@dilam_o30shine: Câu chuyện thường nhật tại 30Shine 😂 hát tác nè: #xuhuong #xuhuong2023 #trendtiktok #fyp #tiktok #trending #viral #LearnOnTikTok #tryitwithtiktok #vanphonggenz #dilamo30Shine #30shine #30shinephamngocthach

Đi Làm ở 30Shine
Đi Làm ở 30Shine
Open In TikTok:
Region: VN
Tuesday 25 July 2023 12:35:03 GMT
1429
47
15
2

Music

Download

Comments

dilam_o30shine
Đi Làm ở 30Shine :
Clip chỉ mang yếu tố vui vẻ chứ các chị em vẫn yêu thương nhau lắm nha các anh ơiiiiii 😂
2023-07-26 04:50:54
3
bichlien1249
bichlien1249 :
Thi thoảng dỗi nhau cho zui nhàaaaaa 😂
2023-07-25 13:20:24
1
linhvu271209
Linh Tinh Tướng 😘 :
Rồi là chị em dữ chưaaaaa 😂
2023-07-25 13:20:54
1
binh_27122001
BWx Bình Tổng :
Cũng vui đấy nhỉ 😂
2023-07-25 14:43:00
1
trgkin1607
TK Kiên :
:v cãi nhau xong tẹo làm vài cây bingchiling ở KFC dưới tầng hạ nhiệt là Thanh Huyền với Bích Hằng lại yêu thương nhau ngay
2023-07-25 15:05:55
1
tphm951
Bình Minh :
Nghe đồn là phương pháp để dỗ nhau là anh Trung lại phải dắt 2 bạn này xuống ăn uống thì phải nhỉ :>>>>
2023-07-25 15:14:02
1
juki2307
Tuân Nguyễn :
Chị em tương tànnnnn 😂😂
2023-07-25 12:37:49
0
quocnam921
Nam :
😂😂
2023-07-31 08:15:59
0
tranthanhhuyen2701
tranthanhhuyen2701 :
Tr đất ôi. Mai phải làm cái lẩu cho tình chị em khăng khít mới được
2023-08-02 19:01:03
0
To see more videos from user @dilam_o30shine, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Jika ingin menjauhiku, pamitlah dengan baik-baik. Seperti waktu pertama kali kamu mengenalku.  Jangan seperti bayangan yang menghilang saat matahari terbenam, tanpa suara, tanpa jejak, hanya menyisakan ruang kosong yang tiba-tiba terasa terlalu luas untuk aku isi sendiri.   Buatlah perpisahan ini seperti pertama kali kau mengenalku—dengan senyum yang tulus, dengan jabat tangan yang hangat, dengan mata yang menatapku seolah aku adalah buku baru yang ingin kau baca dari halaman pertama sampai akhir.   Dulu, kau datang dengan keramahan, dengan pertanyaan-pertanyaan kecil, dengan tawa yang mudah mengalir, dengan kesabaran yang tak terbatas. Kau ingin mengenalku, ingin tahu cerita di balik mataku, ingin mengerti mengapa aku kadang diam terlalu lama.   Dan sekarang,  saat kau ingin pergi, aku hanya minta hal yang sama perlakukan aku seperti orang asing yang pantas mendapatkan perpisahan yang layak, bukan seperti kenangan lama yang bisa dibuang begitu saja.   Karena meninggalkan tanpa pamit, itu menyakitkan dengan cara yang berbeda. Bukan seperti patah hati karena cinta, tapi seperti kehilangan arah di tengah jalan yang biasa kulewati. Bukan seperti kehilangan orang, tapi kehilangan kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal.   Aku masih ingat pertama kali kau mengenalku—kau bertanya tentang warna favoritku, tentang film yang membuatku menangis, tentang mimpi yang tak pernah kuceritakan pada siapa pun.   Kau hadir dengan penuh perhatian, membuatku merasa terlihat, membuatku merasa berharga.   Dan sekarang,   aku ingin perpisahan kita terasa sama berharganya. Bukan dengan tangisan histeris,   bukan dengan pintu yang dibanting, bukan dengan kata-kata yang meninggalkan luka. Tapi dengan kejujuran—sejujur saat kau pertama kali   mengulurkan tanganmu dan berkata,
Jika ingin menjauhiku, pamitlah dengan baik-baik. Seperti waktu pertama kali kamu mengenalku. Jangan seperti bayangan yang menghilang saat matahari terbenam, tanpa suara, tanpa jejak, hanya menyisakan ruang kosong yang tiba-tiba terasa terlalu luas untuk aku isi sendiri. Buatlah perpisahan ini seperti pertama kali kau mengenalku—dengan senyum yang tulus, dengan jabat tangan yang hangat, dengan mata yang menatapku seolah aku adalah buku baru yang ingin kau baca dari halaman pertama sampai akhir. Dulu, kau datang dengan keramahan, dengan pertanyaan-pertanyaan kecil, dengan tawa yang mudah mengalir, dengan kesabaran yang tak terbatas. Kau ingin mengenalku, ingin tahu cerita di balik mataku, ingin mengerti mengapa aku kadang diam terlalu lama. Dan sekarang, saat kau ingin pergi, aku hanya minta hal yang sama perlakukan aku seperti orang asing yang pantas mendapatkan perpisahan yang layak, bukan seperti kenangan lama yang bisa dibuang begitu saja. Karena meninggalkan tanpa pamit, itu menyakitkan dengan cara yang berbeda. Bukan seperti patah hati karena cinta, tapi seperti kehilangan arah di tengah jalan yang biasa kulewati. Bukan seperti kehilangan orang, tapi kehilangan kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal. Aku masih ingat pertama kali kau mengenalku—kau bertanya tentang warna favoritku, tentang film yang membuatku menangis, tentang mimpi yang tak pernah kuceritakan pada siapa pun. Kau hadir dengan penuh perhatian, membuatku merasa terlihat, membuatku merasa berharga. Dan sekarang, aku ingin perpisahan kita terasa sama berharganya. Bukan dengan tangisan histeris, bukan dengan pintu yang dibanting, bukan dengan kata-kata yang meninggalkan luka. Tapi dengan kejujuran—sejujur saat kau pertama kali mengulurkan tanganmu dan berkata, "Senang berkenalan denganmu." Aku tidak akan menahanmu, aku janji. Aku tidak akan bertanya mengapa kau memilih pergi, atau apakah ada yang salah dari caraku mencintaimu. Tapi biarkan aku melihat wajah terakhirmu, mendengar suara terakhirmu, merasakan kehadiran terakhirmu—sehingga ketika kau benar-benar hilang, aku tidak mencarimu di setiap orang yang lewat, di setiap pesan yang masuk, di setiap senyum yang mirip-mirip. Karena orang yang pergi tanpa pamit adalah hantu yang terus menghantui—selalu ada di ingatan, tapi tak pernah bisa dijangkau. Dan jika kau benar-benar harus pergi, pergilah seperti pulang—dengan damai, dengan selesai, dengan kesadaran bahwa kita pernah bertemu dan itu sudah cukup. Buatlah seperti pertama kali kau mengenalku: dengan mata yang jujur, dengan hati yang terbuka, dengan ucapan yang tidak pernah meninggalkan teka-teki. Karena aku pantas mendapatkan itu. Kita semua pantas mendapatkan itu. Perpisahan yang layak, seperti pertemuan yang dulu begitu berharga. _temurasa_ #sajakcinta #aksara #bollywood #brokenheart #temurasa

About