan dengan cara yang lain, (Y/N)?” izinnya menatapmu damba. Kamu tersenyum mengangguk. Usai mendapatkan izin, Jungwon tak menyia-nyiakan kesempatan. Ia menjegal napas dalam kecupan hangat yang berangsur lekat menjadi lumatan sebelum menarikan raga di bawah remangnya lampu kamar. (+(1-3)) #jungwon #pov #enhypen

About