@shaxati___: @uss.2507 adlı kullanıcıya cevap veriliyor #🤣🤣 #shaxati18 #foryou #kaşfet

Shaxati
Shaxati
Open In TikTok:
Region: TR
Tuesday 18 July 2023 03:44:15 GMT
45651
1250
17
9

Music

Download

Comments

amur77770
amur77770 :
jonizdan siz 🥰🥰😂😂
2023-08-04 16:52:13
0
khoshimov66
Хошимов :
Агар бу дунеда эркак киши бумаганда амиздан лола усиб чикади
2023-07-22 15:13:03
3
ulugmurod4
Ulugmurod 1992 :
meni lichkamga yozvoring gapim bor
2023-07-18 09:44:49
2
ilhomjonov459
Ilhomjonov20080917 :
😅😅🥰🥰🥰🥰🥰
2023-07-23 04:42:03
2
jalolllv
jalolllv :
😂😂😂😂
2023-07-23 08:13:52
1
akahon7007
SIROJIDDIN :
ERKELARNI QOLIDAN KELATTA SIZGA YAXWIKI QILISH,SHU UCHUN QIZLA TOHTAMAGAN YORDAMGA 😁
2023-07-23 15:06:34
1
user4399339201581
Ясина :
😂😂😂😂😂😂
2023-07-24 04:38:58
1
dilshoduzb68
Dilshod 26 0709$@huliganistan. :
kotcha qichiyabeimi
2023-07-18 04:34:45
1
sanjar4362
Sanjar :
voy jon973828335
2024-09-30 07:00:04
0
muhik_89
muhik_89 :
4 в 1 😂
2024-01-10 10:38:25
0
normurodov08
normurodov :
erkaklar boʻlmaganda koʻchada xoru zor boʻlish u yogʻda tursin Sin yaralmagan ham boʻlarding
2023-09-23 15:37:22
0
obidjon0193
Obidjon💪💪💪 :
O‘vvv xxxx😁😂
2023-09-21 18:22:38
0
akooshuzb
AkooshUZB :
erkaklar bo'lmaganda senxam bo'lmasding jinni
2023-09-12 07:49:42
0
user2471613095840
Navruz_07 :
😂😂😂😂
2023-08-31 04:04:45
0
user7602946933840
user7602946933840 :
siz bn qanaq qib aloqaga chiqsak buladi
2023-08-30 12:45:48
0
umid.usmonov5
Umid Usmonov :
yordamiga bitta bitta berdizmi
2023-08-11 07:27:16
0
begzodrasulov58
bek :
😂😂🥰
2023-07-25 12:32:58
0
To see more videos from user @shaxati___, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dalam kajian dan pemaparan neurosains Islami oleh dr. Aisah Dahlan, CHt., CM.NLP, rentang usia 45 hingga 50 tahun merupakan fase transisi biologis, psikologis, dan spiritual yang sangat signifikan bagi pasangan suami istri. ​Pada fase ini, perubahan hormon serta dinamika keluarga yang memuncak kerap menimbulkan tantangan khas dalam rumah tangga. ​1. Perubahan Hormonal & Neurologis ​Istri (Menjelang / Menghadapi Menopause):  ​Penurunan hormon estrogen memicu gejala fisik seperti hot flashes (rasa panas mendadak), tubuh mudah lelah, dan perubahan suasana hati (mood swings). ​Secara neurosains, penurunan estrogen membuat area otak pengatur emosi lebih sensitif. Hal ini sering kali menyebabkan istri menjadi lebih cepat cemas, sensitif, atau merasa kurang percaya diri dengan bentuk tubuhnya. ​Suami (Andropause):  ​Penurunan hormon testosteron terjadi secara bertahap. ​Penurunan ini dapat mengurangi stamina, mempengaruhi dorongan seksual, serta terkadang memicu penurunan rasa percaya diri pada pria. ​2. Fenomena Empty Nest Syndrome & Fase Krisis Paruh Baya ​Anak-Anak Mulai Dewasa dan Mandiri:  ​Pada usia ini, anak-anak umumnya sudah mulai berkuliah, bekerja, atau menikah. ​Suasana rumah yang tadinya ramai perlahan berubah menjadi sepi. Jika selama ini komunikasi suami istri hanya berpusat pada urusan pengasuhan anak, berkurangnya keberadaan anak dapat memunculkan rasa canggung atau jarak emosional di antara keduanya. ​Pencarian Makna Hidup (Midlife Crisis):  ​Suami atau istri sering kali mulai mengevaluasi pencapaian hidup, karier, dan sisa usia. Jika tidak dikomunikasikan dengan baik, fase pencarian makna ini bisa memicu kejenuhan terhadap rutinitas pernikahan. ​3. Perbedaan Karakter Komunikasi Otak Pria & Wanita ​dr. Aisah Dahlan sering menekankan perbedaan struktur otak antara pria dan wanita yang tetap berdampak pada fase usia ini: ​Susunan Saraf Otak (Corpus Callosum): Otak wanita memiliki sambungan antar-belahan yang lebih tebal, sehingga wanita memproses emosi dan kata-kata dengan jauh lebih detail. Saat menghadapi perubahan emosi di usia 45–50 tahun, istri sangat membutuhkan apresiasi verbal dan penerimaan emosional. ​Kebutuhan Dasar Pria: Otak pria sangat peka terhadap rasa dihargai dan diakui posisinya sebagai pemimpin rumah tangga. Tantangan fisik atau karier di usia paruh baya membuat suami sangat membutuhkan dukungan serta rasa hormat dari istri. ​Solusi & Pendekatan Menurut Kajian dr. Aisah Dahlan ​Saling Memahami Perubahan Biologis: Menyadari bahwa perubahan emosi atau fisik pasangan adalah proses alami tubuh (faktor hormonal), bukan semata-mata bentuk pengurangan rasa sayang. ​Memperbarui Komunikasi Intim (Re-bonding): Memanifestasikan kembali waktu berkualitas bersama (quality time) khusus berdua tanpa dibayang-bayangi urusan anak, guna mempererat kehangatan emosional. ​Menguatkan Visi Spiritual Paruh Baya: Mengalihkan fokus ikatan rumah tangga dari sekadar pemenuhan kebutuhan fisik menuju ikatan ibadah, saling memaafkan, dan saling menuntun menuju masa tua yang sakinah, mawaddah, warahmah. #pasangan  #draisahdahlan  #cobaanrumahtangga  #suamiistrii
Dalam kajian dan pemaparan neurosains Islami oleh dr. Aisah Dahlan, CHt., CM.NLP, rentang usia 45 hingga 50 tahun merupakan fase transisi biologis, psikologis, dan spiritual yang sangat signifikan bagi pasangan suami istri. ​Pada fase ini, perubahan hormon serta dinamika keluarga yang memuncak kerap menimbulkan tantangan khas dalam rumah tangga. ​1. Perubahan Hormonal & Neurologis ​Istri (Menjelang / Menghadapi Menopause): ​Penurunan hormon estrogen memicu gejala fisik seperti hot flashes (rasa panas mendadak), tubuh mudah lelah, dan perubahan suasana hati (mood swings). ​Secara neurosains, penurunan estrogen membuat area otak pengatur emosi lebih sensitif. Hal ini sering kali menyebabkan istri menjadi lebih cepat cemas, sensitif, atau merasa kurang percaya diri dengan bentuk tubuhnya. ​Suami (Andropause): ​Penurunan hormon testosteron terjadi secara bertahap. ​Penurunan ini dapat mengurangi stamina, mempengaruhi dorongan seksual, serta terkadang memicu penurunan rasa percaya diri pada pria. ​2. Fenomena Empty Nest Syndrome & Fase Krisis Paruh Baya ​Anak-Anak Mulai Dewasa dan Mandiri: ​Pada usia ini, anak-anak umumnya sudah mulai berkuliah, bekerja, atau menikah. ​Suasana rumah yang tadinya ramai perlahan berubah menjadi sepi. Jika selama ini komunikasi suami istri hanya berpusat pada urusan pengasuhan anak, berkurangnya keberadaan anak dapat memunculkan rasa canggung atau jarak emosional di antara keduanya. ​Pencarian Makna Hidup (Midlife Crisis): ​Suami atau istri sering kali mulai mengevaluasi pencapaian hidup, karier, dan sisa usia. Jika tidak dikomunikasikan dengan baik, fase pencarian makna ini bisa memicu kejenuhan terhadap rutinitas pernikahan. ​3. Perbedaan Karakter Komunikasi Otak Pria & Wanita ​dr. Aisah Dahlan sering menekankan perbedaan struktur otak antara pria dan wanita yang tetap berdampak pada fase usia ini: ​Susunan Saraf Otak (Corpus Callosum): Otak wanita memiliki sambungan antar-belahan yang lebih tebal, sehingga wanita memproses emosi dan kata-kata dengan jauh lebih detail. Saat menghadapi perubahan emosi di usia 45–50 tahun, istri sangat membutuhkan apresiasi verbal dan penerimaan emosional. ​Kebutuhan Dasar Pria: Otak pria sangat peka terhadap rasa dihargai dan diakui posisinya sebagai pemimpin rumah tangga. Tantangan fisik atau karier di usia paruh baya membuat suami sangat membutuhkan dukungan serta rasa hormat dari istri. ​Solusi & Pendekatan Menurut Kajian dr. Aisah Dahlan ​Saling Memahami Perubahan Biologis: Menyadari bahwa perubahan emosi atau fisik pasangan adalah proses alami tubuh (faktor hormonal), bukan semata-mata bentuk pengurangan rasa sayang. ​Memperbarui Komunikasi Intim (Re-bonding): Memanifestasikan kembali waktu berkualitas bersama (quality time) khusus berdua tanpa dibayang-bayangi urusan anak, guna mempererat kehangatan emosional. ​Menguatkan Visi Spiritual Paruh Baya: Mengalihkan fokus ikatan rumah tangga dari sekadar pemenuhan kebutuhan fisik menuju ikatan ibadah, saling memaafkan, dan saling menuntun menuju masa tua yang sakinah, mawaddah, warahmah. #pasangan #draisahdahlan #cobaanrumahtangga #suamiistrii

About