bayy :
Bapak, Ibu… maafkan anakmu ini yang sering kali membuat hati Bapak dan Ibu terasa perih. Mungkin sampai hari ini aku belum bisa menjadi anak yang sempurna, belum bisa membahagiakan seperti yang Bapak dan Ibu harapkan, bahkan sering kali hanya memberi beban dan kekhawatiran di pikiran kalian.
Aku tahu, tetesan keringat yang menetes di dahi Bapak, serta doa-doa yang selalu terucap di bibir Ibu, semuanya hanya untuk kebaikan dan masa depanku. Namun kadang rasanya hatiku terasa sangat berat, melihat usia Bapak dan Ibu yang mulai bertambah, tenaga yang perlahan menyusut, sedangkan aku masih saja terasa jauh dari kata mampu untuk membalas sedikit pun segala pengorbanan yang tak terhitung jumlahnya itu.
Sering kali aku diam dan menyimpan banyak rasa sedih ini sendiri. Sedih karena merasa gagal, sedih karena takut tak bisa membahagiakan kalian selagi masih ada kesempatan, sedih melihat lelah yang berusaha kalian sembunyikan hanya agar aku tidak merasa khawatir. Setiap kali aku melihat wajah kalian yang mulai dipenuhi keriput dan rambut yang mulai memutih, hatiku terasa teriris sangat dalam. Rasanya ingin menangis, karena sadar betapa besarnya jasa yang telah kalian berikan, namun betapa kecilnya apa yang bisa aku berikan sebagai gantinya.
Bapak, Ibu… jika nanti ada kata atau sikapku yang kurang berkenan, jika ada hal yang belum aku capai sesuai harapan kalian, tolong maafkan aku sepenuhnya. Aku hanya manusia biasa yang sedang berusaha, meski kadang terasa lambat dan penuh rintangan. Satu hal yang tak akan pernah berubah: betapa besarnya rasa sayang, hormat, dan terima kasihku kepada kalian berdua. Kalian adalah segalanya bagiku, dan doaku tak akan pernah berhenti semoga Bapak dan Ibu selalu diberikan kesehatan, ketenangan, dan kebahagiaan yang tulus, setimpal dengan segala pengorbanan yang telah kalian berikan selama ini.😔😔🙂🙂🙂🙂
2026-06-17 08:56:16