@tinayoshile: Im not wrong for this 🤭 #vietcomedy #vietnamesegirl #vietpickupline #vietrizz #blondeasians #blondehair

Tina Yoshi
Tina Yoshi
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 09 May 2023 04:54:37 GMT
340723
13870
437
1977

Music

Download

Comments

mikedev8
Mikedev8 :
Em bu cu ne… did it work?
2023-05-09 20:23:17
6
michaelmejia3196
Michael Mejia319 :
Yup I got slapped! Thank you for the advice
2023-06-16 01:04:39
65
ayooslimee
Mrunknownnnnm :
Lemme use google translate
2023-07-04 17:00:03
12
natevlog1
Nathan Jensen :
I’m here in Hanoi and it worked 😉
2023-05-26 15:38:50
55
iggjsghsh
Ustoopid :
I got laughed at, then she called over her friends and they all laughed at me
2023-05-10 08:59:39
5
capojaxice
Jacks :
Just have money lol
2023-06-21 21:42:14
6
godsfury
Xeno :
An u em!!
2023-05-10 10:19:45
3
user570529696361
hot sandwiches :
It means I love you lol
2023-06-13 09:15:20
7
daddyallymommy
D.A.M :
Need the fish sauce and done
2023-05-10 02:30:04
5
xaltdisneyx
Alt Disney :
BRB, going to Cafe Lu.
2023-05-09 15:22:58
9
cttapia01
Cesar Tapia :
Just buy her boba
2023-06-13 16:34:02
6
beans1405
beans1405 :
Some of you don’t know Vietnamese and it shows😅
2023-06-28 18:08:00
10
thatstitoo
Titoo :
Step 1- Find a Vietnam girl 📝
2023-05-10 23:55:35
12
locksmith616
Hpb_kidd616 :
Ahhhhh duuu bu ku is crazy 😂
2023-05-09 15:16:48
6
ryho99
Ryan holmes :
what about tôi muốn bạn
2023-05-10 11:24:20
3
rudes3000
rud :
i got block
2023-05-11 16:49:43
3
user637680146
Zak :
You are really funny.
2023-10-14 03:20:14
5
jiffyraves
KIMBOP :
😂😂 Ahh duu
2023-05-09 21:58:29
2
bella_dao
Chris L :
or just say I have a bag
2023-05-09 12:38:13
2
mikestar26
Michael Nguyen :
Ah duuuuu
2023-05-10 21:10:52
1
chrisbaker2873
Chris Baker :
Why would I tell her I’m old?
2023-05-12 00:28:06
2
ahhsweetrelief
Sad apple T :
What does it rlly mean
2023-07-26 21:14:17
1
slick636
Slick636 :
Feels like a trap
2023-05-10 00:05:13
4
To see more videos from user @tinayoshile, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About