@loloqueen3092: طريقة جيدة👌#للزكام#افضل_علاج_للزكام #لا للزكام#لا_للزكام_

لمى
لمى
Open In TikTok:
Region: SA
Tuesday 15 August 2023 00:40:59 GMT
1565371
14582
673
2140

Music

Download

Comments

zainebhd21
👑Zaineb hdk👑 :
قطرات ليمون 🍋 كانت الننيحة مذهلة تعطس عطسة قوية وانتهى المشكل
2024-01-16 12:59:38
31
_ii.s0
َ :
تسكر الثاني وفتح الاول هههه
2023-09-12 00:15:25
35
old6090
🤍.. :
وربي جربتها وفتحت وطلع بلغم مدري منين
2023-09-06 08:33:21
0
alamal1992
أمل :
سويتها وتسكر اكثر😢
2023-09-13 21:12:01
51
h_8j25
منيـرة القحطانـي :
صرت اقول اسمي منينه
2024-12-15 02:19:44
2
dksk_009
🇸🇴✮⋆˙ :
ببكي اهخخ
2024-12-20 20:43:00
1
haya88862
ℋ :
فتححححح
2023-09-08 15:08:36
7
ni7l1
7 :
حسبي الله حربتها وارعف.ت 😭
2025-02-26 03:08:27
3
masterpiece023
Masterpiece :
كان جهة مسدود صارت الجهتين .. شكرًا لك قصرت
2024-10-31 21:50:19
1
layany644
LAYAN :
تسكر الثاني 💔
2024-12-07 19:57:28
76
511_ab7
🎀 :
زاد زياده
2024-08-26 11:23:53
76
n3lik
Naif :
انكسر خشمي وانا الفه
2025-01-17 08:35:51
1
lk97i
lk97i :
فتحت وحده وتسكرت الثانيه هههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههه
2025-02-04 18:28:12
3
alyasamin0
🇸🇦☆ T ☆🇸🇦 :
ضبط بس بعد ثانيه رجع تقفل
2024-12-27 20:31:34
19
mesyou31
A :
شكراا ماقصرتتتتتت سديته زياده
2024-10-19 01:59:58
347
ii._.511
٭ :
انا من 2024
2024-04-28 16:28:23
3
loozioo3
ريماس 🇸🇦⚔️ :
طيب الأذن
2023-12-29 09:27:41
0
aabozaeyd
™ذيب 👑الموالي®™.⚔️ :
صدقا جربت كل الطرق ومافتح خشمي
2024-11-08 18:51:47
0
reco_771
『icez🪐』 :
فنح اليمين و سكر اليسار🗿
2023-11-27 14:58:43
0
vgu023
Sara :
فتح واحد و تسكر واحد
2023-09-08 21:25:07
162
aster1153
aster1153 :
معاد قمت أتنفس
2024-11-18 23:38:27
1
samirgucci7
samirgucci146 :
سلام عليكم كم اسويها من مرا في اليوم من فضلك
2024-05-06 03:58:29
1
To see more videos from user @loloqueen3092, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar begitu merdu di Masjid Al Hikmah, Jalan Hang Tuah, Kota Bengkalis, Senin (30/6/2025). Suara lembut yang mengalun dalam irama tilawah memikat siapa saja yang mendengar. Tak sedikit yang terdiam, terkesima. Suara itu datang dari seorang perempuan tuna netra, Khomsahniati (31), yang tampil di cabang Tilawah Qur’an Tuna Netra pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-43 tingkat Provinsi Riau di Bengkalis. Dengan keterbatasan penglihatan, Khomsahniati melafazkan ayat-ayat suci dengan penghayatan mendalam. Ia membacakan Surah Al-Hijr mulai dari ayat 80 selama sekitar delapan menit di hadapan dewan hakim. Tak ada kegugupan, hanya ketulusan dan keyakinan. Setelah selesai, ia menghela napas lega. “Alhamdulillah, lega habis tampil tadi,” ucapnya sambil tersenyum ketika ditemui usai penampilannya. Khomsahniati bukan nama baru dalam arena MTQ. Ia sudah meniti jalan ini sejak kecil. Bahkan, ia telah tujuh kali menjadi kafilah dalam ajang MTQ Nasional mewakili Sumatera Utara, provinsi tempat ia dibesarkan. Dari pengalaman itu, ia dua kali meraih juara harapan I dan harapan II. Kini, ia menjadi bagian dari kafilah Kota Dumai, mengikuti jejak sang suami. Tahun lalu, ia juga mengikuti MTQ Provinsi Riau mewakili Dumai dan berhasil meraih juara dua. Tahun ini, harapannya tentu lebih tinggi. “Kalau Allah izinkan, semoga tahun ini bisa juara satu,” harapnya. Yang membuat kisah Khomsahniati begitu menggugah bukan hanya prestasinya. Tapi semangatnya yang tak padam untuk terus mempelajari Al-Qur’an, meskipun hidup dalam keterbatasan. Di balik keterbatasan penglihatan, ia telah menghafal puluhan juz Al-Qur’an. Sebuah pencapaian luar biasa yang lahir dari ketekunan dan cinta yang mendalam terhadap Kalamullah. Cabang Tilawah Tuna Netra dalam MTQ tahun ini diikuti 17 peserta—9 putri dan 8 putra. Masing-masing peserta diminta menyiapkan tiga surat hafalan. Saat tampil, mereka akan mengambil undian untuk menentukan surat mana yang harus dibacakan. Penilaian dilakukan oleh dewan hakim berdasarkan empat aspek utama: tajwid, lagu, fashahah, dan suara. “Penilaian ini menjadi dasar penting untuk menentukan peserta terbaik yang mampu menggabungkan antara kemampuan teknik membaca dan penghayatan makna ayat suci secara menyeluruh,” ungkap Yandra, Koordinator Cabang Tilawah Tuna Netra. Bagi Khomsahniati, MTQ bukan sekadar kompetisi. Ini adalah ladang dakwah. Sebuah pembuktian bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk menyebarkan keindahan Islam. Suaranya menjadi cahaya yang membimbing dalam gelap, memperlihatkan bahwa dengan tekad dan iman, seseorang bisa tetap bersinar. #mtqtingkatprovinsiriau #bengkalis
Lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar begitu merdu di Masjid Al Hikmah, Jalan Hang Tuah, Kota Bengkalis, Senin (30/6/2025). Suara lembut yang mengalun dalam irama tilawah memikat siapa saja yang mendengar. Tak sedikit yang terdiam, terkesima. Suara itu datang dari seorang perempuan tuna netra, Khomsahniati (31), yang tampil di cabang Tilawah Qur’an Tuna Netra pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-43 tingkat Provinsi Riau di Bengkalis. Dengan keterbatasan penglihatan, Khomsahniati melafazkan ayat-ayat suci dengan penghayatan mendalam. Ia membacakan Surah Al-Hijr mulai dari ayat 80 selama sekitar delapan menit di hadapan dewan hakim. Tak ada kegugupan, hanya ketulusan dan keyakinan. Setelah selesai, ia menghela napas lega. “Alhamdulillah, lega habis tampil tadi,” ucapnya sambil tersenyum ketika ditemui usai penampilannya. Khomsahniati bukan nama baru dalam arena MTQ. Ia sudah meniti jalan ini sejak kecil. Bahkan, ia telah tujuh kali menjadi kafilah dalam ajang MTQ Nasional mewakili Sumatera Utara, provinsi tempat ia dibesarkan. Dari pengalaman itu, ia dua kali meraih juara harapan I dan harapan II. Kini, ia menjadi bagian dari kafilah Kota Dumai, mengikuti jejak sang suami. Tahun lalu, ia juga mengikuti MTQ Provinsi Riau mewakili Dumai dan berhasil meraih juara dua. Tahun ini, harapannya tentu lebih tinggi. “Kalau Allah izinkan, semoga tahun ini bisa juara satu,” harapnya. Yang membuat kisah Khomsahniati begitu menggugah bukan hanya prestasinya. Tapi semangatnya yang tak padam untuk terus mempelajari Al-Qur’an, meskipun hidup dalam keterbatasan. Di balik keterbatasan penglihatan, ia telah menghafal puluhan juz Al-Qur’an. Sebuah pencapaian luar biasa yang lahir dari ketekunan dan cinta yang mendalam terhadap Kalamullah. Cabang Tilawah Tuna Netra dalam MTQ tahun ini diikuti 17 peserta—9 putri dan 8 putra. Masing-masing peserta diminta menyiapkan tiga surat hafalan. Saat tampil, mereka akan mengambil undian untuk menentukan surat mana yang harus dibacakan. Penilaian dilakukan oleh dewan hakim berdasarkan empat aspek utama: tajwid, lagu, fashahah, dan suara. “Penilaian ini menjadi dasar penting untuk menentukan peserta terbaik yang mampu menggabungkan antara kemampuan teknik membaca dan penghayatan makna ayat suci secara menyeluruh,” ungkap Yandra, Koordinator Cabang Tilawah Tuna Netra. Bagi Khomsahniati, MTQ bukan sekadar kompetisi. Ini adalah ladang dakwah. Sebuah pembuktian bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk menyebarkan keindahan Islam. Suaranya menjadi cahaya yang membimbing dalam gelap, memperlihatkan bahwa dengan tekad dan iman, seseorang bisa tetap bersinar. #mtqtingkatprovinsiriau #bengkalis

About