@1700hund: Replying to @Just call me that guy help me out gangy🥹 @DKTHEMENACE

DKTHEMENACE
DKTHEMENACE
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 25 June 2023 22:56:53 GMT
140407
4217
22
17

Music

Download

Comments

ixmkd
IxmKd :
Brodie at gun point 😂😂
2023-06-25 23:05:05
53
k3_the.biggest
K3🩸🥊 :
thanks
2025-12-06 18:14:59
0
24hourswky
Team dora❤️ :
How old is your brother?8759
2023-07-18 04:37:35
4
isolatedjayyy_
isolatedjayyy_ :
You need to stream way more you and nazeer are some of the funniest people
2023-06-25 23:20:31
1
miah._editz1
miah._editz1 :
Bro is not ok😭
2023-06-26 08:38:07
7
sp5der_ali
🕸️Wockstarzz🕸️ :
blink 3 times if you need help
2023-08-05 21:25:13
1
tk2janky
tk2janky :
*GULP *
2023-06-26 03:11:39
2
monkeydluffykinggear5
Luffy :
What’s your YouTube
2023-08-14 21:21:57
1
ryeae1zsecretwin2
ryeae1zsecretwin2 :
bro mentioned the same thing 30 times💀
2023-06-25 23:01:53
0
urboijaime532
Jaimedejes2209 :
Sum1 help bro😭
2023-06-25 23:16:40
0
yolosololol_
jordyn mulan :
The GULP is crazy
2023-07-25 06:12:31
0
m3havinnn
𝐊 𝐀 𝐈🧙🏾‍♂️ :
goat respond?
2023-06-26 03:16:02
0
brianxax3vk
Breeee🔥😮‍💨 :
Yeah x100
2023-06-26 05:09:02
0
kohl_gunn
Kgunn13 :
4th
2023-06-25 23:02:33
0
sslimeyk__
sslimeyk__ :
😂
2023-06-25 23:17:03
0
shakeahnih
⃟ :
R in
2023-07-03 19:56:52
0
jaylaaa._.1
Jay’La🦧 :
5th and I did ❤️
2023-06-25 23:01:15
0
k3_the.biggest
K3🩸🥊 :
bye
2025-12-06 18:14:52
0
To see more videos from user @1700hund, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak di sudut kamar, aku mau jujur melepaskan beban batin yang menghimpit jiwaku badanku hancur total karena banting tulang kerja lembur siang malam demi mencukupi kebutuhan istri, sampai akhirnya aku terserang hipertensi parah yang berujung pada gagal ginjal. Tapi kepahitan itu belum ada apa-apanya dibanding kenyataan keji saat aku butuh didampingi: giliran diajak nemenin aku kontrol rutin ke rumah sakit, istriku malah menolak mentah-mentah dan justru minta izin untuk menikah lagi hanya karena aku sudah tidak bisa bekerja mencari uang lagi! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir,  “Ah, paling cuma capek habis lembur cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan tanpa henti, menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita,  ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang.  Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak di sudut kamar, aku mau jujur melepaskan beban batin yang menghimpit jiwaku badanku hancur total karena banting tulang kerja lembur siang malam demi mencukupi kebutuhan istri, sampai akhirnya aku terserang hipertensi parah yang berujung pada gagal ginjal. Tapi kepahitan itu belum ada apa-apanya dibanding kenyataan keji saat aku butuh didampingi: giliran diajak nemenin aku kontrol rutin ke rumah sakit, istriku malah menolak mentah-mentah dan justru minta izin untuk menikah lagi hanya karena aku sudah tidak bisa bekerja mencari uang lagi! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis lembur cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan tanpa henti, menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Bapak mengalami Hipertensi Kritis yang merusak pembuluh darah secara drastis hingga memicu Gagal Ginjal Kronis! Fungsi ginjal sudah menurun drastis dan butuh cuci darah rutin seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku berubah jadi penjara penderitaan: raga hancur lebur harus cuci darah, tabungan ludes tak bersisa, tidak bisa lagi mencari nafkah untuk keluarga, dan sebagai puncak dari segala kepedihan, istri yang kubanting tulangi siang malam justru tega mencampakkan dan meminta cerai untuk menikah lagi di saat aku paling lemah. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu aku begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik kerja keras, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang gagal ginjal, tapi masa depan, keutuhan rumah tangga, dan hati kita ikut dihancurkan tak bersisa oleh orang yang paling kita percaya. #viral #fyp #hipertensi #darahtinggi #tekanandarahtinggi

About