@rajnibipan: Aisa kyun hota hai yaar🥺🥺🥺💔#rajnibipan #sonimotivation #rajnisoniitaly #rajnisoniquotes #rajnisoni #foryou #foryoupage #viralvideo #fypシ #EduTok #trending

Rajni Soni🧿
Rajni Soni🧿
Open In TikTok:
Region: IT
Saturday 03 June 2023 11:21:22 GMT
2553196
193262
1340
29272

Music

Download

Comments

fizach188
Fiza ch 188 :
Excatly. so true. & its bd reallity. 🍂🍂💔😑😑
2023-06-19 16:42:18
26
sekh810
💐💐❤️🤝 :
wow super nice video ❤️❤️❤️❤️🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻
2023-06-08 03:02:50
5
shivagharti13
gharti<♡ :
really 😔💔,
2023-06-19 03:53:25
6
niruparja1
MR JuNgeY 🫣🖤 :
Aww😳😳
2023-06-13 16:50:59
15
puspakharel5
Puspa kharel :
Aisha kye hota hey🤔🤔🤔😰😰😰🙏
2023-06-06 14:46:49
5
mama62467
Mira🦋 :
right
2023-07-02 15:27:07
9
maikaru2004
マイカル🇯🇵🇳🇵 :
agree 💯👍
2023-06-12 05:36:32
19
monika.chettri1
Monika :
really 😭
2023-06-06 16:34:40
18
sabi_malla75
रानिसाहेबा🧿 _👸🏻🇳🇵 :
true 🥺🥺
2023-06-05 15:01:43
10
itsmebarsha224
meena bayalkoti :
wow mani xoyo🥰🥰🥰🥰
2023-06-11 12:02:28
20
mangalraj313
Surya Banshi :
Super Video sir
2023-06-11 02:55:09
13
flowerfire0
♥️🫀 :
🥺 right 👍
2023-07-02 15:26:31
7
bimala_bhattarai763
🦋Bimlu❤️🫶🏻😘 :
touching😥
2023-06-13 16:49:43
15
azizarehman2
user7729089499994 :
Right 💔
2023-06-13 06:13:58
12
welcometoheaven2026
welcometoheaven2026 :
true🥺🥺🥺
2023-06-10 05:10:12
15
user7443690977529
ali :
its true in real life
2023-06-07 17:44:26
13
jefkehri
jefkehri :
so true
2023-06-18 23:29:36
13
ferozabkhan
fpillay47🇿🇦 :
🥺so painfully true.
2023-06-11 18:12:32
16
mr.stayclose
Blue_Sky :
part of life🥺
2023-06-20 19:22:19
15
syedzadi3233
Murshad zadi 313 🇵🇰🇳🇿 :
Ryt 😥
2023-06-13 15:52:28
22
manishghimire433
manish ghimire :
touching heart 💕
2023-06-12 19:23:17
20
lawyer_rabinashahi89
Lawyer_RabinaShahi89 :
right🥺🥺🥺
2023-06-11 17:31:00
4
artsindoha
artist :
So true🥺🥺😪🥺😥
2023-06-10 07:37:46
4
abidahmed3483
Abid Ahmed :
wow
2023-06-11 09:48:58
4
binodkhadkaaa
Binod khadka :
kasamse true yaarrrrrr
2023-07-06 18:11:04
3
To see more videos from user @rajnibipan, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Part2|| Sudah satu bulan berlalu. Selama satu bulan itu Jay hampir tidak pernah benar-benar pulang. Pagi bekerja. Malam mencari. Setiap sudut kota telah ia datangi. Bahkan kota-kota tetangga pun sudah ia datangi. Namun hasilnya selalu sama. Nihil. Ia bahkan meminta bantuan relasi bisnis, teman-teman lama, hingga kenalan di berbagai daerah. “Hanya satu orang, Tolong cari istriku.” Namun Tak ada satu pun kabar tentangmu. Seolah kamu benar-benar menghilang dari dunia. ⸻ Siang itu Mobil Jay kembali berhenti di depan rumah orang tuamu. Sudah entah keberapa kalinya ia datang. Begitu pintu terbuka Jay langsung bertanya, “Om, Y/n ada di sini, kan?” Ayahmu hanya menghela napas. “Jay, Udah berapa kali Om bilang, Y/n gak ada di sini.” Jay menggeleng pelan. Seolah tidak percaya. “Maaf, Om.” Tanpa menunggu izin, ia melangkah masuk ke dalam rumah. Satu per satu ruangan ia periksa. Ruang tamu. Dapur. Halaman belakang. Bahkan kamar lamamu. Kosong. Lemari yang dulu penuh pakaianmu kini hanya menyisakan beberapa boneka masa kecil. Jay berdiri lama di ambang pintu kamar itu. Hening. Benar Kamu memang sudah pergi. Ayahmu menghampiri dari belakang. “Jay, Harusnya kamu senang, kan?” Jay menoleh perlahan. “Akhirnya, Y/n berhenti mengejar kamu.” Kalimat itu membuat dada Jay terasa sesak. Ia menundukkan kepala. “Enggak, Om.” Suaranya lirih. “Aku harus bawa dia pulang.” Ayahmu menatapnya beberapa saat. “Lantas, Apa yang kamu lakukan sampai anak Om memilih pergi tanpa memberi kabar?” Jay membisu. Bibirnya terbuka. Namun tak ada satu kata pun yang keluar. Bagaimana mungkin ia menjelaskan Bahwa selama satu tahun ia membiarkanmu menangis sendirian. Membiarkanmu tidur sendiri. Membiarkanmu berharap pada seseorang yang bahkan tak pernah berusaha membalas harapan itu. Melihat Jay yang hanya terdiam Ayahmu perlahan mendekat. “Jay, Apa kamu mencintai putriku?” Jay menutup matanya. Pertanyaan itu sederhana. Namun justru paling sulit dijawab. Dulu Ia selalu yakin jawabannya adalah tidak. Namun sekarang Setiap pagi ia mencari bayanganmu. Setiap malam ia berharap mendengar suaramu. Setiap pulang Yang pertama ia cari adalah kamu. Perlahan Jay mengangguk. “Iya, Om, Aku mencintai Y/n.” Untuk pertama kalinya Ia mengucapkannya dengan lantang. Bukan kepada dirimu. Melainkan kepada ayahmu. Ayahmu tersenyum tipis. “Saya gak akan menghalangi kamu, Tapi,” Beliau menatap mata Jay dalam-dalam. “Semua keputusan tetap ada di tangan putriku, Kalau memang kamu mencintainya, Perjuangkan, Tapi kalau suatu hari nanti, kamu mengecewakannya lagi.” Sorot mata ayahmu berubah tegas. “Om sendiri yang akan menghalangi langkahmu.” Jay langsung menggenggam kedua tangan ayahmu. “Om, Aku janji, Aku gak akan nyakitin dia lagi, Kalau begitu, Tolong kasih tahu aku, Y/n di mana?” Ayahmu mengembuskan napas panjang. Tatapannya ikut melemah. “Kalau Om tahu, Om sendiri yang akan nyusul dia.” Jay perlahan melepaskan genggamannya. “Om juga kehilangan putri Om, Tapi,” Ayahmu menepuk bahunya pelan. “Jay, Kamu juga harus mikirin diri kamu.” Jay mengernyit. “Lihat wajah kamu, Kurus, Janggut mulai tumbuh,!Mata kamu cekung, Kalau suatu hari nanti kamu benar-benar ketemu Y/N Menurut kamu, dia bakal senang lihat suaminya jadi seperti ini?” Jay hanya tersenyum pahit. Selama satu bulan terakhir Ia memang hanya tidur beberapa jam. Makan pun sering terlupa. Baginya Mencarimu jauh lebih penting daripada mengurus dirinya sendiri. ⸻ Jay akhirnya pamit Begitu masuk ke mobil Ponselnya berdering. Nadia. Ia menatap nama itu beberapa detik. Lalu mengangkat panggilan. “Halo.” “Jay?” Suara Nadia terdengar jauh lebih tenang dibanding terakhir kali mereka bertemu. “Kamu udah nemuin Y/n?” Jay memejamkan mata. “Belum.” Di seberang sana terdengar embusan napas pelan. “Aku sebenarnya mau ngabarin sesuatu.” “Apa?” “Aku, akan menikah.” Jay terdiam sesaat. Namun kemudian tersenyum tulus. “Selamat, Semoga kamu bahagia.” Nadia ikut tersenyum. “Terima kasih, Kalau nanti kamu udah ketemu Y/N, Tolong sampaikan permintaan maafku.” {lanjut di saluran} #jay #parkjongseong #enhypen #fyp
Part2|| Sudah satu bulan berlalu. Selama satu bulan itu Jay hampir tidak pernah benar-benar pulang. Pagi bekerja. Malam mencari. Setiap sudut kota telah ia datangi. Bahkan kota-kota tetangga pun sudah ia datangi. Namun hasilnya selalu sama. Nihil. Ia bahkan meminta bantuan relasi bisnis, teman-teman lama, hingga kenalan di berbagai daerah. “Hanya satu orang, Tolong cari istriku.” Namun Tak ada satu pun kabar tentangmu. Seolah kamu benar-benar menghilang dari dunia. ⸻ Siang itu Mobil Jay kembali berhenti di depan rumah orang tuamu. Sudah entah keberapa kalinya ia datang. Begitu pintu terbuka Jay langsung bertanya, “Om, Y/n ada di sini, kan?” Ayahmu hanya menghela napas. “Jay, Udah berapa kali Om bilang, Y/n gak ada di sini.” Jay menggeleng pelan. Seolah tidak percaya. “Maaf, Om.” Tanpa menunggu izin, ia melangkah masuk ke dalam rumah. Satu per satu ruangan ia periksa. Ruang tamu. Dapur. Halaman belakang. Bahkan kamar lamamu. Kosong. Lemari yang dulu penuh pakaianmu kini hanya menyisakan beberapa boneka masa kecil. Jay berdiri lama di ambang pintu kamar itu. Hening. Benar Kamu memang sudah pergi. Ayahmu menghampiri dari belakang. “Jay, Harusnya kamu senang, kan?” Jay menoleh perlahan. “Akhirnya, Y/n berhenti mengejar kamu.” Kalimat itu membuat dada Jay terasa sesak. Ia menundukkan kepala. “Enggak, Om.” Suaranya lirih. “Aku harus bawa dia pulang.” Ayahmu menatapnya beberapa saat. “Lantas, Apa yang kamu lakukan sampai anak Om memilih pergi tanpa memberi kabar?” Jay membisu. Bibirnya terbuka. Namun tak ada satu kata pun yang keluar. Bagaimana mungkin ia menjelaskan Bahwa selama satu tahun ia membiarkanmu menangis sendirian. Membiarkanmu tidur sendiri. Membiarkanmu berharap pada seseorang yang bahkan tak pernah berusaha membalas harapan itu. Melihat Jay yang hanya terdiam Ayahmu perlahan mendekat. “Jay, Apa kamu mencintai putriku?” Jay menutup matanya. Pertanyaan itu sederhana. Namun justru paling sulit dijawab. Dulu Ia selalu yakin jawabannya adalah tidak. Namun sekarang Setiap pagi ia mencari bayanganmu. Setiap malam ia berharap mendengar suaramu. Setiap pulang Yang pertama ia cari adalah kamu. Perlahan Jay mengangguk. “Iya, Om, Aku mencintai Y/n.” Untuk pertama kalinya Ia mengucapkannya dengan lantang. Bukan kepada dirimu. Melainkan kepada ayahmu. Ayahmu tersenyum tipis. “Saya gak akan menghalangi kamu, Tapi,” Beliau menatap mata Jay dalam-dalam. “Semua keputusan tetap ada di tangan putriku, Kalau memang kamu mencintainya, Perjuangkan, Tapi kalau suatu hari nanti, kamu mengecewakannya lagi.” Sorot mata ayahmu berubah tegas. “Om sendiri yang akan menghalangi langkahmu.” Jay langsung menggenggam kedua tangan ayahmu. “Om, Aku janji, Aku gak akan nyakitin dia lagi, Kalau begitu, Tolong kasih tahu aku, Y/n di mana?” Ayahmu mengembuskan napas panjang. Tatapannya ikut melemah. “Kalau Om tahu, Om sendiri yang akan nyusul dia.” Jay perlahan melepaskan genggamannya. “Om juga kehilangan putri Om, Tapi,” Ayahmu menepuk bahunya pelan. “Jay, Kamu juga harus mikirin diri kamu.” Jay mengernyit. “Lihat wajah kamu, Kurus, Janggut mulai tumbuh,!Mata kamu cekung, Kalau suatu hari nanti kamu benar-benar ketemu Y/N Menurut kamu, dia bakal senang lihat suaminya jadi seperti ini?” Jay hanya tersenyum pahit. Selama satu bulan terakhir Ia memang hanya tidur beberapa jam. Makan pun sering terlupa. Baginya Mencarimu jauh lebih penting daripada mengurus dirinya sendiri. ⸻ Jay akhirnya pamit Begitu masuk ke mobil Ponselnya berdering. Nadia. Ia menatap nama itu beberapa detik. Lalu mengangkat panggilan. “Halo.” “Jay?” Suara Nadia terdengar jauh lebih tenang dibanding terakhir kali mereka bertemu. “Kamu udah nemuin Y/n?” Jay memejamkan mata. “Belum.” Di seberang sana terdengar embusan napas pelan. “Aku sebenarnya mau ngabarin sesuatu.” “Apa?” “Aku, akan menikah.” Jay terdiam sesaat. Namun kemudian tersenyum tulus. “Selamat, Semoga kamu bahagia.” Nadia ikut tersenyum. “Terima kasih, Kalau nanti kamu udah ketemu Y/N, Tolong sampaikan permintaan maafku.” {lanjut di saluran} #jay #parkjongseong #enhypen #fyp

About