@mightyyyymouse: This one is a harsh reality you didnt know you needed. This is one of my most recent youtube videos. Link in bio Please make my day and subscribe on #youtube #viral #quotes #foryou #fyp

Mightyyyymouse | Trauma healer
Mightyyyymouse | Trauma healer
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 25 April 2023 23:16:52 GMT
16219
692
16
46

Music

Download

Comments

sandrinhapinto8
Sandrinha💪✨💓😜🌞 :
love ...
2023-04-28 11:51:54
2
kellylynne28
🦋Beautiful Disaster🦋 :
Facts
2023-04-28 07:02:10
2
jendifilippo
JenD83 :
i get this and i married him now we have 3 kids and he won’t give the ex w time or day 🤷‍♀️
2023-04-28 00:32:47
2
dazed233
user5366902968454 :
I’m trying really hard to know my worth!
2023-04-26 04:34:16
2
sabrinaburchh
Sabrinaburchh :
Amen 🙏
2023-04-25 23:54:40
1
haricot_una
Marie :
You mustn't allow🎯Know your worth, yes all of you are better than that🤲🏻🍞
2023-07-15 13:51:57
1
naigermany
NaiGermany :
Why have you not showed up on my fyp. You actually crossed my mind and looked you 🥰up
2023-04-29 20:25:16
1
jhunchelisiya02
Jhun Chelisiya :
🥰🥰That's true
2023-04-26 01:20:14
1
bkjk95
sunshine :
💯👍🫶❤️🥰🍀🙏
2023-05-02 18:08:32
1
fabulousgracia
Gracia :
You are right 💯👌
2023-04-26 22:47:12
1
sherihtigger777
sheri :
Facts ‼️💯
2023-04-25 23:22:52
1
duniana247
na🌻 :
exactly...but too late
2023-04-26 02:57:48
1
nikkitiktok12
nikiitiktok12 :
facts!
2023-04-30 00:40:59
1
janealejandro02
Jane Alejandro :
Amen 🙏
2023-04-26 00:40:55
1
nikki_is_nicole
🩶🖤Nikki🖤🩶 :
♥️
2023-04-26 01:09:30
1
amandasilva32436
Amanda Silva 🇧🇷🌟 :
😁😁
2023-04-25 23:54:20
1
karlienviljoen
netkarlien :
seems you know my ex, you keep on taking about him, I divorced his ass when I saw my worth🥰
2023-04-26 10:53:32
1
To see more videos from user @mightyyyymouse, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV : Acara gabungan itu masih berlangsung dan entah kenapa suasana aula semakin panas meskipun panitia sudah mati-matian membuat berbagai permainan untuk mencairkan suasana.  Murid Persada Emas tetap berkumpul dengan kelompoknya sendiri, begitu juga murid Persada Melati. Rasanya seperti ada garis tak kasat mata yang membelah ruangan menjadi dua kubu besar. “Kita masuk sesi kelompok campuran sekarang!” seru salah satu panitia dari atas panggung. Seketika terdengar keluhan banyak murid dari berbagai arah, tentunya termasuk kamu dan Elsa. “Yah.“ ”Kenapa harus di campur sih?” Keluh salah satu anak dari Persada Melati sambil menyilangkan kedua tangannya. “Fix ini ide guru.” Kamu yang sedang duduk bersama Elsa hanya memutar bola mata. Perasaan tidak enak tiba-tiba muncul ketika panitia mulai membacakan daftar kelompok satu per satu. “Kelompok tujuh, Elsa Pradita dari Persada Emas...” Elsa mengangkat tangan. “Bima Pratama dari Persada Melati.” “Waduh,” gumam Elsa pelan. Beberapa nama lain disebutkan sampai akhirnya— “Kelompok sembilan, Y/N dari Persada Emas...” Kamu langsung menoleh ke arah panggung. “..dan Sunghoon dari Persada Melati.” Aula mendadak terasa terlalu sempit  dan sudah pasti kamu dan Elsa terkejut bukan main. “APA?” bisikmu refleks. Di sisi lain ruangan, teman-teman Sunghoon langsung ribut seperti sekumpulan burung yang baru diberi makan. “WOOOO!” “BRO DAPET BRO!” teriak Jake sambil menepuk-nepuk bahu Sunghoon. “Bilang aja makasih sama semesta!” ucap Baskara sambil tersenyum lebar. Sunghoon yang tadinya duduk santai langsung mendapat pukulan bertubi-tubi di bahu dari Jake dan Baskara. “Gila, keberuntungan lu hari ini gak masuk akal,” kata Jake sambil tertawa. Sunghoon hanya tersenyum tipis, tetapi jelas sekali dia terlihat jauh lebih senang daripada yang seharusnya. Sementara itu kamu justru menutup wajah dengan kedua tangan. “Gue tukeran kelompok bisa gak sih?” gumammu. Elsa menepuk pundakmu dengan wajah prihatin. “Turut berduka.” ucap Elsa sambil tersenyum tipis ke arahmu. ••• Beberapa menit kemudian seluruh kelompok sudah berkumpul di meja masing-masing. Tugas yang diberikan sebenarnya sederhana, setiap kelompok harus membuat konsep acara persahabatan antar sekolah yang nantinya akan dipresentasikan di depan semua peserta. Kamu berjalan menuju meja kelompok sembilan dengan langkah berat dan Sunghoon sudah duduk di sana lebih dulu. Cowok itu bersandar santai di kursinya sambil memainkan pulpen. Begitu melihatmu datang, senyumnya langsung muncul. “Eh, anak Persada Emas.” sapanya sambil memancarkan senyuman manisnya itu padamu. Kamu menarik kursi lalu duduk tepat di hadapannya. ”Eh, anak geng kampret.” jawabmu Sunghoon tertawa kecil. “Gue kira lo bakal nyapa lebih ramah.” ucap Sunghoon “Gue kira lo bakal berubah jadi manusia normal.” ucapmu sengaja di samakan dengan ucapan Sunghoon barusan  “Sayangnya belum.” jawab Sunghoon sambil mencodongkan wajahnya ke depan. Kamu mendecak pelan. Beberapa anggota kelompok lain yang awalnya ingin ikut berdiskusi malah saling melirik karena bisa merasakan aura aneh di antara kalian berdua. Sunghoon selalu menggodamu saat kamu sedang menjelaskan tentang konsep acara persahabatan yang di maksud panitia barusan. Dia memutar-mutar pulpennya di antara jari-jarinya sambil memperhatikan kamu yang sedang menjelaskan ide di kertas kerja kelompok. “Jadi konsepnya kegiatan gabungan akademik sama olahraga. Biar dua sekolah bisa kerja sama tanpa ribut,” jelasmu sambil menulis beberapa poin. “Hm.” gumam Sunghoon “Hm apaan?” tanyamu kesal. “Hm, pinter juga.” jawabnya sambil tersenyum tipis. Kamu langsung menatapnya datar.  “Gue emang pinter.” jawabmu tanpa menatap Sunghoon. Sunghoon tertawa kecil karena jujur saja dia benar-benar gemas melihat tingkah lakumu dari tadi yang tak henti gemasnya menurut Sunghoon. Baru beberapa menit dan poin yang kamu tulis hampir selalu. Panitia malah mengumumkan bahwa waktu habis dan terpaksa menyuruh kalian mengerjakannya di rumah bersama anggota kelompok. (lanjut di sl) #sunghoon #pov #enhypenpov
POV : Acara gabungan itu masih berlangsung dan entah kenapa suasana aula semakin panas meskipun panitia sudah mati-matian membuat berbagai permainan untuk mencairkan suasana. Murid Persada Emas tetap berkumpul dengan kelompoknya sendiri, begitu juga murid Persada Melati. Rasanya seperti ada garis tak kasat mata yang membelah ruangan menjadi dua kubu besar. “Kita masuk sesi kelompok campuran sekarang!” seru salah satu panitia dari atas panggung. Seketika terdengar keluhan banyak murid dari berbagai arah, tentunya termasuk kamu dan Elsa. “Yah.“ ”Kenapa harus di campur sih?” Keluh salah satu anak dari Persada Melati sambil menyilangkan kedua tangannya. “Fix ini ide guru.” Kamu yang sedang duduk bersama Elsa hanya memutar bola mata. Perasaan tidak enak tiba-tiba muncul ketika panitia mulai membacakan daftar kelompok satu per satu. “Kelompok tujuh, Elsa Pradita dari Persada Emas...” Elsa mengangkat tangan. “Bima Pratama dari Persada Melati.” “Waduh,” gumam Elsa pelan. Beberapa nama lain disebutkan sampai akhirnya— “Kelompok sembilan, Y/N dari Persada Emas...” Kamu langsung menoleh ke arah panggung. “..dan Sunghoon dari Persada Melati.” Aula mendadak terasa terlalu sempit dan sudah pasti kamu dan Elsa terkejut bukan main. “APA?” bisikmu refleks. Di sisi lain ruangan, teman-teman Sunghoon langsung ribut seperti sekumpulan burung yang baru diberi makan. “WOOOO!” “BRO DAPET BRO!” teriak Jake sambil menepuk-nepuk bahu Sunghoon. “Bilang aja makasih sama semesta!” ucap Baskara sambil tersenyum lebar. Sunghoon yang tadinya duduk santai langsung mendapat pukulan bertubi-tubi di bahu dari Jake dan Baskara. “Gila, keberuntungan lu hari ini gak masuk akal,” kata Jake sambil tertawa. Sunghoon hanya tersenyum tipis, tetapi jelas sekali dia terlihat jauh lebih senang daripada yang seharusnya. Sementara itu kamu justru menutup wajah dengan kedua tangan. “Gue tukeran kelompok bisa gak sih?” gumammu. Elsa menepuk pundakmu dengan wajah prihatin. “Turut berduka.” ucap Elsa sambil tersenyum tipis ke arahmu. ••• Beberapa menit kemudian seluruh kelompok sudah berkumpul di meja masing-masing. Tugas yang diberikan sebenarnya sederhana, setiap kelompok harus membuat konsep acara persahabatan antar sekolah yang nantinya akan dipresentasikan di depan semua peserta. Kamu berjalan menuju meja kelompok sembilan dengan langkah berat dan Sunghoon sudah duduk di sana lebih dulu. Cowok itu bersandar santai di kursinya sambil memainkan pulpen. Begitu melihatmu datang, senyumnya langsung muncul. “Eh, anak Persada Emas.” sapanya sambil memancarkan senyuman manisnya itu padamu. Kamu menarik kursi lalu duduk tepat di hadapannya. ”Eh, anak geng kampret.” jawabmu Sunghoon tertawa kecil. “Gue kira lo bakal nyapa lebih ramah.” ucap Sunghoon “Gue kira lo bakal berubah jadi manusia normal.” ucapmu sengaja di samakan dengan ucapan Sunghoon barusan “Sayangnya belum.” jawab Sunghoon sambil mencodongkan wajahnya ke depan. Kamu mendecak pelan. Beberapa anggota kelompok lain yang awalnya ingin ikut berdiskusi malah saling melirik karena bisa merasakan aura aneh di antara kalian berdua. Sunghoon selalu menggodamu saat kamu sedang menjelaskan tentang konsep acara persahabatan yang di maksud panitia barusan. Dia memutar-mutar pulpennya di antara jari-jarinya sambil memperhatikan kamu yang sedang menjelaskan ide di kertas kerja kelompok. “Jadi konsepnya kegiatan gabungan akademik sama olahraga. Biar dua sekolah bisa kerja sama tanpa ribut,” jelasmu sambil menulis beberapa poin. “Hm.” gumam Sunghoon “Hm apaan?” tanyamu kesal. “Hm, pinter juga.” jawabnya sambil tersenyum tipis. Kamu langsung menatapnya datar. “Gue emang pinter.” jawabmu tanpa menatap Sunghoon. Sunghoon tertawa kecil karena jujur saja dia benar-benar gemas melihat tingkah lakumu dari tadi yang tak henti gemasnya menurut Sunghoon. Baru beberapa menit dan poin yang kamu tulis hampir selalu. Panitia malah mengumumkan bahwa waktu habis dan terpaksa menyuruh kalian mengerjakannya di rumah bersama anggota kelompok. (lanjut di sl) #sunghoon #pov #enhypenpov

About